Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 57 - Li Yuwen vs Zhu Rong II


__ADS_3

“Bagaimana kau bisa menggunakan senjata pusaka saat kau tidak memiliki Qi!?”


“Aku tidak perlu mengerahkan seluruh potensi senjata pusaka yang ku pegang ini, aku menggunakannya hanya untuk mengimbangi senjatamu itu.”


Tanpa bisa berbicara sepatah katapun, Zhu Rong terus di desak oleh Li Yuwen terus menerus, membuatnya harus menggunakan lebih banyak Qi miliknya.


“Kau anak menyusahkan!”


Zhu Rong melompat mundur, dan setelahnya dia membentuk sebuah segel tangan di tangan kirinya secepat yang dia bisa.


“Tombak Angin!” Zhu Rong berseru lantang.


Setelah mengucapkan dua kata itu, di sekitar Zhu Rong muncul tombak-tombak angin terlihat seperti angin yang menggumpal.


“Mati Kau!” Zhu Rong mengarahkan tangannya yang sebelumnya membentuk segel tangan ke arah dimana Li Yuwen berdiri.


“Ingin membunuhku dengan jurus dasar seperti itu? Bila kau tahu triknya....” Li Yuwen mulai membentuk sebuah kuda-kuda sederhana dengan sorot mata yang fokus ke arah tombak yang datang.


“Dasar bodoh, tingkat fana kelas 3 sekalipun tidak akan selamat bila terkena oleh tombak angin milikku!” Zhu Rong tertawa lantang.


Tombak-tombak angin itu melesat cepat ke arah tubuh Li Yuwen, dan hanya dalam waktu singkat salah satu tombak sudah berada tepat dua meter di depan Li Yuwen, dan tanpa basa-basi Li Yuwen mengayunkan pedangnya ke arah tombak angin itu, namun tombak angin itu tetap melewati dirinya seperti tidak terjadi apapun.


“Menyesal lah di neraka karena tidak mengindari jurus–” Belum selesai Zhu Rong menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara teriakan dari depannya.


Zhu Rong mencoba melihat apa yang terjadi di belakang Li Yuwen, tidak butuh waktu yang lama baginya untuk melihat dua tubuh anggota tengkorak hitam yang masing-masing kepalanya terlihat sebuah lubang, sedangkan teriakan barusan adalah suara yang di keluarkan oleh anggota Zhao Lang karena kaget orang di depannya tiba memiliki lubang di kepalanya, ditambah darah itu sedikit menyembur ke wajahnya.


Tidak hanya satu, ada satu orang lagi anggota tengkorak hitam yang mengalami hal serupa, dan itu membuat beberapa orang yang melihat bertanya-tanya, tidak terkecuali Zhu Rong sekalipun.


“Apa yang terjadi kepada mereka?” Zhu Rong mencoba mengawasi sekitar karena menurutnya ada kultivator tingkat tinggi yang sedang membantu lawannya.

__ADS_1


Namun Zhu Rong tetap ingin melanjutkan serangannya kepada Li Yuwen, walaupun dia baru saja menyadari bahwa Li Yuwen baik-baik saja setelah serangan tombak tadi.


“Kau beruntung, sepertinya kultivator yang tadi membunuh anggota kami lah yang membantumu selamat dari tombak milikku!”


Tanpa basa-basi Zhu Rong melancarkan satu lagi serangan tombak angin ke arah Li Yuwen, namun sama seperti sebelumnya, Li Yuwen menebas tombak di hadapannya tanpa terlihat ragu sedikitpun, dan dalam waktu singkat terdengar kembali suara teriakan dari anggota pasukan Zhao Lang di belakang Li Yuwen.


“Apakah mata mu itu sudah buta? Kau bahkan tidak menyadarinya sama sekali!” Li Yuwen mengejek.


“Kurang ajar!” Zhu Rong kembali melepaskan tombak angin miliknya, namun kali ini dengan jumlah yang lebih banyak.


Tetapi walaupun sudah melepaskan lebih banyak tombak, Li Yuwen tetap terlihat tidak terluka sedikitpun, malahan semakin banyak tombak yang Zhu Rong lempar membuat jumlah anggotanya berjatuhan lebih banyak.


“Arah dimana anak ini menebas ... Apa!? itu mustahil!


Zhu Rong mencoba melihat apa yang terjadi pada tombaknya saat Li Yuwen mengayunkan pedang ke arahnya, Zhu Rong sangat terkejut setelah mengetahui bahwa selama ia menyerang, Li Yuwen terus menebas tepat di ujung mata tombak angin miliknya.


Membuat tombak itu terbelah menjadi dua dan melesat terpisah ke arah yang berbeda, namun uniknya adalah Li Yuwen yang mampu mengkontrol arah dimana tombak angin itu akan bergerak setelah ia membelahnya menjadi dua.


“Ini tidak bisa di biarkan!” Zhu Rong berhenti menyerang menggunakan sihir miliknya, malahan dia berlari maju ke arah Li Yuwen berada dengan pedang miliknya yang kini di selimuti sesuatu yang kuat seperti angin yang tajam


Benturan pedang pun terjadi antara mereka berdua tidak lama setelahnya, tetapi kali ini Li Yuwen terlihat sedikit terdorong akibat dorongan yang di hasilkan oleh angin yang menyelimuti pedang Zhu Rong.


‘Ini sedikit merepotkan,’ batin Li Yuwen.


Beberapa saat berlalu sejak mereka berdua kembali saling beradu pedang, dan sama seperti yang di katakan tadi, Li Yuwen lah yang terlihat terpojok oleh Zhu Rong.


“Ini baru permulaan, Tebasan Angin Ganda!” Zhu Rong mengerahkan seluruh kemampuan miliknya, membuat Li Yuwen semakin terdesak karenanya.


“Jangan kira hanya kau saja yang sedari tadi belum serius bertarung!” Li Yuwen meninggikan sedikit nadanya sebelum dia mengerahkan seluruh aura pembunuh miliknya ke arah tubuh Zhu Rong.

__ADS_1


Zhu Rong tentu kaget merasakan tubuhnya tiba-tiba menjadi berat, dan lekas melapisi dirinya menggunakan Qi untuk menahan aura yang di keluarkan oleh Li Yuwen.


“Aura pembunuh milikmu begitu pekat, apakah kau benar-benar orang dari aliran putih?”


“Kalian para aliran hitam apakah selalu bertanya terus kepada musuh ketika bertarung? Berhati-hatilah karena itu akan membuat nyawa kalian melayang.”


Li Yuwen kini merubah kuda-kuda yang dia gunakan, dan mulai menyerang Zhu Rong bertubi-tubi tanpa sempat Zhu Rong bisa membalas.


‘Pola serangan anak ini berubah drastis? Kenapa serangannya kini sulit di prediksi?”


Zhu Rong bertanya-tanya.


Pertarungan sengit antara mereka berdua pun kembali terjadi, tetapi kali ini Li Yuwen lah yang terlihat lebih unggul di banding Zhu Rong yang terlihat mulai kelelahan.


Merasa posisinya semakin tidak menguntungkan, Zhu Rong melompat mundur untuk menjaga jarak dari Li Yuwen, namun siapa sangka Li Yuwen terus mengikuti dirinya tanpa bisa membuatnya beristirahat sama sekali.


“Apa yang terjadi? Kemana rasa percaya dirimu tadi itu?” Li Yuwen mengejek, membuat Zhu Rong berdecak kesal.


“Bila itu mau mu, maka jurus selanjutnya akan menjadi serangan terkuat milikku!”


“Kebetulan sekali karena aku juga ingin mengakhiri pertarungan membosankan ini lebih cepat!”


Berbeda dari sebelumnya, kini Li Yuwen membiarkan Zhu Rong menjaga jarak dari dirinya.


“Menyesal lah karena sudah memberikanku kesempatan untuk menggunakan jurus terkuat milikku!”


Zhu Rong kemudian menancapkan pedang pusaka miliknya ke tanah, lalu mulai membentuk sebuah segel tangan yang cukup panjang secepat yang dia bisa.


“Terima ini dan sesalilah kesalahanmu! Pedang Angin Pemusnah!”

__ADS_1


–––


Maaf karena sudah telat update.


__ADS_2