Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 13 - Pelajaran Pertama


__ADS_3

“Li Yuwen, maukah kau menjadi muridku?”


Li Yuwen hanya terdiam dan tidak menjawab.


“Ah maafkan aku ... sepertinya permintaanku terlalu—”


Kata-kata Yao Jun terhenti setelah melihat Li Yuwen mendekatinya kemudian bersujud tiga kali untuknya.


“Guru,” ucap Li Yuwen di ikuti salam penghormatan seusai bersujud tiga kali.


Terlihat senyum puas dan bahagia di wajah Yao Jun yang tertutup oleh topeng besinya, begitu juga Li Yuwen yang tidak menyangka bisa kembali menjadi murid dari Yao Jun.


“Aku menerima penghormatanmu, mulai sekarang dan seterusnya kau adalah muridku ... juga menjadi muridku yang pertama.”


Karena sudah tidak ada yang bisa dibicarakan juga misinya sudah selesai, Yao Jun memutuskan untuk kembali ke sektenya bersama Li Yuwen saat pagi tiba.


Di pagi hari mereka lekas pergi dari Hutan Seribu Monster dengan berlari, Yao Jun tidak menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya karena takut Li Yuwen akan tertinggal.


Namun dugaannya salah setelah melihat Li Yuwen yang mampu mengimbangi kecepatannya dalam berlari, dua jam pun berlalu sejak mereka mulai berlari.


Napas Yao Jun sedikit terputus-putus saat mereka memutuskan berhenti untuk istirahat, Namun tidak untuk Li Yuwen yang hanya terlihat biasa saja dan tidak kelelahan.


Yao Jun sedikit takjub melihat daya tahan fisik Li Yuwen yang tinggi untuk anak seusianya, dan itu membuatnya penasaran.


“Wen’er, bolehkah aku memeriksa nadimu?”


Yao Jun mengubah panggilan untuk Li Yuwen agar bisa menjadi lebih akrab setelah menjadi guru dan murid.


“Guru, saya adalah murid ... dan andalah gurunya, tentu saja murid akan mematuhi perintah guru selama murid sanggup melaksanakannya.”


Yao Jun menjadi takjub dengan jawaban yang Li Yuwen berikan.


Yao Jun kemudian mendekati Li Yuwen lalu memegang pergelangan tangannya untuk memeriksa nadinya.


Beberapa saat setelahnya Yao Jun terkejut sekaligus bangga. Tidak hanya patuh dan berbakti, dia tidak menyangkan bahwa Li Yuwen memiliki bakat yang cukup tinggi, terlebih fondasi miliknya sempurna.


‘Mungkinkah ini keberuntungan yang di berikan surga untukku?’ batin Yao Jun dengan senyum bahagia di wajahnya.


Setelah memeriksa nadi Li Yuwen, Yao Jun memutuskan pelajaran pertamanya untuk di ajarkan kepada Li Yuwen.

__ADS_1


Namun Karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk mengajarkan bela diri dan sejenisnya, Yao Jun hanya menjelaskan hal-hal umum di dunia kultivasi.


Pertama Yao Jun menceritakan tentang sekte yang di ikutinya, nama sektenya adalah Sekte Pedang Kilat, sekte ini di perkirakan sudah berumur lebih dari seribu tahun dan merupakan sekte aliran putih tingkat menengah di Kekaisaran Tang, dan teknik yang di ajarkan sendiri lebih merujuk ke arah seni berpedang.


Di Kekaisaran Tang sekte-sekte di bagi menjadi tiga aliran; Aliran Putih, Aliran Hitam, dan Aliran Netral. Dan setiap sekte memiliki tingkatan; Sekte Kecil, Sekte menengah, dan Sekte Besar.


Kedua Yao Jun menjelaskan hal umum tentang kekaisaran, di Kekaisaran Tang dipimpin oleh seorang kaisar yang di bantu oleh 5 Keluarga Bangsawan Besar; Keluarga Liu, Keluarga Song, Keluarga Zhang, Keluarga Liang, dan Keluarga Tang.


Kaisar Tang sendiri berasal dari keluarga Tang yang merupakan keluarga kekaisaran, tetapi terdapat sedikit perselisihan antara dirinya dengan keluarga Tang yang lain, banyak dari mereka yang ingin mengambil alih kekuasaan miliknya.


Ketiga Yao Jun menjelaskan benua yang mereka tempati juga kekaisaran yang lain di benua.


Nama benua mereka adalah Benua Daratan Timur, dan terdapat 4 kekaisaran besar di dalamnya, antara lain; Kekaisaran Qin di bagian barat, Kekaisaran Jin di bagian utara, Kekaisaran Xu di bagian selatan, dan Kekaisaran Tang yang berada di timur.


Kekaisaran Qin adalah kekaisaran paling besar serta kuat di antara 3 kekaisaran yang lain, dan Kekaisaran Tang adalah yang terlemah.


Merasa cukup beristirahat juga memberikan pengetahuan umum yang diperlukan, Yao Jun memutuskan untuk melanjutkan perjalannya bersama Li Yuwen menuju Sekte Pedang Kilat.


***


“Ada apa ayah?” kata seorang gadis yang baru memasuki ruangan.


“Lian’er ... apa yang kau lakukan disini? Apakah latihanmu sudah selesai?”


Gadis itu bernama Tang Lian, putri dari kaisar Tang Jianying dan permaisuri Liu Jingmi yang berasal dari keluarga besar Liu.


Merespon pertanyaan dari ayahnya, putri Lian kemudian mengalirkan Qi miliknya ke udara, membuat Tang Jianying terkejut juga kasim yang ada di dekatnya.


“Ini ... tingkat Fana kelas 3?”


“Kekaisaran Tang di berkahi oleh surga dengan seorang putri yang sangat berbakat,” seru kasim dengan nada bahagia.


Walaupun hanya di tingkat Fana kelas 3, tetapi untuk mencapai tingkatan seperti itu di umur yang baru 15 tahun terhitung sangat cepat, dan termasuk kategori orang yang sangat berbakat juga langka.


Yao Jun sendiri mencapai tingkatan Fana kelas 3 saat umurnya baru 18 tahun serta mencapai tingkatan Bumi kelas 1 di umurnya yang ke 23 tahun, dan itu sudah terhitung sangat berbakat.


“Bagus bagus ... sangat bagus, kau menjadi orang yang lebih berbakat dari ayah juga ibumu Lian’er,” puji Tang Jianying.


“Jadi apa yang terjadi ayah?” tanya Tang Lian.

__ADS_1


“Ini ... baiklah aku akan menceritakannya padamu.”


Tang Jianying kemudian menceritakan hal-hal yang baru saja terjadi pada Kekaisaran Tang selama Tang Lian sedang berlatih.


“Jadi seperti itu yang sedang terjadi Lian’er, kau tidak perlu mengkhawatirkannya karena ayah akan menyelesaikannya,” lanjut Tang Jianying setelah menjelaskan.


“Kasim ... bagimana dengan permintaan bantuan kita kepada sekte aliran putih yang kita kirimkan kemarin, apakah mereka bersedia membantu?”


“Itu ... mereka memutuskan untuk tidak terlibat yang mulia.”


Tang Jianying menjadi semakin khawatir dengan jawaban yang di dapatnya.


“Apakah masih ada sekte yang dekat dengan kekacauan yang mungkin masih bisa dimintai bantuan?” Tang Jianying kembali bertanya.


“Ada yang mulia ... mereka adalah Sekte Pedang Kilat dan merupakan sekte aliran putih.”


“Bagus, kirimkan orang untuk pergi kesana dan—”


“Ayah.” Tang Lian memotong perkataan ayahnya.


“Ada apa Lian’er?”


“Aku ingin mengajukan diri pergi kesana.”


Mendengar itu membuat Tang Jianying kaget, “Tapi Lian’er ... terlalu berbahaya sekarang untuk pergi keluar.”


“Tidak apa-apa ayah, aku tidak mungkin hanya duduk diam melihat kekaisaran kita di kacaukan oleh orang-orang dari aliran hitam, tenang saja karena aku tidak akan pergi sendiri, ini juga untukku mencari pengalaman di luar.”


“Ini ...” Tang Jianying meyakinkan dirinya.


“Baiklah, kau akan pergi bersama dengan Jendral Liong untuk pergi ke Sekte Pedang Kilat ... berhati-hatilah.”


“Lian’er berterima kasih ayah,” balas Tang Lian puas.


–––



ilustrasi dari Putri Tang Lian.

__ADS_1


*ilustrasi ini diambil dari Pinterest*.


__ADS_2