
Yao Jun yang merasakan aura di sekitar Li Yuwen berubah kemudian sedikit merinding karena merasakan akan terjadi sesuatu padanya, dan karena firasat buruk itu dia mencoba menjelaskan apa yang terjadi pada Li Yuwen.
Namun sebelum mencoba menjelaskan Li Yuwen membuka topengnya, terlihat sebuah senyuman yang dingin dari Li Yuwen setelah melepas topeng dari wajahnya.
“Guru ... sepertinya makan malam kali ini hanya akan ada satu porsi....”
Walaupun berbicara pelan, tetapi nada yang Li Yuwen keluarkan begitu dingin, setelahnya Li Yuwen bangkit dari tempatnya dan segera berjalan menuju dapur.
“Tidak Wen’er ... tolong masakkan juga untuk gurumu ini, tadi tetua Fang datang berkunjung kemari membawa arak dan mengajakku untuk minum.”
Yao Jun mencoba menjelaskan walaupun tidak di gubris oleh Li Yuwen, dan hanya beberapa saat setelahnya tercium bau yang sangat sedap keluar dari dapur, menandakan Li Yuwen sudah mulai memasak dengan bahan masakan yang baru di bawanya.
Li Yuwen di kehidupan yang sebelumnya sangat ahli dalam memasak, selain membantai banyak kultivator yang jahat dia juga melatih kemampuannya dalam memasak setelah melihat berbagai aneka ragam masakan enak yang ada di seluruh kekaisaran Benua Daratan Timur.
Walaupun kultivator tidak terlalu membutuhkan makan untuk tetap hidup, tetapi tanpa makan energi tubuh manusia tidak bisa di isi hanya dengan Qi, kecuali memiliki sebuah teknik khusus untuk menanganinya.
Yao Jun yang tidak bisa memasak selama ini hanya bisa membeli makanan dari luar dan memakannya di kediamannya, dengan kemunculan Li Yuwen yang sangat ahli dalam memasak tentu Yao Jun menjadi bergantung pada Li Yuwen, terlebih Yao Jun sendiri ketagihan dengan rasa enak yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya dari masakan muridnya itu.
Sekitar sepuluh menit berlalu sejak Li Yuwen mulai memasak, dan dia pun keluar dari dapur dengan membawa sebuah masakan yang terlihat hanya cukup untuk satu orang, Yao Jun yang melihat itu pun menjadi lemas dan ikut duduk di meja makan bersama Li Yuwen hanya untuk menatap muridnya memakan makanan yang terlihat lezat itu.
Li Yuwen tidak memperdulikan Yao Jun yang menatapnya dengan wajah murung, dan mulai menyuapi dirinya dengan masakan yang ada di depannya. Sedangkan Yao Jun yang melihat makanan itu masuk kedalam mulut Li Yuwen hanya bisa terduduk lemas dan membayangkan rasa enak di setiap kunyahan yang Li Yuwen lakukan.
__ADS_1
Beberapa saat berlalu dan makanan Li Yuwen hanya tersisa setengahnya, dia kemudian menatap Yao Jun yang melihat makanan di piringnya dengan mengeluarkan bunyi di perutnya setiap saat melihat Li Yuwen memasukkannya kedalam mulut.
Kemudian Li Yuwen menghembuskan napasnya, “Guru ... pergilah ke dapur, aku sudah menyiapkan satu porsi yang lain untukmu ... tenang saja karena itu kututupi dengan kain agar tetap hangat.”
Yao Jun yang mendengar itu tentu bagaikan mendapat undangan dari surga, dan tentu saja dia dengan cepat berlari menuju dapur untuk mengambil makanan yang dimaksud dan segera kembali ke meja makan.
“Kau memang murid yang sangat berbakti pada gurunya Wen’er,” ucap Yao Jun dengan senyum terlebar miliknya.
Yao Jun setelah itu mulai memakan makanan di depannya dengan lahap, bahkan makanan Li Yuwen yang sedari tadi dimakan dan hanya tersisa setengahnya sudah terkejar dengan cepat.
Li Yuwen yang melihat itu hanya tertawa kecil melihat sikap gurunya, ‘Guru masih tetap seperti guru yang dulu,’ batin Li Yuwen.
Sifatnya itu juga yang membuat Li Yuwen menganggap Yao Jun sebagai ayah kedua miliknya, karena memang ayah Li Yuwen juga memiliki sifat yang sama seperti yang Yao Jun miliki.
Beberapa saat yang lain telah berlalu dan mereka berdua sudah menghabiskan makanan mereka masing-masing, Yao Jun pun membicarakan apa yang baru saja terjadi pada Li Yuwen dengan maksud Fang Yin mengunjunginya.
“Wen’er, tadi gurumu bilang tetua Fang berkunjung kemari ... sebenarnya dia bermaksud mengatakan beberapa hal yang cukup mengkhawatirkan bagi kekaisaran ini.”
Yao Jun pun mulai bercerita tentang informasi yang baru dia dapat seperti berita kedatangan anggota kekaisaran berkunjung kemari, pergerakan dari organisasi Gunung 7 Dosa yang terlihat mengumpulkan inti monster, juga berita tentang bandit dan sekte aliran hitam yang bekerja sama untuk mengacau di beberapa kota kekaisaran.
“Anggota kekaisaran berkunjung kemari?” Li Yuwen terlihat lebih tertarik dengan informasi yang pertama.
__ADS_1
“Eh? Iya benar ... tetua Fang mengatakan yang berkunjung kemari adalah putri kekaisaran dan juga jendral kekaisaran.”
Li Yuwen kemudian terdiam dan mulai mengingat hal paling jelas yang mengakibatkan kehancuran sektenya juga kematian Yao Jun, semua itu berawal dari berkunjungnya anggota kekaisaran ke Sekte Pedang Kilat yaitu putri Tang Lian.
Dua hari setelah anggota kekaisaran tiba seorang penyusup datang dan ingin menyerang Tang Lian, tetapi rencana itu di gagalkan oleh Yao Jun yang tidak sengaja lewat dan melihat Tang Lian berhadapan dengan penyusup.
Namun walau penyusup yang datang berhasil dikalahkan, Tang Lian terkena racun yang cukup ganas dan hampir mencabut nyawanya.
Berita itu pun sampai ke telinga Tang Jianying dan tentu membuatnya murka kepada orang yang menyerang putrinya sekaligus menjadi benci dengan Sekte Pedang Kilat yang dianggap tidak bisa melindungi putrinya, terlebih tidak mengetahui bila sektenya kedatangan seorang penyusup.
Akibat kemurkaan kaisar, sekte-sekte yang bekerja sama dengan Sekte Pedang Kilat memutuskan kerja samanya karena takut akan terkena imbasnya setelah mengetahui kelalaian yang di buat oleh Sekte Pedang Kilat, terlebih mereka hanya sekte tingkat menengah dan bawah.
Dari Tang Jianying yang menyudutkan sekte juga putusnya kerja sama dengan sekte yang lain, Sekte Pedang Kilat pun terancam turun menjadi sekte tingkat bawah karena kurangnya misi yang di terima juga tidak banyak murid-murid baru yang ingin masuk ke sekte, terlebih banyak tetua yang mengundurkan diri dan memilih memasuki sekte yang lain.
Hanya beberapa tahun setelahnya Sekte Pedang Kilat yang sudah lemah menjadi sasaran pertama dari kelompok aliran hitam di kekacauan besar yang akan terjadi, penyerangan itu juga yang menewaskan Yao Jun karena ingin melindungi Li Yuwen dari orang yang menyerangnya.
Dengan semua kejadian itu tentu Li Yuwen tidak ingin hal itu terulang kembali.
‘Penyusup ini ... tidak akan kubiarkan kau kembali mengacau,’ batin Li Yuwen.
Setelah selesai bercerita mereka berdua berjalan ke kamar masing-masing untuk beristirahat, dan di hari berikutnya ujian penerimaan murid pun tiba.
__ADS_1