Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 29 - Tes Kedua


__ADS_3

Beberapa saat berlalu setelah giliran Qiao Wei dan kini hanya tersisa seperempat saja calon murid yang belum mengetes bakat mereka, setelah itu tibalah giliran Li Yuwen untuk mengetes bakatnya.


“Wah lihat-lihat! Sekarang murid tetua Yao yang mengetes bakatnya!”


Banyak orang-orang membicarakan Li Yuwen yang sedang berjalan menuju tetua di atas arena, dan saat tiba disana dia menyodorkan tangannya, tetua yang mengeceknya pun tidak segan memeriksa nadi Li Yuwen karena dia juga penasaran dengan bakat dari murid yang Yao Jun angkat.


“Apa?! Ini?!” ucap tetua di hadapan Li Yuwen terkejut.


Melihat reaksi dari tetua yang memeriksa nadi Li Yuwen, banyak yang ikut menjadi penasaran hingga Xiang Yong sendiri pun menjadi penasaran juga seperti mereka, Tang Lian pun termasuk salah satu yang penasaran dengan bakat orang yang mengalahkannya.


Namun berbeda dengan Zhang Wu yang hanya tersenyum mengejek, “Hmph, apa yang perlu di kagetkan dari seorang bocah yang hanya memiliki bakat tulang biasa?” ucap Zhang Wu sebelum meminum air yang baru saja tiba.


Selain Zhang Wu ada Zhang Hao juga yang mengetahui kualitas tulang Li Yuwen karena di beritahukan oleh Zhang Wu sendiri, itu juga yang membuat Zhang Hao memandang Li Yuwen rendah.


‘Tulang biasa?’ batin Xiang Yong.


Karena tetua yang mengecek nadi Li Yuwen hanya diam saja dan tidak memberitahu, para penonton mulai bertanya-tanya.


“Apa bakatnya?”


“Apa kualitas tulang yang dimiliki murid tetua Yao Jun?”


Pertanyaan demi pertanyaan mulai berubah menjadi teriakan karena tetua itu belum juga memberitahukan kualitas tulang yang Li Yuwen miliki, dan akhirnya Xiang Yong yang juga terlalu penasaran bertanya langsung kepada tetua yang mengecek nadi Li Yuwen.


“Tetua ke 17 ... apa yang sedang kau pikirkan? apa bakat yang dimilikinya?”

__ADS_1


Tetua ke 17 pun menjadi tersadar setelahnya dan meminta maaf kepada semua orang yang ada.


“Patriak ... maafkan aku tetapi aku sendiri bingung harus bilang apa dengan kualitas tulang yang dimiliki murid tetua Yao ini, itu terasa seperti kualitas tulang emas juga tulang biasa disaat bersamaan ... tidak hanya itu kualitas tulangnya juga berubah-ubah!”


Mendengar itu banyak yang menjadi bingung dan malah semakin penasaran karenanya, dan di tengah-tengah kebingungan mereka tetua kedua yang berada di dekat Li Yuwen juga tetua ke 17 membuka suara.


“Kalau begitu biarkan aku saja yang mengeceknya,” ucap tetua kedua sambil berjalan mendekat.


Saat tetua kedua memegang nadi Li Yuwen dia mulai memeriksanya, dan berbeda seperti sebelumnya dia menyebutkan kualitas tulang sebenarnya yang dimiliki oleh Li Yuwen.


“Kualitas tulang tembaga!”


Banyak yang terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh tetua kedua, bahkan Yao Jun dan Fang Yin juga ikut terkejut mendengar kualitas tulang yang dimiliki Li Yuwen, sedangkan Zhang Wu yang mendengarnya tersedak minumnya sendiri.


“Apa?! bagaimana mungkin itu terjadi?”


Disisi lain Tang Lian juga tidak kalah terkejutnya dengan Zhang Wu, “Aku dikalahkan oleh orang dengan bakat biasa?” ucap Tang Lian dengan sedikit amarah di nada bicaranya.


‘Jun’er ... apakah kau benar-benar mengangkat seorang murid yang hanya memiliki bakat biasa saja?’ batin Xiang Yong.


Namun orang yang dipikirkannya menunjukkan reaksi berbeda dengan yang lainnya, Yao Jun hanya tertawa dengan Fang Yin karena melihat Zhang Wu yang tersedak dengan minumnya.


“Teknik keluarga yang muridmu miliki ternyata sungguh tinggi, bahkan dua orang yang memiliki tingkat praktik bumi kelas tiga bisa salah menilai bakat asli yang dimilikinya,” ucap Fang Yin.


“Kau benar tetua Fang, tetapi aku sedikit bingung dengan Wen’er yang masih menyembunyikan bakat aslinya....”

__ADS_1


“Tidak apa-apa, muridmu itu mungkin memiliki alasannya sendiri melakukan itu ... nanti setelah ujian ini selesai tinggal kau tanyakan saja kepadanya.”


Yao Jun pun menerima apa yang Fang Yin katakan karena itu masuk akal, mungkin memang Li Yuwen memiliki alasannya tersendiri untuk menyembunyikan bakat miliknya dari orang lain.


Akan tetapi tidak sampai disitu, mereka yang menonton mempertanyakan fondasi yang dimiliki oleh Li Yuwen, tetua kedua yang seharusnya memberitahukannya juga lupa akan hal itu karena setelah menyebutkan kualitas tulang Li Yuwen dia juga merasakan kualitas tulang Li Yuwen berubah secara tiba-tiba.


Tetapi dia menyingkirkan kebingungannya dan mulai memeriksa tingkat kesempurnaan fondasi yang Li Yuwen miliki, dan hanya dalam waktu singkat dia terkejut bukan main dengan apa yang baru saja dia rasakan.


“Fondasinya sudah sempurna?”


Mendengarkan keterkejutan tetua kedua, orang lain yang mendengar itu juga menjadi terkejut bukan main, karena memang tidak pernah ada orang yang memiliki kualitas tembaga tetapi memiliki fondasi yang sudah sempurna, itu sangat jarang ditemukan bahkan di seluruh Kekaisaran Tang sekalipun.


Setelahnya waktu berlanjut dan sudah semua calon murid yang ada di cek kualitas tulang yang mereka miliki, cukup banyak dari calon murid yang tersingkirkan karena tidak memenuhi kategori minimal yang ada, dan hanya tersisa seperempatnya saja.


Melihat sudah tidak ada lagi calon murid yang belum di periksa, tetua kedua mengumumkan berakhirnya tes pertama ujian penerimaan murid dan setelah itu masuklah tes kedua dari ujian, yaitu berburu inti monster yang ada di dekat sekte.


“Seperti sebelumnya yang sudah ku sampaikan, di tes kedua ini kalian akan pergi keluar sekte dan mencari setiap monster iblis yang kalian temui untuk di ambil inti monsternya, tetapi ingat semakin tinggi tingkat inti monster yang kalian ambil maka semakin besar pula kemungkinan kalian akan di terima di sekte.”


Tetua kedua pun memulai tes kedua ini, dan sebelum mereka semua meninggalkan tempat itu tetua kedua berpesan, “Ingatlah batasan yang kalian miliki, dan jangan terlalu bersemangat.”


Hanya dalam waktu singkat setelah pesan itu disampaikan, semua calon murid yang ada berlari cepat menuju hutan yang ada di dekat sekte untuk berburu monster iblis, tetua kedua juga berjalan kembali ke kursinya begitu juga tetua lain yang membantu untuk memeriksa di tes pertama.


“Tetua kedua, bisakah kau kemari sebentar?” ucap Xiang Yong.


–––

__ADS_1


Ini Author ... saya cuma mau menyampaikan maaf sudah telat update karena ada pekerjaan lain yang saya lakukan, walau saya telat update bukan berarti update di hari kemarin akan menggantikan update di hari ini, jadi anggap saja hari ini akan ada dua update tetapi di jam yang berbeda.


__ADS_2