
“Apakah yang kau katakan itu benar?”
“Tidak mungkin aku berbohong, aku sudah mencarinya di beberapa tempat tapi tidak menemukannya sama sekali.”
“Ini sedikit berbahaya ... minta beberapa murid inti yang lain untuk bantu mencari!”
“Baik!”
Murid inti yang baru saja datang itu lekas pergi dari tempat untuk meminta bantuan, karena walaupun hutan itu termasuk wilayah yang di jaga oleh Sekte Pedang Kilat tetapi tetap saja selalu ada nyawa yang melayang satu atau dua tiap minggunya bila berada di hutan itu.
**
“Kenapa ada banyak Monyet Api dan Ular Bulan berkumpul disini?” ucap Li Yuwen kebingungan.
Terlihat Li Yuwen sedang bertarung dengan Monyet Api dan Ular Bulan sekaligus, ada lebih dari sepuluh mayat kedua monster itu di tanah yang sudah di renggut nyawanya oleh Li Yuwen.
“Aku tidak bisa bertarung terus menerus tanpa menggunakan Qi, walaupun aku memiliki tulang emas bukan berarti tenagaku tidak terbatas ... aku harus cepat menghabisi mereka!”
Sekitar satu jam pun berlalu sejak Li Yuwen bertarung dengan monster iblis yang baru saja dia hadapi, sekarang terlihat banyak tumpukan mayat monster iblis di tanah yang dia pijak. Walaupun tidak memiliki Qi namun itu masih hal yang mudah untuk melawan monster iblis yang memiliki tingkat fana kelas 3 bagi Li Yuwen.
Itu semua dikarenakan pengalaman miliknya selama lebih dari satu abad dalam bertarung, karena sudah melalui begitu banyak pertarungan Li Yuwen memiliki kemampuan khusus untuk melihat titik lemah musuhnya dan akan segera menghabisinya dalam waktu singkat.
Karena kemampuan khusus itu juga di kehidupan Li Yuwen yang sebelumnya sangat mudah baginya mengambil nyawa 5 kultivator yang berada di tingkat saint kelas 3 hanya dalam sepuluh tarikan napas, walaupun tidak selalu seperti itu dan karena itu juga di bantu dengan senjata pusaka miliknya juga Kitab Dewa Semesta yang dia miliki.
“Akhirnya selesai,” ucap Li Yuwen dengan napas yang terputus-putus.
__ADS_1
Langkah selanjutnya yang Li Yuwen ambil ialah mendekati mayat monster iblis yang dia bunuh kemudian membelah dadanya satu persatu untuk diambil inti monsternya, “Mungkin ini akan sedikit berlebihan,” ucap Li Yuwen sambil menggaruk kepalanya.
Memang benar jumlah inti monster yang dia miliki terbilang cukup banyak, bahkan Yao Jun sendiri saat menjalani tes kedua hanya mendapatkan 18 inti monster tingkat fana kelas 3 dan satu inti monster tingkat raja kelas 1 walaupun itu di dapatkannya dengan susah payah.
Sedangkan yang Li Yuwen miliki sekarang adalah 26 inti monster tingkat fana kelas 3, tentu itu akan menghebohkan orang-orang yang ada di ruangan ujian.
Setelah selesai mengumpulkan ini monster Li Yuwen segera duduk bermeditasi untuk mengisi kembali tenaga miliknya dari Qi yang dimiliki alam, selama ini Li Yuwen untuk memulihkan tenaganya dia hanya mengandalkan Qi alam karena dia belum membentuk kristal Qi miliknya di dalam dantian.
Setengah jam pun berlalu kemudian Li Yuwen berhenti bermeditasi karena mendengar suara pertarungan tidak jauh dari tempatnya beristirahat, lalu ia berdiri dari duduknya dan meluncur ke arah sumber pertarungan.
Beberapa saat kemudian Li Yuwen akhirnya menemukan apa yang sedang terjadi, terlihat di depannya sedang bertarung Monyet Api melawan Ular Bulan, bedanya adalah tubuh kedua monster itu lebih besar dari dari sebelumnya yang Li Yuwen lawan.
“Jadi ini alasannya kenapa kedua monster iblis itu begitu banyak bermunculan.”
Pertarungan kedua monster iblis itu begitu hebat, mulai dari munculnya bola api panas yang begitu besar hingga keluarnya gas berwarna hitam pekat mengelilingi area sekitar, dan akhirnya pertarungan antara mereka berdua pun mencapai puncaknya dengan masih bertahannya Monyet Api sebagai pemenang walaupun terlihat sangat lemah karena racun dari Ular Bulan.
Lalu Monyet Api menghampiri mayat Ular Bulan dengan maksud ingin memakan inti monster miliknya, bagi monster iblis memakan inti monster yang lain akan meningkatkan kemampuannya dengan pesat, walaupun inti monster yang di konsumsi harus setara dengan tingkatan miliknya atau lebih tinggi.
Saat dia sudah berada tepat di depan mayat Ular Bulan, Monyet Api merobek dada mayat ular itu dan terlihat sebuah inti monster di dalamnya, monyet itu pun mengambil inti monster di depannya dan berniat meneguknya. Namun disaat tangannya hampir menyentuh inti monster itu terlihat sebuah tebasan pedang yang cukup cepat mengenai jari-jarinya.
Monyet Api pun menjerit kesakitan karena dua jari miliknya terpotong akibat tebasan pedang yang menyerangnya secara mendadak, dia pun melompat mundur untuk melihat siapa yang baru saja menyerangnya.
“Bisa memiliki satu inti monster tingkat raja kelas 1 tanpa bertarung adalah suatu keberuntungan, jadi jangan memakannya untuk dirimu sendiri,” ucap Li Yuwen sembari mengambil inti monster Ular Bulan dan memasukkannya kedalam saku.
Monyet Api pun tersulut amarah karena jarinya sudah di potong juga melihat inti monster yang di dapatkannya susah payah diambil oleh manusia di depannya, dia pun berlari cepat ke arah Li Yuwen bermaksud untuk membunuhnya.
__ADS_1
“Kau itu sudah kelelahan, tanpa Qi yang tersisa ... tingkat raja kelas 1 milikmu itu tidak ada bedanya bagiku melawan seekor semut!”
Li Yuwen kemudian bergerak sedikit kesamping menghindari pukulan yang di lepaskan oleh Monyet Api kemudian dia melompat tinggi ke arah leher monster itu lalu menebasnya dengan kuat, kepala monyet itu pun terlepas dari tempatnya dengan tatapan yang terarah menuju Li Yuwen.
Sama seperti yang Monyet Api lakukan, Li Yuwen mendekati tubuh Monyet Api itu kemudian membelah dadanya dan mengambil inti monster di dalamnya.
“Bisa memiliki dua inti monster tingkat raja kelas 1 sekaligus sungguh keberuntungan untukku....”
Li Yuwen kemudian melihat sekitar untuk mengecek tempatnya berada, “Ini ... sepertinya aku terlalu jauh masuk kedalam hutan, pasti sudah ada yang mencari ku....”
Lalu Li Yuwen berlari kembali menuju Sekte Pedang Kilat.
**
“Tersisa satu jam lagi waktu tes kedua akan berakhir!” teriak setiap murid inti yang mengawasi calon murid.
“Gawat! Aku bahkan belum menemukan satu inti monster!”
“Cepat-cepat! Kumpulkan lebih banyak!”
Semua calon murid yang ada menjadi heboh karena pengumuman itu.
Namun, disisi lain Zhang Hao sudah berniat kembali setelah mengumpulkan inti monster miliknya juga setelah membaca surat yang baru saja tiba dari kakeknya.
“Kakek tenang saja ... inti monster yang ku kumpulkan akan mengejutkan semua orang yang ada,” ucap Zhang Hao sebelum berlari kembali menuju sekte.
__ADS_1