Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 20 - Tamu Penting


__ADS_3

“Salam tetua ke 3.” Yao Jun juga Fang Yin memberi salam kepada pria sepuh yang baru datang itu.


“Heh ... sepertinya kalian masih memiliki sopan santun,” ucap tetua ke 3 mengejek.


Pria sepuh dihadapan Yao Jun dan Fang Yin adalah tetua ke 3 di sekte Pedang Kilat, dia termasuk dari 3 tetua utama di sekte selain tetua pertama dan kedua.


Tetua ke 3 itu memiliki nama Zhang Wu, sesuai namanya dia merupakan anggota keluarga bangsawan besar Zhang yang merupakan pilar pertahanan di Kekaisaran Tang, keluarga bangsawan Zhang sendiri terkenal akan kesombongan mereka karena merasa keluarga mereka adalah yang terkuat dari keluarga bangsawan besar yang lain.


Zhang Wu sendiri sangat membenci Yao Jun karena bakat yang dimilikinya, dia merasa posisinya akan terancam bila Yao Jun dibiarkan terus berkembang, Zhang Wu kemudian merencanakan hal jahat kepada Yao Jun dengan bantuan tetua yang lain untuk mengirim Yao Jun dalam misi yang mustahil di kerjakan sendiri.


Hasilnya Yao Jun pulang tanpa hasil dan terluka parah, tidak hanya disitu luka dari pertarungannya membuat tingkat praktiknya turun dan tidak bisa di tingkatkan kembali.


Mendengar kabar itu tentu membuat Zhang Wu kegirangan karena ancamannya sudah disingkirkan.


“Sepertinya kau sudah menyelesaikan misimu, aku takjub karena kau masih bisa selamat dengan luka di tubuhmu,” Zhang Wu tertawa mengejek.


Yao Jun dan Fang Yin mendengar itu hanya diam saja karena tidak bisa melakukan apapun terhadapnya.


“Sepertinya ini sudah saatnya kau mengangkat murid tetua Yao, mau sampai kapan kau ingin mengembalikan kekuatanmu? sudah mustahil untuk menyembuhkannya.” Zhang Wu kembali mengejek.


Zhang Wu kemudian melihat pedang kayu di tangan Yao Jun dan menyadari kehadiran Li Yuwen di dalam yang juga menggunakan pedang kayu di tangannya.


“Tetua Yao siapa anak itu?”


Yao Jun menjadi ragu untuk menjawab tetapi Li Yuwen sudah datang ketempat mereka dan menjawab untuk gurunya.


“Salam tetua, nama saya adalah Li Yuwen ... saya adalah murid dari guru Yao.”


Zhang Wu terkejut mendengar yang Li Yuwen katakan, dia tidak menyangka akan ada hari dimana Yao Jun mengangkat seorang murid.

__ADS_1


“Heh ... sepertinya kau harus mendidik murid mu untuk belajar sopan santun,” Zhang Wu kembali mengejek.


Tidak sampai disitu, Zhang Wu segera menggenggam pergelangan tangan Li Yuwen kemudian memeriksa nadinya, lalu dia tertawa mengejek.


Melihat itu Li Yuwen, Yao Jun, dan Fang Yin menjadi kesal. Karena tidak sopan bila seseorang memeriksa nadi orang lain tanpa izin orang yang diperiksa.


Namun mereka diam saja karena lagi-lagi tidak bisa melakukan apapun untuk itu.


“Tetua Yao, apakah kau sebegitu putus asanya hingga mengangkat murid yang tidak memiliki bakat? dua hari lagi mungkin dia akan gagal mengikuti ujian penerimaan murid, kau seharusnya bisa mencari yang lebih baik dari ini, seperti cucuku contohnya.” Zhang Wu tertawa kemudian meninggalkan mereka bertiga.


Yao Jun yang mendengar itu tidak menjadi kesal melainkan terkejut mendengarnya.


‘Tidak berbakat?’ Yao Jun bertanya dalam hati.


“Tetua Yao, apakah Li Yuwen benar-benar tidak berbakat?” Fang Yin bertanya.


Yao Jun tidak menjawab karena dia juga kebingungan dengan apa yang terjadi, tetapi memutuskan untuk bertanya kepada Li Yuwen untuk memeriksa nadinya.


Li Yuwen hanya mengangguk mendengar pertanyaan Yao Jun, sedangkan Fang Yin yang kebingungan mencoba bertanya untuk memeriksa nadi Li Yuwen.


Li Yuwen mengizinkannya, dan beberapa saat setelahnya Fang Yin terkejut.


“Kualitas Tulang Emas? apakah tetua Zhang tidak salah menilai?” Fang Yin menjadi tertawa setelahnya.


Yao Jun kemudian lanjut bertanya kepada Li Yuwen dengan apa yang baru saja dia lakukan untuk mengelabuhi Zhang Wu.


Sebenarnya Li Yuwen menggunakan teknik khusus untuk menyembunyikan kualitas tulang miliknya, tetapi dia hanya menjawab itu sebagai teknik rahasia keluarganya agar tidak mendapatkan pertanyaan lebih lanjut.


Seakan mengerti hal itu, Yao Jun menjadi paham dan tidak melanjutkan tentang teknik yang digunakan Li Yuwen.

__ADS_1


Yao Jun dan Fang Yin kemudian tertawa kecil karena memikirkan reaksi yang akan di tunjukkan oleh Zhang Wu setelah mengetahui bakat Li Yuwen yang sebenarnya saat ujian penerimaan murid.


Selepas itu Fang Yin pergi sedangkan Yao Jun kembali melatih Li Yuwen namun tidak lanjut mengajarkan teknik berpedang, melainkan teknik ilmu meringankan tubuh yang sekiranya cocok untuk Li Yuwen gunakan.


Li Yuwen terus mendapatkan ajaran dari Yao Jun hingga tidak terasa hari mulai gelap, dan mereka memutuskan untuk istirahat dan akan melanjutkan latihan besok.


Dua hari berlalu sejak Zhang Wu berkunjung ke kediaman mereka, selama itu Li Yuwen terus menerus berlatih teknik pedang juga ilmu meringankan tubuh yang diajarkan oleh Yao Jun.


Yao Jun selalu takjub dengan kemampuan Li Yuwen yang mempelajari semua teknik yang diajarkannya dalam waktu singkat, bahkan lebih baik darinya, namun itu juga menambah wawasannya akan ilmu yang diajarkannya kepada Li Yuwen karena melihat kelebihan juga cara Li Yuwen menghilangkan kekurangan dari ilmu yang diajarkannya.


“Aku sedikit ragu dengan siapa sebenarnya yang menjadi guru.” Yao Jun tertawa kecil.


Kemudian tak lama setelah itu terdengar berita tentang kedatangan putri kaisar juga jendral kekaisaran yang mengunjungi sekte.


Berita itu pertama kali sampai ke telinga Zhang Wu kemudian dia bergegas menuju gerbang sekte untuk menyambut Tang Lian juga Jendral Liong.


Sesampainya disana Zhang Wu memperkenalkan diri kemudian menyambut mereka berdua dan segera menuntun masuk kedalam sekte, terlihat Zhang Wu banyak menceritakan kelebihan sekte Pedang Kilat juga kehebatan bakat cucunya.


Yang dilakukan oleh Zhang Wu sekarang adalah menjilat Tang Lian agar mendapat keuntungan darinya, tetapi Tang Lian terlihat tidak peduli dengan itu kecuali Jendral Liong yang terlihat kesal dengan sikap Zhang Wu yang mencoba menjilat ke arah Tang Lian demi keuntungan pribadi semata.


“Kalian belum memiliki tempat untuk menginap, bagaimana bila menginap di kediamanku? tenang saja karena kediamanku memiliki banyak kamar kosong juga keamanan yang tinggi,” ucap Zhang Wu dengan nada sedikit memaksa.


Tidak lama setelahnya datang seorang pria sepuh dengan tubuh sedikit pendek dan gemuk menghampiri mereka bertiga.


“Putri Tang Lian, Jendral Liong ... selamat datang.” Pria sepuh itu menyambut.


Jendral Liong juga Zhang Wu segera menoleh ke arah sumber suara dan menemukan orang yang mereka kenal.


“Salam Patriak.” Zhang Wu sedikit membungkukkan badan.

__ADS_1


“Patriak Xiang, lama tidak bertemu.” Jendral Liong menyapa dengan nada akrab.


Pria sepuh yang baru datang itu adalah Xiang Yong, kultivator terkuat di sekte Pedang Kilat sekaligus patriak sekte.


__ADS_2