Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 7 - Giok Kematian


__ADS_3

Suatu tempat di kota dimana pria bertopeng berada, terlihat 9 orang sedang berkumpul di ruangan yang cukup gelap.


9 orang di ruangan itu memakai sebuah topeng dan mengenakan jubah merah yang memiliki sebuah lambang gunung berwarna hitam.


Ruangan itu cukup sunyi, tidak ada dari kedelapan orang yang ada berani membuka suara karena keberadaan orang yang sedang duduk di tengah mereka.


Orang yang berada di tengah mengenakan topeng serta jubah yang sama seperti yang lain, tetapi ada satu hal yang membedakan dirinya dengan kedelapan orang yang tengah mengelilingnya.


Lambang gunung berwarna hitam di jubahnya berjumlah tiga gunung, sedangkan yang lain hanya satu gunung.


Kesunyian di ruangan gelap itu terpecah setelah kedatangan satu orang pria lagi yang mengenakan hal yang sama seperti mereka melalui pintu.


Orang yang baru datang itu berjalan dengan cepat menuju orang yang sedang duduk di tengah, dan orang yang di datanginya mulai membuka suara.


“Informasi apa yang sudah kau dapatkan?”


Orang yang baru masuk itu kemudian menjelaskan tentang kemunculan Monster Iblis Serigala Malam yang menyerang sebuah desa di dekat Hutan Seribu Monster. Dan dari cerita penduduk setempat mengatakan penyerangan itu baru saja terjadi 3 hari yang lalu.


Mendengar informasi itu membuat orang yang sedang duduk menjadi tertawa.


“Bagus ... akhirnya kita menemukan apa yang kita cari. Kita harus segera memburu serigala sialan ini sebelum orang lain datang dan memburunya lebih dulu.”


Belum sempat memberi perintah untuk segera berangkat, orang yang baru saja datang menyampaikan informasi yang lain.


Informasi itu membuat orang yang ada di depannya serta orang bertopeng yang lain menjadi terkejut.


“Apakah yang kau katakan itu benar?”


“Benar ketua, aku memang melihat kultivator Giok Kematian**** juga pergi ke arah Hutan Seribu Monster. Sepertinya dia juga mengincar hal yang sama seperti kita.”


Ketua yang di maksud berdecak kesal dan menendang kursi yang baru saja di dudukinya membuat kursi itu hancur berkeping-keping terbentur tembok.


Kekesalannya berhenti setelah dia mendapatkan sebuah ide di kepalanya.

__ADS_1


“Jika Giok Kematian memang mengincar hal yang sama maka itu akan membuat pekerjaan kita menjadi lebih mudah....” Terlihat sebuah senyum lebar di balik topengnya.


“Kita biarkan saja Giok Kematian melawan Monster Iblis Serigala Malam sendiri ... dan saat dia berhasil mengalahkannya kita hanya perlu membunuhnya dan mengambil apa yang kita cari.”


Ketua kelompok itu memerintahkan seluruh anggotanya untuk segera pergi ke Hutan Seribu Monster menyusul Giok Kematian.


***


Giok Kematian tiba di sebuah desa kecil setelah berjalan selama 1 jam dari kota yang baru saja di singgahinya.


Kondisi desa yang di datanginya sangat buruk, terlihat banyak mayat yang berserakan di tanah dan darah yang menghiasi jalan juga tembok-tembok rumah yang ada.


Giok Kematian mulai berkeliling ke sekitar dan mencari apakah ada orang yang selamat di desa malang itu. Namun hasilnya nihil, hanya ada tumpukan mayat yang di lihatnya.


Bahkan warga desa yang bersembunyi di dalam rumah juga tewas, itu di tambah dengan hancurnya beberapa rumah yang ada.


“Apa yang membuat Monster Iblis Serigala Malam menyerang desa ini? Sepertinya aku harus cepat membasminya agar tidak terjadi pembantaian yang lain ... Dan juga untuk menyelesaikan misiku.”


Giok Kematian kemudian melanjutkan perjalanannya berlari menuju Hutan Seribu Monster dengan cepat menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya.


“Lapor ketua, Giok Kematian mulai berlari ke arah Hutan Seribu Monster.”


“Sepertinya dia sedang terburu-buru, ayo kita ikuti terus Giok Kematian.”


"BAIK!" jawab 9 orang yang lain serentak.


***


Sesampainya di Hutan Seribu Monster, Giok Kematian mulai menelusuri hutan untuk menemukan Serigala Malam.


Namun sudah 3 jam berlalu sejak ia menelusuri hutan dan belum terlihat tanda-tanda akan kemunculan Monster Iblis Serigala Malam. Giok Kematian hanya menemukan sekelompok serigala buas sepanjang pencariannya.


Giok Kematian pun memutuskan untuk istirahat sejenak dan menilai situasi aneh yang terjadi.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan dia hanya menemukan sekelompok serigala buas yang menyerangnya, walaupun mudah baginya mengalahkan serigala buas tetapi akan cukup merepotkan jika mereka terus menerus muncul menyerangnya.


Serigala buas yang menyerangnya juga menggunakan sebuah strategi dalam menyerang dirinya, jika sekelompok hewan buas bisa melakukan hal seperti itu, artinya ada yang memberikan arahan kepada mereka untuk menyerang dirinya.


Meskipun strategi yang di gunakan biasa saja, namun itu sudah cukup menguras tenaganya karena di serang terus menerus selama 3 jam pencariannya, itu terlihat ada yang sengaja melakukannya agar ia kelelahan.


Semua kesimpulan itu di benarkan setelah terdengarnya suara lolongan yang cukup keras dari arah depan di tempatnya beristirahat.


Suara lolongan itu terhenti bersamaan dengan munculnya sesosok serigala yang cukup besar dengan panjang tubuh 5 meter di sertai gigi taring yang sebesar telur buaya dan memiliki bulu berwarna hitam pekat bagaikan langit malam tanpa bintang. Itu menjelaskan bahwa sosok baru saja muncul itu adalah Monster Iblis Serigala Malam.


“Sepertinya dugaanku benar,” ucap Giok Kematian sambil menarik pedang yang tersarung di pinggangnya.


Serigala Malam memerintahkan serigala-serigala yang ada di dekatnya untuk menyerang Giok Kematian, sama seperti sebelumnya itu bukanlah hal yang sulit untuk di tangani namun jumlah mereka cukup membuat Giok Kematian kerepotan.


Serigala Malam mulai menyerang Giok Kematian saat ia melihat perhatian Giok Kematian terfokus kepada serigala buas yang menyerangnya.


Giok Kematian menyadari serangan yang di lepaskan oleh Serigala Malam dan dengan cepat menghindarinya, namun masih terlihat sedikit bekas cakaran yang ada di pipinya.


“Serigala Malam ini cukup pintar ... Karena tau tingkat praktiknya lebih rendah dariku dia menggunakan jumlah untuk menguras tenaga ku dan mulai menyerang saat aku tidak memfokuskan diriku ke arahnya,” Batin Giok kematian.


Serigala Malam kembali memerintahkan sisa-sisa serigala yang ada untuk menyerang Giok Kematian. Namun tidak sama seperti sebelumnya, Giok kematian bergerak cepat ke arah Serigala Malam meninggalkan serigala buas yang menyerangnya.


“Jangan pikir aku akan terjebak trik yang sama dua kali.”


Giok Kematian melepaskan jurusnya ke arah Serigala Malam yang masih terkejut dengan yang di lakukan olehnya.


“Teknik Pedang Kilat : 10 Tebasan Kilat”


Karena tidak siap dengan serangan yang terarah padanya, Serigala Malam terkena 10 tebasan yang cukup cepat di seluruh tubuhnya.


Serigala Malam menjadi geram karena serangan yang mengenai dirinya, pikirannya menjadi tidak jernih dan mulai balas menyerang Giok Kematian secara membabi buta menggunakan cakar miliknya.


Mohon Maaf atas update yang tidak berjalan selama hampir 1 minggu.. Karena Author memiliki beberapa kesibukan.. Mohon Pengertiannya.

__ADS_1


Terima Kasih. :)


__ADS_2