Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 39 - Pil Vitalitas


__ADS_3

“Tuan putri akhirnya melakukannya....” ucap Jendral Liong sambil menghembuskan napasnya.


“Tidak apa-apa, aku juga sudah mengizinkannya ... siapapun pasti ingin mengukur kemampuannya dengan lawan yang kuat.” Xiang Yong mencoba menghibur Jendral Liong.


Tidak Jendral Liong sangka maksud dari urusan yang tadi dikatakan oleh Tang Lian adalah untuk menantang Li Yuwen bertarung.


“Aku menantangmu....”


Semua orang pun terkejut melihat Tang Lian mencoba menantang Li Yuwen yang bahkan bisa mengalahkan Zhang Hao walau memiliki bakat lebih tinggi darinya.


“Tapi kudengar tuan putri memiliki bakat yang lebih tinggi dari tuan muda Hao.”


“Benar, aku ingat sekarang ... tuan putri memiliki bakat tulang laut!”


”Apa? Benarkah? Kalau begitu bukankah murid tetua Yao itu akan kalah karena sudah bertarung begitu lama?”


Perbincangan antara mereka terus berlanjut hingga Li Yuwen menjawab tantangan dari Tang Lian, “Aku terima tantangan mu tuan putri ... tetapi maafkan aku bila pertarungan nanti tidak akan menyenangkan, karena tuan putri bisa lihat sendiri aku masih kelelahan.”


“Tidak perlu memikirkan itu.” Tang Lian kemudian mengibaskan tangannya di udara dan dari kibasan tangan itu keluar sebuah botol kecil berwarna putih yang sedang di tutup oleh kayu kecil di atasnya.


“Minumlah ini.” Tang Lian kemudian melemparkan botol kecil itu ke arah Li Yuwen yang lalu di tangkap olehnya.


Orang-orang yang melihat itu pun terkejut karena kemunculan botol kecil yang muncul di udara seperti keluar dari ruang kosong.


“Cincin dimensi!” teriak Xiang Yong sambil berdiri dari kursinya.


“Apa? Itu cincin dimensi?”.


Semua tetua pun terkejut mengikuti keterkejutan patriak mereka, cincin dimensi sendiri adalah barang yang sangat langka, dan melihat seorang gadis membawa itu dengan santainya tentu membuat perasaan mereka kacau.


Sekte Pedang Kilat sendiri sebenarnya juga memiliki cincin dimensi, tetapi itu hanya ada satu dan di simpan di dalam ruangan khusus yang hanya patriak sekte sendiri yang mengetahui tempatnya, karena memang terdapat banyak barang-barang peninggalan ataupun barang penting sekte yang di simpan di dalamnya.

__ADS_1


Namun disisi lain Yao Jun terlihat sedang mencoba mengingat sesuatu saat melihat ukiran cincin yang Tang Lian kenakan.


‘Bukankah Wen’er juga memiliki cincin yang serupa? Jangan bilang....’ Yao Jun kemudian menepis tebakan miliknya itu, karena menurutnya tidak mungkin juga bila yang dia pikirkan adalah benar, bila iya dari mana Li Yuwen mendapatkannya.


“Ini adalah ... pil vitalitas?!” ucap Li Yuwen.


Pil vitalitas adalah sebuah pil tingkat menengah yang di racik dari beberapa tanaman sihir khusus dan memiliki fungsi memulihkan segala jenis luka dan stamina tubuh, tidak hanya itu pil vitalitas juga bisa menambahkan lebih dari 100 kristal Qi secara instan, tetapi tidak bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang.


Melihat Tang Lian memberikan pil vitalitas begitu mudahnya pada Li Yuwen, tubuh Xiang Yong juga Jendral Liong menjadi lemas tidak berdaya, karena harga untuk satu pil saja setara dengan satu buah batu spiritual tingkat tinggi, atau seribu batu spiritual tingkat rendah.


Tanpa basa-basi Li Yuwen kemudian menelan satu pil dan setelahnya dia merasakan sebuah aliran Qi yang cukup hangat mengalir di sekujur tubuhnya yang menghilangkan rasa sakit di tubuhnya juga memulihkan seluruh tenaga miliknya.


“Sudah cukup?!”


“Ini sudah lebih dari cukup.”


Tang Lian kemudian meminta tetua kedua yang masih terlihat bengong dengan apa yang baru saja dia saksikan untuk menjadi wasit di pertarungan mereka berdua, panggilan Tang Lian kemudian menyadarkan tetua kedua.


Namun sebelum memulai pertandingan tetua kedua bertanya kepada Xiang Yong, “Patriak Xiang ... apakah ini tidak apa-apa?”


“Baiklah kalau begitu ... Bersiap!”


Mendengar aba-aba pertama, Tang Lian kembali mengibaskan tangannya, dan dari tempat yang tidak di ketahui muncul sebuah pedang yang tersarung dengan sebuah ukiran bunga mawar di gagang pedang itu, setelahnya Tang Lian lekas menarik pedang itu dan terlihatlah sebilah pedang berwarna merah mawar menghiasi seluruh mata pedang yang dia pegang, dari pedang itu juga terpancar aura yang cukup kuat.


“Senjata pusaka tingkat menengah kelas 1!” ucap Xiang Yong kaget.


Tubuh Xiang Yong kemudian menjadi semakin lesu melihat kekayaan yang dimiliki oleh keluarga kekaisaran yang bisa memberikan sebuah senjata pusaka kepada putri mereka yang bahkan harganya setara dengan pendapatan sekte mereka selama sebulan.


“Tidakkah menurutmu kau terlalu serius dengan pertarungan ini putri?”


“Aku tidak begitu bodoh membiarkan diriku kalah lagi dari orang yang sama....”

__ADS_1


“Itu....” Li Yuwen kemudian menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Setelahnya Li Yuwen menghunuskan pedang miliknya yang sedari tadi tersarung di pingganya dan idak pernah dia gunakan selama tes terakhir di mulai.


“Oh apakah dia akan menggunakan kemampuan berpedangnya?” Para penonton menjadi bersemangat.


“Mulai!”


**


“Cucuku kau tidak apa-apa?”


“Aku sudah tidak apa-apa kakek, sekarang aku ingin menyaksikan siapa yang akan menantang murid tetua Yao itu.”


Zhang Wu kemudian mendengus kesal saat Zhang Hao menyebutkan Li Yuwen.


“Bila saja dia tidak ada, aku yakin kau yang akan memenangkan pertandingan itu!”


Zhang Hao kemudian menggelengkan kepalanya, “Tidak apa-apa kakek, setidaknya itu membuatku tersadar bahwa masih ada yang lebih baik dariku, dan itu mengajarkanku untuk tidak menjadi terlalu sombong dengan apa uang kumiliki sekarang....”


Zhang Wu yang mendengar itu kemudian memahami maksud Zhang Hao, “Kakek mu ini tidak menyangka kau akan menjadi dewasa karena pertarungan itu, kalau begitu mari kita kembali kesana....”


Mereka berdua pun berjalan kembali menuju bangunan pertandingan, butuh sepuluh menit untuk sampai disana dengan berjalan biasa seperti yang mereka lakukan, lalu saat mereka sampai dan masuk kedalam, betapa terkejutnya mereka dengan apa yang mereka lihat.


Pedang Li Yuwen terus berbenturan dengan pedang pusaka milik Tang Lian, cukup susah bagi Li Yuwen untuk mengurangi dampak benturan yang di terima oleh pedang biasa yang dia gunakan melawan pedang pusaka itu, karena salah sedikit saja maka pedangnya akan hancur lebur akibat tekanan besar dari tebasan pedang Tang Lian yang cukup kuat.


‘Kemampuan berpedangnya meningkat ... bakatnya sungguh berbeda.’ batin Li Yuwen.


Tang Lian kemudian mengalirkan Qi miliknya lebih banyak ke dalam pedangnya, membuat kecepatan serangan miliknya menjadi lebih tinggi juga lebih kuat dari sebelumnya, Li Yuwen pun menjadi semakin kesusahan untuk menahan serangan Tang Lian.


“Dimana nasihat mu sebelumnya?” Tang Lian mencoba mengejek Li Yuwen.

__ADS_1


Namun ejekannya di abaikan oleh Li Yuwen, itu membuatnya sedikit marah kemudian Tang Lian mengeluarkan sesuatu dari pedangnya yang cukup mengejutkan semua orang.


“Itu ... perubahan energi!”


__ADS_2