Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 26 - Tetua Kilat


__ADS_3

“Sepertinya semua orang menjadi sibuk hari ini.”


“Benar juga! Apakah karena ini hari ujian penerimaan murid? Tidak ... biasanya tidak seramai ini....”


Terdengar suara keributan dari luar kediaman mereka, baik itu suara pria muda, gadis, bahkan suara orang-orang yang sedang berdagang.


**


“Kenapa arena pertandingannya di bangun lebih luas dari biasanya? juga lebih banyak tempat duduk untuk orang yang menyaksikan” tanya seorang pemuda dengan pakaian biasa.


“Ada alasan untuk itu ... kau sendiri akan tahu nantinya,” jawab pemuda yang ada di sebelahnya.


Terlihat banyak murid-murid Sekte Pedang Kilat yang sedang membangun dan menyiapkan tempat di area ujian penerimaan murid.


“Kuris-kursi itu ... aku jadi tidak sabar menantikan kemunculan 50 tetua sekte.”


“Benar ... aku juga, sangat jarang dapat melihat 50 tetua Sekte Pedang Kilat berkumpul di satu tempat seperti ini.”


Pemuda itu melirik satu persatu kursi yang disusun rapi, kemudian di tempat paling atas dia menemukan dua kursi tambahan yang terletak di samping kiri dan kanan tempat duduk patriak.


Pemuda yang lain melihat pemuda di sampingnya sedang kebingungan itu kemudian menerangkan bahwa itu adalah kursi untuk tamu yang baru saja tiba kemarin.


“Kursi tambahan itu juga yang menjadi alasan kenapa kursi penonton lebih banyak dari biasanya, tapi kau akan tahu sendiri saat tamunya tiba.”


Tempat mereka berada sekarang adalah di bangunan khusus yang sudah ada satu tahun setelah Sekte Pedang Kilat didirikan, tempat itu adalah bangunan yang sengaja di bangun dengan tujuan sebagai tempat untuk ujian murid baru dan tempat berlatih.


**


“Apa kau tidak apa-apa Wen’er?”


“Guru tenang saja ... bila guru mau aku akan mendapatkan peringkat satu di ujian nanti.”


“Bukan itu maksudku, kau baru berlatih beberapa hari di sekte ... aku takut bila kau gagal itu akan membuatmu sedih.”


“Tidak apa-apa guru, beberapa hari sudah lebih dari cukup untukku....”

__ADS_1


“Tapi–” Yao Jun menghentikan kata-katanya, dia memang tahu betul bahwa muridnya itu bisa menguasai teknik yang dia ajarkan hanya dalam sekali lihat, bahkan lebih baik dari yang dia lakukan.


“Baiklah, berusahalah semampu mu Wen’er, jadikan ujian ini juga sebagai pengalaman untukmu.”


“Murid mengerti....”


“Kalau begitu mari kita pergi, kita mungkin akan telat saat tiba disana.”


Mereka berdua pun pergi meninggalkan kediaman dan mulai berjalan menuju tempat ujian.


**


Di tempat ujian sudah terlihat banyak warga biasa maupun murid sekte yang memenuhi kursi penonton. Berbeda dari biasanya, terlihat lebih banyak wanita maupun gadis yang memenuhi tempat duduk begitu juga sebaliknya, banyak pria dari kalangan muda yang memenuhi area.


“Menurutmu siapa yang akan mendapatkan peringkat pertama tahun ini?”


“Tentu saja Zhang Hao, dia adalah calon murid jenius tahun ini.”


“Masa bodoh dengan itu semua, aku hanya ingin melihat kecantikan putri kaisar.”


Terlihat banyak penonton yang ramai membicarakan tentang apa yang akan terjadi saat ujian dimulai, dan mereka mulai bersorak riang setelah terdengar suara dari gendang yang cukup besar dipukul, menandakan ujian akan dimulai.


Tidak lama setelah suara itu terdengar, muncul pria sepuh maupun pria paruh baya dari belakang masing-masing kuris tetua dan mulai mendudukinya, para penonton yang melihat itu menjadi semakin heboh.


Setelahnya tiga pria sepuh yang lain turun dari arah langit dan mendarat di tempat duduk yang di tempatkan khusus berdekatan dengan tempat duduk patriak.


“Lihat-lihat, itu 3 Tetua Kilat....”


Tetua Kilat adalah sebutan untuk tiga tetua utama dari Sekte Pedang Kilat, dan merupakan tetua yang terkuat dari tetua lainnya, Zhang Wu termasuk di dalamnya dan menjadi yang ketiga.


Teriakan dari kalangan pria terdengar lebih heboh dari sebelumnya karena kedatangan tiga orang yang lain berjalan dan muncul dari belakang kursi yang paling atas, kursi patriak.


Dua diantaranya adalah pria sepuh sedangkan yang satunya lagi adalah seorang gadis muda yang mengenakan gaun indah berwarna merah dan memiliki paras sangat cantik.


“Putri aku mencintaimu!” teriak salah satu penonton yang ada.

__ADS_1


“Putri aku juga mencintaimu!”


“Putri Tang Lian ... aku adalah suamimu!”


Banyak teriakan dari pria yang ada disana dan ditujukan kepada Tang Lian yang sedang ingin duduk di tempatnya, Tang Lian yang melihat mereka menjadi kebingungan karenanya. Dipikirannya dia hanya ingin duduk ditempat yang sudah disediakan, tetapi pria yang ada menjadi heboh hanya karena itu.


Xiang Yong yang melihat kejadian itu hanya menghembuskan napasnya sekaligus menggelengkan kepalanya, Jendral Liong yang menyadari Xiang Yong hanya tertawa kecil karena sudah terbiasa melihat kejadian seperti itu di ibu kota.


“Semuanya tenang,” ucap Xiang Yong pelan, tetapi suara itu seperti menggema di dalam ruangan dan dapat di dengar oleh siapapun yang ada disana, hal itu di karenakan Xiang Yong menggunakan Qi miliknya untuk membuat suaranya lebih keras.


Setelah mengatakannya seluruh orang yang ada menjadi tidak bersuara dan hanya membiarkan Xiang Yong seorang yang berbicara.


“Hari ujian penerimaan murid akhirnya tiba, tahun ini kita memiliki lebih banyak calon murid dari biasanya ... ada 1000 orang yang saat ini sudah mendaftar ingin menjadi murid ... semoga tahun ini kita memiliki lebih banyak murid jenius dan mampu membanggakan Sekte Pedang Kilat.”


Xiang Yong kemudian duduk setelah berpidato singkat kemudian digantikan oleh tetua kilat kedua.


“Buka gerbangnya....” ucap tetua kedua singkat namun segera di turuti oleh orang yang sedang berdiri di dekat pintu gerbang.


Dari balik gerbang itu terlihat yang paling pertama masuk adalah seorang pria muda tampan dan di ikuti seorang gadis yang terlihat berumur sama seperti pria di depannya.


“Tuan muda Hao, aku mendukungmu!” sorak salah satu gadis yang duduk di kursi penonton dan di ikuti oleh gadis yang lain.


Sedangkan pria yang ada mulai mengingat siapa gadis cantik yang ada di belakang Zhang Hao.


“Itu ... apakah dia cucu tetua pertama, Qiao Wei? Kudengar dia melakukan latihan tertutup saat usianya genap 10 tahun.”


“Siapa yang peduli dengan itu?! Yang penting dia cantik.”


Setelah mereka banyak pria maupun gadis muda memasuki bangunan, dan penonton melihat sedikit kejanggalan di antara kerumunan yang baru masuk itu.


“Bukankah ada 1000 calon murid? kenapa hanya ada 999 yang terlihat?”


“Oh kudengar tetua Yao baru saja mengangkat seorang murid, mungkin mereka akan tiba tidak lama lagi.”


Benar seperti yang baru saja di katakan terlihat dua orang pria muncul dari balik gerbang, dua pria itu sama-sama mengenakan sebuah topeng untuk menutupi wajahnya.

__ADS_1


“Tetua Yao!” Salah seorang wanita mulai berteriak histeris.


__ADS_2