
“Tetua Yao!”
“Tetua, apa anda baik-baik saja?”
Para murid yang melihat Yao Jun terbaring di tanah segera mendatanginya, disana Yao Jun terlihat hanya menggelengkan kepalanya.
“Aku tidak apa-apa, hanya rasa sakit yang mengelilingi tubuhku ... dari pada itu, kalian masih memiliki pekerjaan yang harus di kerjakan bukan?”
Para murid kemudian melirik satu sama lain sebelum melirik ke area sekitar.
“Tetua Yao benar, kita masih harus menolong mereka yang terluka!” Ucap salah satu murid sebelum semua murid yang ada berlari ke segala arah mendatangi mereka yang terluka.
Sebenarnya dari pihak Sekte Pedang Kilat sendiri tidak ada yang terluka parah sama sekali, kebanyakan dari mereka hanya kelelahan juga luka-luka gores.
“Jangan ada satupun dari mereka yang menjadi tahanan, bunuh semua kelompok penjahat ini agar tidak ada lagi kekacauan seperti ini!” Zhao Lang memberi perintah.
Di tengah-tengah meredanya peperangan itu, Yao Jun masih terbaring lemah di tanah, begitu juga dengan Mata Iblis yang bahkan tidak bisa menggerakkan jarinya.
“Ku–kurang ajar! Aku tidak boleh mati di tempat ini! Aku harus bisa membalaskan dendam rekanku yang gugur!”
Mata Iblis terlihat ingin bangkit dari tanah, namun apa daya dia sudah sangat kelelahan bahkan setitik Qi pun tidak ada sama sekali di dalam kristal Qi miliknya.
“Bagaimana dengan orang itu suamiku? Apakah kita membiarkannya begitu saja?” Zhao Xu bertanya.
“Untuk saat ini mari kita ikat saja pemimpin penjahat ini, biarkan tetua Yao yang memutuskan karena dialah yang mengalahkannya....”
Zhao Lang kemudian mengambil sebuah tali yang cukup tebal dan panjang lalu berjalan mendekati tubuh Mata Iblis.
“Lihatlah dirimu, apakah kau tidak pernah mendengar kejahatan akan selalu kalah di hadapan kebaikan?” Zhao Lang mengejek Mata Iblis.
“Tunggu saja kau–” Mata Iblis melotot ke arah Zhao Lang dan setelah itu dia memuntahkan darah dari mulutnya.
Disisi lain, dari kejauhan terlihat dua orang bertopeng dan berjubah hitam sedang mengintai.
__ADS_1
“Misi yang diberikan kepada mereka telah gagal, bawa pemimpin bandit itu!” Salah satu dari kedua orang itu memerintahkan.
“Hey, kenapa kau disini yang memerintah?!”
“Karena ilmu meringankan tubuh milikmu lebih baik dari ku, apa itu cukup sebagai penjelas?”
Orang yang diperintah kemudian berdecak kesal sebelum pergi dari tempat mereka bersembunyi.
“Harusnya aku jangan terlalu giat melatih ilmu meringankan tubuh ini dulu....”
**
Triliunan kilometer jauhnya dari tempat Li Yuwen berada, terlihat sebuah istana megah yang menjulang luas dan terbangun di atas benda putih yang terlihat seperti gumpalan awan.
Di dalamnya, terlihat seorang pria yang sedang duduk di kursi sederhana dan sedang melihat ke arah sebuah pot yang berisi air, disana juga terdapat seekor kucing kecil yang memiliki bulu berwarna putih bersih, sedangkan matanya berwarna biru terang bagaikan langit cerah.
“Cat, kurasa ini sudah saatnya kau pergi kesana, aku sudah mendapatkan gambaran masa depan anak muda itu....” Ucap pria yang duduk di kuris dengan lembut.
“Kenapa tidak kau saja yang pergi kesana? Dan juga keempat saudaraku yang lain juga bisa kau suruh untuk ke tempat anak itu selain aku!”
“Eh, hentikan senyumanmu itu, tidak ada yang kuat menolakmu jika kau tersenyum seperti itu!”
“Cat ... tolonglah?!” pria itu tetap tersenyum ke arah kucing yang sedang menatap dirinya.
“Baiklah-baiklah, tetapi sebaiknya kau berikan aku ginseng berumur satu juta tahun milikmu nanti.”
Sama seperti sebelumnya, pria itu tetap tersenyum ke arah kucing putih itu.
“700.000 tahun? 500.000? 100.000?” Kucing itu terus menawar namun pria di depannya hanya diam.
Hal itu membuat kucing putih itu sedikit kesal sebelum akhirnya menyerah, “Baiklah, akan kulakukan tanpa imbalan sedikitpun....”
“Terima kasih cat, kau memang kucing yang baik.” Pria itu tersenyum sembari mengelus dagu kucing putih.
__ADS_1
“Hei hentikan ini, aku lebih tua darimu!” Walaupun berkata demikian, kucing itu tetap memejamkan matanya menandakan dia merasa nyama dengan itu.
“Baiklah aku akan pergi sekarang, selamat tinggal.” Di bawah kaki Kucing putih itu kemudian muncul sebuah lingkaran sihir yang setelahnya mengeluarkan cahaya yang menyelimuti tubuhnya.
“Cat tunggu!” Pria yang duduk memanggil kucing putih itu namun kucing itu sudah melesat bagaikan cahaya terbang menjauh dari istana.
Pria itu kemudian menghembuskan napasnya, “Padahal aku ingin mengirimnya menggunakan teknik teleportasi terbaru milikku. Biarkan saja kalau begitu, lagi pula cat akan tiba disaat yang pas bila jalan dengan kecepatan itu....”
“Kenapa tidak kau saja yang pergi? Bukankah kalau kau yang pergi kesana itu hanya akan memakan waktu beberapa detik saja?”
Terlihat seekor kera kecil keluar dari kalung yang dikenakan pria yang sedang duduk.
Pria itu kemudian hanya menggelengkan kepala, “Aku harus melindungi sembilan alam dari semesta lain yang mungkin akan menyerang, jadi aku tidak bisa melakukannya.”
“Hei, bukankah kau sendiri bahkan bisa mengalahkan para pemimpin semesta lain sendirian bahkan bila mereka semua bergabung sekalipun?”
“Aku tidak bisa melakukannya, kau tahukan mereka bertiga tidak akan mengizinkan ku melakukannya?”
Kera itu kemudian meneguk air liurnya, “Ka–kau benar, ketiga orang itu cukup menakutkan, bahkan saudara tertua sekalipun tidak ingin menemui mereka....”
Mendengarkan itu, pria yang duduk tertawa kecil, “Mari kita serahkan saja kepada cat untuk membimbing anak itu, aku akan sekali-kali mengirimkan proyeksi ku untuk membantu.”
———
Maaf agak lama karena saya juga ada kesibukan lain, dan ada sedikit pemberitahuan yang ingin saya sampaikan kepada para pembaca terhormat sekalian.
Mulai sekarang update novel ini akan di up setiap tiga hari sekali, alasannya adalah di arc pertama saya sering menulis update terbaru berdekatan dengan jam update yaitu jam sepuluh, jadi saya tidak memiliki kesempatan untuk mengkoreksi ulang tulisan terbaru.
Walaupun begitu saya akan sekali-kali mencoba update dua bab sekaligus, jadi itu yang ingin saya sampaikan, mohon maaf kepada pembaca yang mungkin menyukai novel ini namun karena kendala yang ada jadwal update berubah total, dan sedikit tambahan jam update di ubah dari jam sepuluh menjadi jam dua belas malam.
Terakhir saya mohon maaf kepada beberapa pembaca yang mungkin membenci saya karena ketidakmampuan penulis untuk memenuhi tanggung jawab yang ada. Sedikit rahasia, saya sendiri sebenarnya setelah arc satu tidak ingin melanjutkan novel ini lagi karena sudah tidak semangat seperti dulu lagi, ditambah beberapa komentar yang cukup menusuk.
Tetapi tetap saya lanjutkan karena ada beberapa yang masih menyemangati.
__ADS_1
Sekian~