
Setelah kemunculan mereka berdua, tidak sedikit orang-orang yang ada menjadi terkejut melihat Yao Jun yang ternyata benar-benar mengangkat seorang murid, dan untuk mereka yang iri dengan Yao Jun mulai mencibir dirinya karena muridnya juga mengenakan topeng untuk menutup wajahnya.
“Jadi anak itu adalah murid dari Jun’er, aku penasaran dengan apa yang akan di tunjukkan olehnya,” ucap Xiang Yong.
“Heh menunjukkan wajah saja tidak mau seperti gurunya, tetua Yao memang tidak bisa menjadi seorang guru ataupun tetua disini ... ajarannya sungguh aneh,” sindir salah satu tetua dan diikuti oleh tetua lain yang memang iri dengan Yao Jun.
Diantara reaksi kebanyakan orang, hanya ada satu yang menunjukkan sikap yang berbeda, “Orang itu adalah calon murid?” ucap Tang Lian yang terkejut setelah mengetahui Li Yuwen bukanlah seorang senior maupun tetua.
“Jangan paksakan dirimu Wen’er ... berusahalah semampu yang kau bisa.”
Li Yuwen menganggukkan kepalanya untuk menjawab kata-kata yang di keluarkan oleh Yao Jun, kemudian mereka berdua duduk ketempat masing-masing yang sudah disediakan.
Yao Jun berjalan mendekati tempat duduk miliknya dan sebelum duduk seseorang menyapa dari sebelahnya.
“Tetua Yao kau sedikit telat di hari yang penting untuk muridmu itu.”
Yao Jun yang mendengar namanya disebutkan segera menoleh ke arah sumber suara itu dan menemukan seorang pria yang sangat dikenalinya, “Tetua Fang? Bagaimana kau bisa duduk di tempat tetua ke 32?”
“Aku tadi baru saja meminta bertukar tempat dengan tetua ke 32 dan dia mengizinkan, aku sengaja melakukannya agar lebih enak membahas tentang muridmu di ujian penerimaan murid tahun ini.”
Yao Jun yang mendengar jawaban itu hanya tersenyum tipis karena walaupun ini adalah hari yang membahagiakan dengan resminya Li Yuwen menjadi muridnya, namun bisa saja Li Yuwen gagal setelah ujian penerimaan murid dimulai, karena dia tahu bahwa Li Yuwen baru berlatih beberapa hari di Sekte Pedang Kilat.
“Mari kita lihat apa yang akan terjadi....” balas Yao Jun.
__ADS_1
**
Li Yuwen yang melihat satu kursi kosong segera mendekatinya dan bermaksud untuk mendudukinya, namun suatu masalah terjadi saat dia akan duduk di kursi itu.
Seorang pria muda menghalanginya untuk duduk bahkan mendorong tubuhnya, “Kau pergilah duduk di tempat lain! Tempat ini sudah menjadi milik tuan muda Zhang Hao dan di tujukan untuk nona Qiao Wei!”
Li Yuwen yang merasa di rendahkan dengan itu hanya diam saja karena tidak ingin membuat masalah untuk gurunya. Baginya, kalau dia mau Li Yuwen sudah bisa mematahkan lebih dari 10 tulang tubuh pemuda yang ada didepannya.
Setelahnya Li Yuwen melihat di belakang pemuda itu terlihat seorang pria muda tampan sedang duduk dengan elegannya dan menatap lurus ke arah Tang Lian, pria muda itu adalah Zhang Hao.
Li Yuwen yang menyadari tatapan Zhang Hao hanya menggelengkan kepalanya dan segera melirik ke arah lain untuk mencari Qiao Wei agar dia bisa segera duduk, tidak membutuhkan waktu yang lama baginya untuk menemukan Qiao Wei melihat banyaknya pria yang ada disana sedang mengelilingi seorang gadis.
Li Yuwen pun berjalan mendekati kerumunan itu dan mulai berbicara kepada Qiao Wei yang berada di tengah.
“Nona ... pemuda itu bilang tempat duduk mu berada disana, jadi bersediakah nona memberikan kursi yang seharusnya menjadi tempat ku untuk duduk?”
Li Yuwen hanya menghembuskan napasnya kemudian berjalan kembali menuju tempat duduk yang sebelumnya dihalangi oleh bawahan Zhang Hao.
“Kau mendengarnya? Jadi sudah tidak ada masalah lagi untukku duduk disini,” ucap Li Yuwen kepada bawahan Zhang Hao.
“Ya aku mendengarnya, lalu kenapa? Jangan anggap dirimu begitu hebat hanya karena diangkat menjadi murid oleh tetua Yao yang jenius.”
Zhang Hao yang ada dibelakangnya tidak memperhatikan mereka berdua, setelah melirik Tang Lian dia menolehkan pandangannya ke arah Zhang Wu yang sedang memberikan isyarat tangan padanya.
__ADS_1
’Aku mengerti kakek, akan kulaksanakan rencana yang kita bicarakan sebelumnya untuk membuat putri Tang Lian tertarik padaku.’ batin Zhang Hao sambil menganggukkan kepalanya untuk menjawab isyarat Zhang Wu.
Disisi lain Li Yuwen masih beradu mulut dengan bawahan Zhang Hao yang tidak mengizinkannya untuk duduk, walaupun Li Yuwen hanya menjawab dengan santai tetapi berbeda dengan orang di depannya yang selalu membalasnya dengan nada tinggi juga kasar.
“Aku ingin melihat seberapa hebat dirimu yang menjadi murid tetua Yao, aku bahkan tidak merasakan sedikit pun Qi darimu ... sepertinya kau hanya akan menjadi cacat seperti gurumu it—” Kata-kata bawahan Zhang Hao terhenti setelah tubuhnya mulai gemetar ketakutan dan mengeluarkan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
“Aku sudah cukup sabar menghadapimu, tetapi sepertinya kau sudah bosan untuk melihat matahari terbit....” balas Li Yuwen pelan tetapi dengan nada yang begitu dingin dan menusuk.
Yang baru saja Li Yuwen lakukan adalah mengeluarkan aura pembunuh miliknya yang dia kumpulkan dari membunuh banyak binatang buas di Hutan Seribu Monster selama tiga tahun berlatih disana.
Tidak hanya bawahan Zhang Hao, bahkan Zhang Hao sendiri menjadi merinding dan segera menoleh kebelakang untuk melihat sumber ancaman, tidak hanya dia banyak dari peserta lain yang ada juga menoleh ke arah Li Yuwen karena merasa tiba-tiba merinding ketakutan, Qiao Wei pun salah satunya.
“Menyingkir,” lanjut Li Yuwen dengan nada dinginnya.
Pemuda di depannya hanya membeku di tempatnya bahkan terlihat sebuah air mengalir dan mulai membasahi celananya, dan setelah itu tidak ada yang berani menyinggung Li Yuwen karena mengira mungkin dia sama haus darahnya seperti Yao Jun yang sangat membenci orang yang menyimpang.
Disisi lain di tempat duduk khusus patriak berada, karena merasa waktunya sudah cukup Xiang Yong berdiri dari duduknya kemudian membuka suara, “Ujian penerimaan murid tahun ini mari kita mulai.”
–––
Hai author disini ... ini bukan pengumuman hiatus atau sejenisnya tetapi ini saya tambahkan untuk sebuah pertanyaan.
Pertanyaannya simple, menurut kalian jam berapa jadwal untuk update novel ini yang sekiranya cocok untuk kalian yang membaca?
__ADS_1
Bila memiliki pendapat silahkan berikan di kolom komentar agar saya selaku author bisa menstabilkan jadwal update novel ini, karena saya sendiri bingung harus update jam berapa tiap harinya ... selama ini saya hanya menulis saat mood sedang bagus, oleh karena itu jam update tidak menentu bahkan bisa tidak update sehari.
Itu saja yang ingin saya sampaikan dan terima kasih bila kalian memberikan respon terhadap pertanyaan simple yang author tanyakan, selamat membaca.