Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 40 - Paras Li Yuwen


__ADS_3

Terlihat sebuah api yang cukup besar pada mata pedang Tang Lian yang muncul entah dari mana.


“Itu ... perubahan energi?” Para kultivator yang ada mengetahui apa yang baru saja Tang Lian lakukan.


“Apakah itu artinya tuan putri sudah mulai membentuk akar spiritual miliknya?” ucap Xiang Yong.


Perubahan energi adalah sebuah tahap dimana seorang kultivator bisa mengubah Qi di dalam dantian yang mereka miliki menjadi unsur atau elemen alam untuk digunakan dalam berbagai hal, salah satunya adalah digunakan untuk bertarung.


Perubahan energi sendiri tidak bisa di lakukan bila tidak mengaktifkan akar spiritual karena akar spiritual lah yang akan menyerap Qi dari kristal Qi yang tersimpan di dalam dantian dan mengubahnya menjadi suatu elemen, seorang kultivator sendiri akan benar-benar menjadi seorang kultivator bila mereka sudah berhasil mengaktifkan akar spiritual mereka di dalam dantian, dan biasanya akar spiritual akan aktif pada tahap saat akan mencapai tingkatan raja kelas 1.


Untuk manusia biasa, perubahan energi sendiri lebih akrab disebutkan sebagai sihir karena memang yang para kultivator lakukan sangat mirip dengan sihir yang di ceritakan dalam buku-buku, dan sebutan itu juga sering di pakai oleh para kultivator.


Akar spiritual di bagi menjadi lima elemen yaitu api, air, angin, tanah, dan logam. Namun sebenarnya masih ada elemen khusus lain seperti Yao Jun yang memiliki akar spiritual berelemen petir, itu juga yang membuat dirinya berkembang dengan sangat cepat karena kebanyakan teknik yang ada di sekte Pedang Kilat adalah berelemen petir.


Walaupun begitu seseorang yang tidak memiliki akar spiritual berelemen petir tetap bisa menggunakannya, namun dengan syarat menggabungkan elemen yang di butuhkan untuk mengeluarkannya, seperti memadukan elemen air dengan angin maka akan menghasilkan elemen petir.


Selain dari kualitas tulang, bakat seorang kultivator juga dilihat dari akar spiritual yang mereka miliki, semakin sedikit jumlah elemen dari akar spiritual yang mereka miliki maka akan semakin bagus. Yao Jun sendiri memiliki akar spiritual berelemen tunggal yaitu elemen petir, itu juga yang membuat teknik petir miliknya lebih kuat di banding para tetua yang lain.


Karena ada syarat untuk pengaktifan akar spiritual, biasanya beberapa sekte besar hanya menerima murid yang akar spritualnya sudah aktif agar lebih mudah mengetahui bakat asli mereka di banding hanya mengecek kualitas tulang saja.


Ada dua jenis perubahan energi atau sihir, yang pertama adalah mengendalikannya sebatas menggabungkannya pada benda seperti yang Tang Lian lakukan, dan yang kedua adalah melepaskannya seperti saat Yao Jun menggunakan teknik Kilat Menyambar Bumi.

__ADS_1


Namun di jenis kedua seorang kultivator perlu menggunakan sebuah segel tangan khusus untuk melakukannya, fungsinya adalah agar aliran Qi yang di serap oleh akar spiritual bisa di ubah menjadi elemen tanpa perlu memfokuskan diri kedalamnya. Kuat lemahnya elemen yang di keluarkan tergantung dari seberapa banyak segel tangan yang di bentuk untuk mengeluarkan teknik yang akan di gunakan.


**


“Tuan putri bisa menggunakan sihir?” ucap Zhang Hao yang baru saja memasuki bangunan bersama kakeknya.


Api membara yang muncul di pedang Tang Lian cukup panas bagi orang-orang yang ada di dekatnya karena Tang Lian sendiri menggunakan Qi cukup banyak untuk itu, dan tanpa pikir panjang Tang Lian segera menyerang Li Yuwen menggunakan pedang pusaka yang di lapisi oleh api itu.


‘Ini sedikit gawat....’ batin Li Yuwen sembari menghindari setiap serangan yang terarah padanya.


Li Yuwen terus bersusah payah menghindari serangan pedang Tang Lian, karena bila dia menahannya menggunakan pedang yang dia punya maka tidak dipungkiri pedang itu akan patah dan meleleh akibat panas dari pedang Tang Lian.


Lalu tanpa terasa sudah lebih puluhan serangan yang Tang Lian lepaskan namun tidak ada satupun yang berhasil mendarat pada Li Yuwen, Tang Lian kemudian berdecak kesal karenanya.


“Lalu apa aku harus menerima serangan mu itu secara suka rela? Tentu itu akan membakar habis tubuhku.” Li Yuwen mencoba mengelak.


“Kau!” Tang Lian semakin kesal dengan Li Yuwen yang selalu menjawabnya tanpa beban.


Puluhan serangan lainnya berlalu dan kini akhir dari pertarungan itu mulai terlihat dengan terpojoknya Li Yuwen di sudut arena pertandingan.


“Sekarang kau tidak bisa lagi menghindar, akan ku tebas tubuhmu hingga hangus terbakar.”

__ADS_1


“Itu sedikit menakutkan,” ucap Li Yuwen sembari meneguk liurnya karena ucapan gadis di depannya tidak menunjukkan nada dari orang yang sedang berbohong.


“Ternyata muridku juga bisa di kalahkan oleh orang seusianya....” Yao Jun bergumam melihat Li Yuwen yang sedang terpojok.


“Apakah ini akhirnya?”


“Ini kemenangan telak untuk tuan putri.”


Penonton pun juga bisa menebak apa yang akan terjadi, setelah itu Tang Lian melepaskan sebuah tebasan kepada Li Yuwen yang sudah tidak memiliki ruang lagi untuk menghindar, namun perkataan Li Yuwen membuatnya berhenti melanjutkan serangannya yang sudah hampir menyentuh tubuh Li Yuwen.


“Aku menyerah!” ucap Li Yuwen kepada Tang Lian.


Tang Lian yang mendengar itu kemudian berhenti menyerang dan merasakan sebuah perasaan senang dan lega di dalam hatinya karena bisa mengalahkan orang yang membuatnya tidak berkutik semalam, lalu gadis itu menghilangkan api dari pedangnya setelahnya tetua kedua mengumumkan kemenangan Tang Lian.


Namun sebuah kejadian mengejutkan terjadi sebelum tetua kedua mengumumkan kemenangan itu. Sebelum mematikan api dari pedangnya, api yang Tang Lian keluarkan ternyata sudah membakar tali pengikat topeng yang Li Yuwen kenakan tanpa dirinya sadari.


Lalu topeng itu pun terjatuh dan memperlihatkan paras seorang pria muda yang begitu tampan bagaikan sebuah pahatan yang berasal dari surga, seluruh orang yang ada di ruangan itu menjadi diam tidak bersuara karena terlalu fokus melihat wajah yang ada di balik topeng itu.


Hanya ada satu orang yang menghembuskan napasnya setelah topeng yang Li Yuwen kenakan jatuh, “Sepertinya kediamanku akan menjadi lebih ramai dari biasanya....” ucap Yao Jun sambil menggelengkan kepalanya.


Li Yuwen yang menyadari topengnya terjatuh segera mengambilnya dan kembali memasangkannya di wajah walau dia menahannya karena tali pengikatnya sudah terbakar habis, setelah itu dia bergegas turun dari arena dan meninggalkan bangunan berjalan kembali menuju kediaman.

__ADS_1


Tidak lama setelah dia meninggalkan bangunan seluruh wanita dan gadis berteriak histeris karena tidak pernah melihat seorang manusia yang memiliki paras tampan seperti itu. Tang Lian juga tidak bergerak dari tempatnya setelah melihat wajah Li Yuwen, tanpa dia sadari jantungnya berdegup kencang memikirkan wajah yang baru saja dia lihat itu.


“Sial ... kenapa ada pria seperti itu di dunia ini,” ucap kebanyakan pria yang ada disana.


__ADS_2