
Di pagi hari berikutnya Li Yuwen dan Yao Jun yang sudah siap dengan semua persiapan mereka, keduanya mulai berjalan menuju gerbang sekte yang disana sudah terlihat kumpulan murid pria yang disiapkan oleh Xiang Yong.
Xiang Yong sendiri sudah berdiri disana menunggu kedatangan Li Yuwen dan Yao Jun bersama dengan Tang Lian dan Jendral Liong.
Disaat tiba Yao Jun dan Li Yuwen memberi hormat kepada Xiang Yong dan menyapa Jendral Liong juga Tang Lian.
“Patriak, ada berapa banyak semua murid yang anda kumpulkan?” Yao Jun melirik ke arah kumpulan murid yang sedang berbaris, dan tentunya mereka menatap ke arah Tang Lian.
Xiang Yong kemudian menjelaskan bahwa dia mengumpulkan total 100 murid inti dan senior, 75 diantaranya adalah murid senior yang rata-rata memiliki tingkatan raja kelas 1 dan 25 sisanya adalah murid inti yang rata-rata memiliki tingkatan raja kelas 2.
“25 murid inti? Bukankah itu mendekati setengah total murid inti yang kita miliki? Apakah itu tidak apa-apa patriak?”
“Kebanyakan dari mereka mengajukan diri sendiri untuk membantu saat aku sedang mengumpulkan murid.” Xiang Yong menghembuskan napasnya.
Tidak butuh waktu yang lama bagi Yao Jun untuk mengetahui alasan mereka mau mengajukan diri membantunya dalam misi, Itu diketahui hanya cukup melihat semua mata yang memandang ke arah Tang Lian.
‘Semoga mereka tidak kecewa dengan kenyataan yang akan mereka ketahui sebentar lagi.’ Yao Jun menggelengkan kepalanya
“Yuwen!” Tang Lian berjalan mendekati Li Yuwen yang berdiri dekat dengan pintu gerbang.
‘Yuwen!’ batin semua murid yang sedang berbaris mendengarkan perkataan Tang Lian.
“Ada apa putri Lian?” jawab Li Yuwen yang seketika membuat wajah Tang Lian terlihat cemberut, dan setelah menyadari kesalahan yang baru dia buat Li Yuwen segera meluruskannya.
“Ah maaf ... maksudku ada apa Lian?” Li Yuwen terbatuk pelan sebelum meluruskannya.
‘Lian!’ Setiap murid yang ada disana berteriak serentak di dalam hati mendengar Li Yuwen memanggil nama depan Tang Lian.
”Sial ... aku tahu ketampanan Li Yuwen itu tidak manusiawi, tapi kenapa harus secepat ini?!” Salah seorang murid berbicara dengan pelannya tetapi bisa di dengarkan oleh semua murid lain yang ada.
Tang Lian kemudian memasang senyum ke arah Li Yuwen karena namanya di panggil dengan benar, dan tanpa sepengetahuannya senyuman yang dia perlihatkan membuat beberapa murid meneteskan matanya.
__ADS_1
“Senyuman itu!”
“Aku ... aku ... berterimakasih karena sudah dilahirkan!”
“Kita harus melindungi senyuman itu, senyum yang indah itu!”
Semua murid itu kemudian bersorak sekeras yang mereka bisa, hingga membuat Jenderal Liong takjub padahal yang sedang terjadi adalah kesalahpahaman.
“Murid-murid Sekte Pedang Kilat sungguh bersemangat dalam memerangi kejahatan, mereka bahkan sudah berteriak seperti seorang ksatria sebelum mereka mulai bertarung!” Jendral Liong memuji sembari tertawa lantang melihatnya.
“Mereka belum pernah menjadi membara seperti ini ketika melaksanakan misi yang di berikan oleh sekte, apa yang terjadi?” Xiang Yong melihat mereka dengan kebingungan
Tang Lian yang sudah berdiri di depan Li Yuwen kemudian mengambil sesuatu dari dalam sakunya dan memberikannya kepada Li Yuwen, barang itu adalah sebuah manik giok sebesar ibu jari yang cukup indah dengan ukiran mengelilingi di seluruh permukaannya juga sedikit mengeluarkan cahaya ke hijauan.
“Apa ini Lian?” Bersamaan pertanyaan Li Yuwen, semua mata yang ada disana memandangi manik giok yang sedang di pegangnya.
Tang Lian menjelaskan kepada Li Yuwen bahwa yang dia berikan adalah sebuah manik keberuntungan yang sudah di wariskan secara turun-temurun dari 10.000 tahun yang lalu.
Li Yuwen yang sudah mengetahui manik apa yang sedang di pegangnya kemudian menyerahkannya kembali kepada Tang Lian.
“Benda seberharga ini tidak mungkin untukku membawanya....” Li Yuwen menyodorkan manik giok yang ada di tangannya.
Namun Tang Lian tidak mengambilnya kembali dan malah mendorong pelan tangan Li Yuwen.
“Tidak apa-apa, itu untuk membantu kalian beruntung saat menjalankan misi nanti....”
Sembari mengatakan itu jantung Tang Lian berdegup kencang tidak karuan karena menyentuh tangan Li Yuwen, sedangkan disisi lain murid-murid yang mendengarkan mulai mengolah perkataan Tang Lian barusan.
“Nanti?”
“Apakah itu artinya....”
__ADS_1
“Putri ... tuan putri tidak akan ikut bersama kita?”
Xiang Yong yang mendengarkan gumaman para murid sekte kemudian menghembuskan napasnya karena mengetahui alasan mereka mengajukan diri untuk membantu Yao Jun dalam melaksanakan misi adalah, karena mereka berpikir Tang Lian akan ikut juga dalam perjalanan dan membantu jalannya misi bersama yang lain.
Di tengah-tengah kekecewaan itu Jendral Liong membuka suara.
“Maafkan kami karena tidak ikut membantu, karena kemarin tuan putri baru saja di serang oleh kultivator dari Organisasi Gunung 7 Dosa ... jadi untuk menghindari hal serupa saya memutuskan untuk tidak ikut terlibat dalam misi agar keselamatan tuan putri tidak terancam.”
Mereka pun terkejut dengan perkataan Jenderal Liong barusan, cukup sulit di percaya dengan ketatnya penjagaan di sekte tetapi masih bisa di susupi oleh orang-orang dari aliran hitam dengan mudah. Tetapi di tengah ketidakpercayaan itu mereka juga bersyukur karena Tang Lian baik-baik saja, dan di dalam hati mereka berterima kasih kepada Li Yuwen.
‘Kenapa mereka semua menatapku dengan senyuman?’ Li Yuwen menemukan dirinya sedang di tatap banyak pasang mata.
Tang Lian yang melihat Li Yuwen belum juga menyimpan manik yang dia berikan kemudian kembali membuka suara.
“Bila kau tidak ingin menyimpannya, bawa saja itu hingga misi kalian tuntas ... lalu setelahnya kembalikan saja manik itu kepadaku, tetapi harus kau sendiri yang menyerahkannya kepadaku.”
Li Yuwen akhirnya hanya bisa menerima keputusan itu karena dapat dilihat dari wajah Tang Lian bahwa dia serius dengan apa yang dikatakannya dan tidak akan mendengarkan penolakan dari Li Yuwen.
Kemudian wajah Tang Lian terlihat tersenyum kembali saat melihat Li Yuwen menyimpan manik giok yang dia berikan ke dalam sakunya, dan sekali lagi para murid yang berbaris tidak jauh dari mereka berdua kembali tersenyum haru sekaligus bahagia melihat senyum yang di perlihatkan oleh Tang Lian.
“Baiklah, agar tidak berlama-lama lagi disini dan bisa sampai secepat mungkin, mari kita mulai perjalanan ini.” Yao Jun menatap ke arah rombongan murid yang ada di depannya.
“Berhati-hatilah Jun’er!”
“Berhati-hatilah Yuwen!”
Kedua orang yang dimaksud dan rombongan murid pun memulai perjalanan misi kekaisaran.
–––
Maaf karena tidak update, banyak pekerjaan lain....
__ADS_1