Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 45 - Satu Jurus


__ADS_3

Penyusup itu kemudian mengunakan Qi untuk menghentikan aliran darah di lengan kirinya, dan setelah itu dia melihat lengannya yang tergeletak tidak jauh dari tempatnya berdiri juga mendengar sebuah ejekan yang di lontarkan oleh pemuda di depannya, amarah dan rasa haus darah pria Gunung 7 Dosa itu pun terlepas tidak karuan.


Seluruh aura pembunuh yang dia miliki kini di lepaskan semua olehnya dan diarahkannya kepada Li Yuwen, dan kini Li Yuwen pun merasakan tubuhnya menjadi beberapa kali lebih berat dari sebelumnya


‘Hanya sebanyak ini?’ batin Li Yuwen sembari tersenyum tipis dari balik topengnya.


Li Yuwen kemudian melapisi dirinya menggunakan aura miliknya untuk menghilangkan tekanan aura dari pria di depannya, sedangkan Tang Lian yang samar-samar merasakan aura pembunuh itu menjadi sedikit merinding karena belum pernah merasakan aura pembunuh sebanyak itu.


Penyusup itu pun berdecak kesal sebelum membentuk berbagai segel tangan untuk mengeluarkan teknik sihir miliknya.


“Hembusan Api Dosa!”


Setelah mengatakannya dia menghembuskan sebuah api yang cukup besar dari mulutnya mengarah dimana Li Yuwen dan Tang Lian berada.


“Celaka!” Li Yuwen yang menyadari pria di depannya akan melakukan sihir segera berbalik badan dan berlari menuju Tang Lian yang masih terduduk kemudian segera menggendongnya dan menjauh dari area serangan sihir yang sudah terlepas itu.


“Mau kabur? Jangan harap!”


Orang itu pun kembali membentuk segel tangan secepat yang dia bisa, dan setelah selesai dia merapalkannya.


“Dinding Tanah Dosa!”


Lalu sebuah tanah besar menjulang tinggi dari bawah yang kemudian menutup arah kabur Li Yuwen.


Merasa akan semakin susah menghadapi penyusup itu, Li Yuwen segera meminta Tang Lian untuk kabur dan meminta bantuan pada gurunya juga patriak sekte.

__ADS_1


Awalnya Tang Lian menolak karena takut akan terjadi sesuatu pada Li Yuwen yang akan menahan penyusup itu untuk membantunya kabur, namun setelah Li Yuwen meyakinkan bahwa dia akan baik-baik saja akhirnya Tang Lian menurut dan segera berlari menggunakan ilmu meringankan tubuhnya walaupun kakinya masih bergetar karena rasa takut sebelumnya masih terasa.


“Yuwen berhati-hati lah, aku akan segera kembali!”


“Tentu.”


Penyusup itu pun berdecak kesal karena target misinya berhasil kabur, namun dia tidak terlalu memikirkannya karena yang saat ini ada di dalam kepalanya adalah memotong tubuh Li Yuwen kecil-kecil.


“Kau sudah membuat keputusan yang salah bocah ... seharusnya kau mengajak putri kaisar itu bertarung bersama menghadapi ku!”


Li Yuwen yang mendengarkan itu menjadi tertawa keras setelahnya, “Kau lah yang salah disini, aku sengaja memintanya pergi agar aku bisa mengeluarkan kekuatanku yang sebenarnya!”


Penyusup itu menjadi berpikir sejenak, dia memang merasakan Li Yuwen belum cukup serius menghadapinya, terlebih serangan yang dia terima hanya berupa serangan fisik dan tidak mengandung Qi sama sekali, tetapi setelah di lihat lagi dia memang tidak merasakan adanya Qi dari tubuh pemuda di depannya.


Li Yuwen kembali tertawa mendengar itu sebelum menjawab, “Kau tidak akan tahu bila aku belum menunjukkannya.”


Li Yuwen setelah itu membentuk kuda-kuda yang sama seperti saat melawan Zhang Hao walaupun kali ini sedikit berbeda, penyusup itu pun mulai menyadari kuda-kuda yang di gunakan oleh Li Yuwen sebelumnya berbeda dengan yang sekarang dia lihat, dia pun merasakan perasaan buruk darinya.


Setelah cukup fokus dan menjernihkan pikirannya, Li Yuwen menghembuskan napas yang di sertai kabut asap keluar bersamaan dengan hembusan napasnya itu.


“Majulah,” ucap Li Yuwen pelan tetapi bisa di dengar oleh penyusup di depannya dengan jelas.


“Sombong sekali untuk orang yang akan pergi ke neraka,” jawab penyusup itu sebelum pedangnya mengeluarkan bara api yang cukup besar, tetapi api itu tidak sepanas dan sebesar yang Tang Lian lakukan.


Pria itu kemudian berlari cepat ke arah Li Yuwen setelahnya, dan hanya tersisa beberapa langkah dia mengarahkan sebuah tusukan api dengan pedangnya ke arah jantung Li Yuwen.

__ADS_1


Lalu saat jarak pedangnya semakin dekat Li Yuwen tersenyum sebelum berkata.


“Teknik Tapak Air Mengalir!”


Li Yuwen pun segera membenturkan tapak tangan kanan miliknya ke arah ujung mata pedang yang terselimuti oleh api yang ada di depannya itu.


Setelah tapak Li Yuwen menyentuh pedang itu, dari sana keluar sebuah gelombang kejut yang begitu besar, namun berbeda dengan saat menggunakan teknik itu pada Zhang Hao, kali ini Li Yuwen tidak menahan diri sama sekali dan mengerahkan seluruh kekuatan yang dia miliki pada serangan itu.


Karena gelombang kejut yang begitu besar, pedang yang penyusup itu pecah menjadi serpihan-serpihan kecil dengan seketika, namun tidak sampai disana gelombang kejut besar itu berakhir, aliran gelombang itu terus berlanjut hingga menyentuh tangan kanannya dan sebagian tubuhnya.


Tanpa sempat bereaksi, tangan kanannya kini hancur lebur seperti meledak dari dalam dan tubuhnya pun terpental jauh kebelakang karena juga terkena sedikit gelombang kejut itu.


Kini tidak hanya tangan kirinya yang terpotong, bahkan tangan kanan miliknya lebih buruk lagi dengan tidak tersisa sedikitpun yang bisa dilihat.


“Ba–bagaimana mung—” ucap pria itu sebelum memuntahkan darah dan menghembuskan napas terakhirnya


–––


Sedikit informasi tambahan, ada perbedaan antara efek aura yang biasa di gunakan oleh para kultivator di Benua Daratan Timur dengan aura yang di gunakan oleh pria sepuh yang muncul di bab 2.


Kebanyakan aura biasanya hanya membuat tubuh seseorang menjadi lebih berat karena serangan mental, namun serangan aura itu bisa di dihilangkan atau di kurangi efeknya bila seorang kultivator menekan aura itu atau melapisi dirinya dengan auranya sendiri, dan aura yang memiliki efek menyerang mental seperti itu adalah aura Qi dan juga aura pembunuh.


Sedangkan aura yang di gunakan oleh pria sepuh serba putih di bab 2 adalah aura khusus yang menyerang tubuh fisik juga jiwa seseorang dan membuatnya menjadi berat, jadi rasa berat di tubuh benar-benar nyata bagi orang yang merasakannya, juga aura ini tidak bisa di tangkal seperti sedang menahan aura Qi atau aura pembunuh. Satu-satunya cara untuk menghilangkannya adalah mengalahkan kultivator pengguna aura itu atau pengguna aura itu sendiri yang menghilangkan auranya.


Kenapa saya menambahkan ini? Agar tidak terjadi kesalahpahaman saat Li Yuwen juga mempelajari aura yang serupa dan saya mengatakan di novel bahwa orang yang terkena aura khusus itu tubuhnya terasa berat, jadi bagi kalian yang membaca mungkin akan mengira efek aura khusus Li Yuwen nanti akan sama saja dengan aura Qi juga aura pembunuh ... padahal nyatanya tidak.

__ADS_1


__ADS_2