Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 34 - Aura Pembunuh


__ADS_3

Banyak calon murid yang tersisa menjadi begitu bersemangat mendengar mereka tidak akan tereliminasi bila gagal atau di kalahkan di tes terakhir ini, tentu mereka akan mengeluarkan kekuatan penuh untuk memenangkan tes terakhir ini dengan tujuan mendapatkan peringkat pertama.


Sudah banyak yang mengetahui keistimewaan bila memiliki peringkat pertama, salah satu keistimewaan itu adalah mendapatkan sumber daya lebih banyak dari murid yang lain, tentu itu adalah hal yang menggiurkan bagi seorang kultivator.


“Kalau begitu mari kita mulai ujian terakhir ini!”


Sistem pertarungan ini di atur oleh sebuah nama yang sudah di tuliskan dalam kertas dan di masukkan kedalam sebuah peti kecil, jadi siapapun orang yang akan mereka lawan tergantung dari nama yang di perlihatkan oleh kertas kecil yang sudah di acak itu.


“Zhang Hao!” teriak tetua kedua melihat nama yang pertama keluar dari kertas yang baru saja dia ambil.


Para penonton pun kembali bersorak senang karena orang di kenal jenius adalah yang pertama menunjukkan kemampuan bertarungnya, walaupun sekarang mereka lebih penasaran dengan kemampuan bertarung yang dimiliki oleh Li Yuwen.


Tetua kedua kemudian mengambil kertas yang lain dan memanggilnya untuk melawan Zhang Hao, dan sesaat setelah itu mereka berdua yang di sebutkan namanya berjalan menuju atas arena.


“Bersiap!” ucap tetua kedua sebagai wasit di pertarungan itu.


Orang yang menjadi lawan Zhang Hao kemudian menghunuskan pedangnya dan memasang kuda-kuda miliknya, namun berbeda dengan Zhang Hao yang hanya berdiri saja dengan kedua tangannya dibelakang.


Terlihat ada perbedaan di wajah Zhang Hao yang biasa tersenyum kepada orang lain, kini wajahnya terlihat datar dan mengeluarkan sebuah aura intimidasi ke arah lawannya, orang di depannya pun menjadi sedikit takut dengan itu.


“Mulai!”


Orang itu kemudian ingin bergerak maju ke arah Zhang Hao dan berniat menyerangnya, namun belum sempat dia bergerak keluar sebuah aura Qi yang cukup besar terarah ke tubuhnya.


“A–aku menyerah!” ucap orang itu dengan nada ketakutan sekaligus badannya yang bergetar hebat, dia merasa bila melanjutkan serangannya maka nyawanya akan melayang pada saat itu juga.


‘Aura Qi yang cukup besar untuk kultivator yang baru mencapai tingkat fana kelas 3,’ batin tetua kedua yang ikut merasakan aura Qi yang di keluarkan oleh Zhang Hao.


‘Tapi kenapa terasa samar niat membunuh di dalamnya?’ lanjut tetua kedua.


Suara sorakan terdengar mengikuti kemenangan dari Zhang Hao yang tanpa bergerak sedikitpun untuk mengalahkan lawannya, kemudian pertarungan selanjutnya terus berlalu hingga tiba giliran Qiao Wei bertarung.

__ADS_1


“Bersiap!”


Lawan Qiao Wei kemudian menghunuskan pedang miliknya, namun dia keheranan dengan Qiao Wei yang tidak menghunuskan juga pedang miliknya.


“Ingin mengalahkan ku seperti tuan muda Hao? Jangan bercanda!”


Tetua kedua kemudian memulai pertarungannya, dan dengan cepat lawan Qiao Wei berlari ke arahnya sambil mengarahkan pedangnya.


“Tidak juga,” ucap Qiao Wei pelan dan hanya bisa di dengar oleh lawan di depannya.


Qiao Wei kemudian memegang pangkal pedang miliknya dan menariknya dengan cepat hingga lawannya tidak dapat melihat gerakan dia menarik pedangnya itu, dan tak lama setelah itu mata pedang lawan Qiao Wei terpotong menjadi dua tanpa sempat dia bereaksi.


“Aku menyerah!” ucapnya karena sudah tidak memiliki senjata lagi melawan Qiao Wei.


“Hebat juga cucu tetua Qiao ini!”


“Dia adalah nona muda kita!”


Suara sorakan kembali terdengar karena kehebatan Qiao Wei, namun masih tidak seheboh saat Li Yuwen menyerahkan inti monster yang dia bawa, kemudian mereka pun bertanya-tanya kapan Li Yuwen bertarung. Dan seperti sebuah keberuntungan, nama yang selanjutnya di panggil oleh tetua kedua adalah Li Yuwen.


“Bersiap!”


“Akan ku kalahkan kau!” ucap lawan Li Yuwen sambil menghunuskan pedangnya dan berniat maju setelah tetua kedua memulai pertarungan.


“Mulai!” ucap tetua kedua, namun disaat dia mengatakan itu Li Yuwen berbalik dan turun dari arena.


“Kenapa dia kabur?”


“Apakah inti monster yang dia kumpulkan bukan dia dapatkan sendiri?”


Semua penonton mempertanyakan sikap yang Li Yuwen tunjukkan namun sebuah pengumuman menghebohkan mereka semua, “Pemenangnya adalah Li Yuwen!” ucap tetua kedua mengakhiri pertarungan.

__ADS_1


Disaat mereka bertanya-tanya tentang apa yang terjadi, lawan Li Yuwen yang masih menggenggam pedangnya dan berdiri di atas arena kemudian terbaring di tempat tanpa terlihat kesadaran sedikitpun di matanya.


“Apa!?”


”Dia ... dia pingsan?!”


Semua orang yang adapun bertanya-tanya dengan apa yang Li Yuwen lakukan, bahkan tetua kedua yang dekat dengan pertarungan juga tidak tahu apa yang terjadi, Zhang Hao juga menjadi salah satu orang yang mempertanyakan apa yang baru saja Li Yuwen lakukan terhadap lawannya.


‘Apa dia melakukan teknik ilusi untuk membuat lawannya pingsan?’ batin Tang Lian yang sebenarnya ingin mengamati cara Li Yuwen bertarung.


‘Tidak, itu tidak mungkin bila dia sendiri tidak memiliki Qi di dalam tubuhnya!’


Kemudian pertarungan demi pertarungan terus berlanjut dengan ketiga orang itu selalu melakukan hal yang sama pada setiap lawan yang mereka hadapi, hingga akhirnya kedua nama diantara mereka bertiga di sebutkan.


“Qiao Wei ... Li Yuwen!”


Semua orang di ruangan itu tanpa terkecuali menjadi penasaran dengan pertarungan mereka berdua, sejauh ini kedua orang itu tidak menunjukkan sama sekali kemampuan penuh mereka saat bertarung, tentu ini akan menjadi pertarungan yang wajib di lihat.


“Nona muda Wei!”


“Kalahkan dia nona Qiao!”


Kebanyakan dari penonton yang ada bersorak untuk menyemangati Qiao Wei, dan tidak ada satupun dari mereka yang mendukung Li Yuwen. Hanya Yao Jun dan Fang Yin lah yang mendukungnya, tetapi masih ada satu orang gadis yang mendukungnya tanpa di ketahui siapapun.


“Bersiap!”


Qiao Wei kemudian menghunuskan pedangnya, kali ini dia tidak meremehkan lawan di depannya setelah melihat setiap lawan yang di hadapi oleh Li Yuwen menjadi pingsan tanpa di ketahui penyebabnya.


“Mulai!”


Disaat bersamaan mulainya pertarungan, Qiao Wei yang berniat menyerang lebih awal merasakan sebuah aura tekanan yang sangat besar pada tubuhnya, dengan refleks cepat dia melapisi dirinya menggunakan aura Qi miliknya untuk mengurangi tekanan yang dia rasakan.

__ADS_1


Tubuh Qiao Wei pun bergetar karena tekanan itu masih terasa walaupun dia sudah melapisi dirinya menggunakan aura miliknya, hingga akhirnya dia menyadari aura apa itu, ‘I–ini aura pembunuh?‘ batin Qiao Wei.


“Jenius sekte memang hebat, kau bahkan bisa menahan setengah dari aura yang aku miliki.”


__ADS_2