Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 36 - Pesta Penjahat


__ADS_3

Li Yuwen dan Zhang Hao berjalan ke atas arena di iringi suara sorakan yang terus terdengar oleh penonton yang ada, bahkan para tetua yang ada sekalipun juga penasaran dengan pertarungan mereka berdua tanpa terkecuali Tang Lian sekalipun.


“Kira-kira siapa yang akan menang?”


“Tentu saja tuan muda Hao! dia bisa mengalahkan musuhnya tanpa bergerak!”


“Tidak mungkin, murid tetua Yao itu juga bisa melakukannya ... bahkan semua yang dia lawan tidak sadarkan diri.”


Perdebatan antara kedua pilihan itu tidak hanya terjadi pada penonton, bahkan para tetua juga memilih pilihannya masing-masing, walaupun lebih banyak yang memilih Zhang Hao di banding Li Yuwen yang menurut mereka adalah murid Yao Jun dan tidak di ketahui asal-usulnya, bahkan hanya memiliki tulang tembaga saja.


“Ini cukup menghebohkan!” ucap Jendral Liong sembari tertawa melihat perdebatan diantara mereka.


“Aku juga sungguh penasaran dengan pertarungan mereka berdua ... menurutmu, siapa yang akan memenangkan ini Jendral Liong?”


“Walaupun aku tidak suka mengakuinya, tetapi aku lebih memilih Zhang Hao karena bakatnya yang sudah jelas.”


“Bukankah murid tetua Yao juga sama hebatnya?”


Jendral Liong pun menjadi bingung dengan siapa yang akan memenangkan pertarungan itu, jika dilihat kembali bakat mereka begitu berbeda tetapi yang mereka tunjukkan tidak begitu jauh berbeda.


“Aku jadi bingung dengan permasalahan seperti ini.” Jendral Liong menggaruk kepalanya.


“Kalau begitu bagaimana dengan tuan putri? Siapa yang akan memenangkan pertarungan ini?” tanya Xiang Yong.


Pertanyaan itu jelas membuat siapa pun yang mendengarnya memasang telinga mereka lebar-lebar, salah satunya adalah Zhang Wu yang tentu penasaran dengan pilihan Tang Lian, Jendral Liong pun tidak terkecuali.


“Itu benar putri ... siapa yang akan memenangkan pertandingan ini?” Jendral Liong menambahkan.


“Menurutku....” Semua yang ada kemudian fokus mendengarkan, “Orang bertopeng itu yang akan menang.”


“Apa!” ucap Zhang Wu kaget membuat tetua yang lain melihatnya bingung.

__ADS_1


“Alasannya?” Xiang Yong kembali bertanya.


“Aku di kalahkan olehnya.”


Perkataan itu membuat mereka yang mendengar menjadi bingung, sejak kapan Tang Lian bertarung melawan murid dari Yao Jun sedangkan mereka baru saja tiba hari kemarin.


Xiang Yong kemudian berpikir sejenak, “Sepertinya memang melihat langsung adalah pilihan yang terbaik.”


Kembali ke arena pertandingan, Li Yuwen dan Zhang Hao yang namanya sudah di panggil kini berdiri di atas arena dan saling bertatap muka, walaupun wajah Li Yuwen sendiri tertutup oleh topeng.


“Aku sudah menunggu ini ... akan kubuat kau merasa menyesal karena telah lahir di dunia ini,” ucap Zhang Hao dengan nada dingin.


Li Yuwen yang mendapatkan ancaman itu tentu di buat bingung karenanya, menurutnya sejak awal dia tiba di sekte, dia tidak pernah sekalipun menemui Zhang Hao dan hanya bertemu dengannya pertama kali saat ujian ini di mulai.


Li Yuwen kemudian tersenyum tipis, tidak dia sangka akan bertarung melawan seorang jenius yang bahkan belum pernah dia lawan di kehidupannya yang pertama karena tewas saat penyerangan sekte beberapa tahun kemudian.


‘Zhang Hao ... orang ini adalah pria yang cukup baik, di kehidupanku yang pertama dia mengorbankan nyawanya demi melindungi orang-orang di sekte dan di akhiri menahan tusukan yang di arahkan untuk nona Qiao Wei,’ batin Li Yuwen.


‘Jadi begitu....’ Li Yuwen menggelengkan kepalanya.


Tidak lama kemudian tetua kedua bersuara, “Bersiap! Mulai!”


**


Di suatu kota kecil bernama Zhao terlihat pertempuran terjadi di berbagai sisi kota kecil itu, tidak jarang di jalanan terdapat tumpukan mayat yang bergelimpangan.


Terlihat sebuah bangunan besar khusus berada di bagian selatan kota kecil itu, di dalamnya terdapat banyak kultivator tingkat fana kelas 2 hingga fana kelas 3, ada juga beberapa diantaranya memiliki tingkatan raja kelas 1.


“Apa yang akan kita lakukan tuan besar?” tanya salah seorang prajurit kepada pria berbadan gemuk yang sedang duduk di kursi khusus.


“Salah seorang anggota dari pasukan emas darah datang membawa pesan kemarin, mereka bilang kita harus menunggu tiga atau empat hari lagi untuk menunggu bantuan dari sekte aliran putih datang.”

__ADS_1


Para prajurit yang ada di dalam ruang itu menjadi bersorak riang karena akhirnya ada yang akan membantu mereka melawan kelompok aliran hitam yang sedang menjajah kota Zhao.


“Sampai saat itu tiba kita harus bertahan disini selama mungkin....”


“Baik!” jawab seluruh prajurit di dalam ruangan.


Disisi lain, terlihat banyak orang-orang berkumpul di sebuah bangunan yang lebih besar dari sebelumnya dan terlihat sedang berpesta dengan banyak arak juga wanita yang menari tanpa busana, keadaan para wanita itu begitu menyedihkan karena mereka terlihat di paksa untuk melakukannya, bahkan tidak jarang juga seorang wanita yang terlihat sedang di lecehkan dengan paksa oleh beberapa orang pria yang ada.


Siapapun yang melihat pemandangan itu tentu akan menjadi sangat geram karenanya.


“Apakah kita akan membiarkan mereka menempati bangunan yang ada di selatan itu tetua?” tanya salah seorang pria kepada orang di depannya.


Orang yang di sebut tetua itu memiliki tampang yang cukup menakutkan dengan sebuah bekas tebasan pedang yang memanjang secara vertikal di mata kirinya, tubuhnya pun cukup besar di banding pria normal.


“Kita biarkan saja dulu mereka tinggal di tempat itu selama satu hari ... aku ingin melihat apakah mereka memiliki bala bantuan atau tidak, karena bila iya aku ingin menghancurkannya sekaligus!” ucap pria yang di sebut tetua itu sambil tertawa terbahak-bahak.


Pria yang tadi kembali memberikan pertanyaan, “Kenapa kita tidak segera melakukannya saja tetua? Banyak wanita cantik yang tinggal disana, juga kudengar istri dari pemimpin kota ini adalah yang tercantik di kota!” ucap pria itu bersemangat.


Para pria lain yang ada di tempat itu juga menyetujui perkataan orang itu dan meminta kepada tetua untuk segera melancarkan serangan kepada pemimpin kota yang kabur ke bagian selatan.


“Tidak perlu terburu-buru, kita akan menyerang mereka dalam waktu satu hari lagi ... bila para wanita sudah kabur lebih dulu, kita tinggal mengejarnya saja!”


“Bagaimana dengan pria? Apakah kita akan menjadikan mereka budak?”


“Budak? Mereka tidak di butuhkan, bantai habis saja pria yang ada!” balas tetua itu.


Pesta yang penuh kebejatan juga tangisan itu pun terus berlanjut.


**


Disaat tetua kedua memulai pertarungan, Zhang Hao lekas mengerahkan seluruh aura Qi miliknya ke arah tubuh Li Yuwen.

__ADS_1


__ADS_2