
Para pasukan dari pihak Zhao Lang menjadi kesusahan untuk bernapas setelah merasakan sebuah aura pembunuh yang begitu pekat dengan tiba-tiba.
Itu bisa dilihat dari sebagian besar mereka yang memiliki tingkat raja kelas satu kebawah, mulai memegangi dada mereka karena tekanan kuat yang menimpa tubuh mereka, bahkan ada juga yang pingsan karena tidak sanggup menahan tekanan itu lebih lama.
Setelah melindungi diri menggunakan aura masing-masing, para pasukan Zhao Lang beserta dirinya juga istrinya segera melirik ke arah sumber tekanan yang mengenai mereka semua, disana terlihat berdiri dua orang pria yang tidak terlihat sedikit pun rambut di kepalanya, dua orang itu menatap tajam ke arah Zhao Lang juga Zhao Xu.
“Dong bersaudara!” Salah seorang prajurit mengetahui siapa kedua orang itu.
“Ini akan menjadi semakin sulit....” Zhao Lang bergumam.
Tak lama kemudian kedua orang itu melompat turun dari bangunan yang cukup tinggi yang mereka pijak, dan saat dibawah salah satu dari mereka membuka suara.
“Apa yang kalian lihat!?”
Mereka yang mendengar itu kemudian mulai kembali menyerang satu sama lain melanjutkan apa yang seharusnya tadi mereka lakukan.
Kedua orang itu kemudian berjalan mendekat ke arah dimana Zhao Lang dan Zhao Xu berdiri, sedangkan Zhao Lang dan Zhao Xu yang menyadari kedua bersaudara ini mendekat mulai meningkatkan kewaspadaan.
Di rasa sudah cukup dekat, salah satu dari dua bersaudara ini membuka suara.
“Hei Dong Shi, wanita ini cukup cantik ... apa yang akan kita lakukan kepadanya?”
“Dong Shu, jangan terlalu memikirkannya ... kau tahu sendiri sudah beberapa hari ini kita tidak bersenang-senang dengan wanita.” Dong Shi menjawab sambil menjilati bibirnya.
Zhao Lang yang menyadari tatapan mata mereka berdua mengarah kepada Zhao Xu, Zhao Lang segera bergerak kedepan Zhao Xu berniat menutupi pandangan kedua bersaudara itu.
“Hei kau, apa maksudmu!?” Dong Shu sedikit tersulut emosi.
“Maksudku? Tentu aku tidak ingin istriku di tatap oleh dua pasang bola mata yang kotor seperti milik kalian itu!”
“Kurang ajar!”
Dong Shu kemudian bergerak maju ke arah Zhao Lang dengan cepat, dan dalam waktu singkat Dong Shu sudah berada tiga langkah di depan Zhao Lang, kemudian Dong Shu melepaskan sebuah serangan tapak ke arah Zhao Lang yang tengah bersiap dengan pedang miliknya.
__ADS_1
“Tapak Api Darah!”
Dari kedua telapak tangan Dong Shu kemudian muncul sebuah api yang cukup panas dan memiliki warna merah yang pekat bagaikan darah
Tapak Dong Shu kemudian berbenturan dengan pedang milik Zhao Lang, namun karena kalah dalam hal kekuatan, Zhao Lang terpental mundur beberapa meter kebelakang.
‘Kekuatan fisik macam apa ini, tenaganya begitu besar!’ Zhao Lang bergumam sembari menenangkan tangannya yang bergetar akibat benturan tadi.
Zhao Xu setelahnya mendekati Zhao Lang yang sedang memegangi tangannya yang bergetar.
“Suamiku kau tidak apa-apa?”
“Aku tidak apa-apa....”
Dong Shu yang melihat mereka berdua malah semakin emosi, begitu pula dengan Dong Shi yang awalnya biasa saja dan tidak melakukan apapun.
“Kalian sepertinya cukup bodoh karena masih bisa bermesraan di medan pertempuran!”
“Pemecah Ombak!”
“Tapak Api Darah!”
Pertarungan antara mereka berempat cukup panas dan sengit, hal ini di karenakan mereka semua memiliki tingkat praktik yang sama, yaitu tingkat raja kelas 2. Bahkan ada beberapa dari pasukan Zhao Lang maupun tengkorak hitam yang tidak sengaja terkena jurus yang menyasar dari mereka berempat kemudian tewas seketika.
Melihat bertarung di sekitar mereka cukup membahayakan nyawa, para anggota Zhao Lang maupun tengkorak hitam bergerak sedikit menjauh dari pertempuran itu dan memilih bertarung di lokasi yang lain.
“Cantik, kenapa kau terus melawan? Menyerahlah saja dan datanglah kepadaku, akan kupastikan kau akan mendapat kenikmatan yang tidak pernah kau dapat dari suamimu itu....” Dong Shi merayu Zhao Xu yang sedang bertarung dengannya.
“Bilang itu saat kau sudah memiliki rambut!”
Dong Shi yang mendengar dirinya di hina sontak menjadi marah.
Dong Shi menganggap tidak memiliki rambut membuatnya jelek, karena itu juga yang membuat dirinya juga Dong Shu sering di ejek oleh kultivator lain, sebenarnya Dong Shu dan Dong Shi memiliki sedikit kelainan pada rambut mereka, dan kelainan itulah yang menyebabkan rambut mereka berdua tidak akan pernah tumbuh, bahkan bila mereka sudah menjalani hidup lebih dari dua ratus tahun sekalipun rambut di kepala mereka berdua tidak akan tumbuh.
__ADS_1
Karena kesal sudah diejek, Dong Shi bertarung menjadi lebih agresif.
‘Pola serangan tapak dan tendangannya berubah, ini terlalu sulit di tangkis maupun di hindari....’ Zhao Xu bergumam di dalam hati.
“Kau sudah membuatku marah! Lebih baik kau bersiap saja saat kau sudah di kalahkan, karena aku tidak akan bersikao lembut pada tubuhmu itu nanti!”
Dong Shi mengeluarkan seluruh aura miliknya ke arah Zhao Xu, begitu juga Zhao Xu yang mengeluarkan seluruh aura miliknya untuk melindungi dirinya dari aura milik Dong Shi.
Pertukaran jurus antara mereka berdua pun menjadi semakin sengit.
Dua jam berlalu sejak kedua kubu ini bertarung, terlihat pihak Zhao Lang sangat tidak diuntungkan karena memang jumlah mereka kalah jauh di banding jumlah dari tengkorak hitam. Mereka yang awalnya berjumlah seribu anggota, kini kurang dari setengahnya.
Disisi lain, puncak pertarungan keempat orang tadi terjadi setelah kedua bersaudara mengeluarkan jurus bersama-sama yang membuat Zhao Lang juga Zhao Xu terpental jauh kebelakang dan membuat mereka berdua tidak bisa bergerak akibat luka dari serangan itu.
Dong Shi kemudian mendekati Zhao Xu yang sedang terbaring kaku.
“Jangan mendekati istriku!” Zhao Lang berteriak ke arah Dong Shi, namun tidak di hiraukan.
“Cantik! Kau menjadi milikku!” Dong Shi kemudian mengulurkan tangannya bermaksud membawa tubuh Zhao Xu.
Namun suatu hal yang mengejutkan terjadi, tiba-tiba seorang pria bertopeng berdiri dihadapan Dong Shi yang tapaknya sedang menyentuh dada di bagian jantungnya.
Karena tidak merasakan ancaman apapun dari orang bertopeng itu, Dong Shi meremehkannya dan mulai bertanya.
“Apa maumu?!”
“Bodoh, pikirkan saja itu nanti saat kau sudah di neraka!”
Belum sempat Dong Shi merespon, tiba-tiba sebuah gelombang kejut yang sangat besar keluar mengalir dari tangan pria bertopeng itu dan segera menghantam dadanya, Dong Shi pun terpental jauh kebelakang karena terkena serangan itu secara langsung.
“Teknik Tapak Air Mengalir!” Pria bertopeng itu bergumam.
Segerombolan orang kemudian memasuki medan pertempuran.
__ADS_1