Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 62 - Nasib Mata Iblis


__ADS_3

“Dimana Wen’er? Apa dia tidak khawatir dengan gurunya ini?” Yao Jun menghela napas.


Di tengah-tengah lamunanya, seorang pria dan seorang wanita mendekati Yao Jun yang terbaring.“


“Tetua Yao!” Zhao Lang dan Zhao Xu memberi hormat.


“Ah maafkan aku tidak bisa membalas, kalian lihat sendiri aku terlalu lelah untuk bergerak.” Yao Jun melirik ke arah tubuhnya.


“Anda tidak perlu melakukannya, kami disini hanya ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan yang Sekte kalian berikan, kalau tidak mungkin kota Zhao hanya tinggal nama.”


“Tidak apa-apa, itu sudah tugas kami melindungi kekaisaran dari orang-orang aliran hitam yang mengacau.”


Di sela-sela pembicaraan itu, Zhao Lang meminta kepada Yao Jun agar dia bisa mengalirkan Qi miliknya sedikit ke arah tubuh Yao Jun, guna membuat Yao Jun bisa bergerak kembali walaupun tidak terlalu leluasa.


Beberapa saat kemudian, Yao Jun yang awalnya terbaring kini bisa menggerakkan tubuhnya, walaupun dia merasa tubuhnya bisa ambruk kapan saja, tetapi setidaknya itu cukup baginya untuk mengubah posisinya menjadi duduk agar bisa bermeditasi.


Beberapa menit berlalu sejak Yao Jun bermeditasi, dan kini dia sudah bisa berdiri dan berjalan, tetapi tetap tidak bisa berlari untuk beberapa saat karena energi yang dia kumpulkan tidak terlalu banyak.


“Mohon maaf karena membuat kalian berdua menungguku selesai bermeditasi.”


“Tidak apa-apa, kami juga sedikit mengumpulkan energi tadi.”


Mereka bertiga pun berbincang-bincang beberapa saat, sampai Yao Jun menanyakan apa yang mereka lakukan kepada Mata Iblis saat dirinya masih terbaring lemas.


Zhao Lang kemudian menceritakan bahwa dia sudah mengikat Mata Iblis dengan kuat dan membawanya ke tempat tidak jauh dari sana, Zhao Lang kemudian menunjuk ke arah tempat dimana Mata Iblis terikat, namun beberapa saat setelahnya Zhao Lang terkejut.


“Apa!? Dimana orang itu?!” Zhao Lang melirik ke sekitar namun tidak menemukan dimana Mata Iblis berada.


“Gawat kita harus mencarinya, pasti dia tidak jauh dari sini.” Yao Jun mengalirkan Qi yang dia kumpulkan tadi ke kakinya agar dia bisa sedikit berlari.


Beberapa saat sebelumnya, “Dimana pemimpin bandit ini?” Pria berjubah hitam berlari cepat di area pertempuran tanpa terlihat sedikitpun.

__ADS_1


Melirik beberapa saat ke sekitar, akhirnya dia menemukan dimana Mata Iblis berada.


“Disana kau rupanya.”


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi pria itu sampai ke tempat Mata Iblis terikat, dan sesudahnya dia lekas mengangkat tubuh Mata Iblis dan membawanya kabur.


“Hei siapa kau! Beraninya kau mengangkat tubuhku seperti barang!” Mata Iblis terkejut karena tidak merasakan sedikitpun hawa kehadiran pria berjubah yang sedang mengangkatnya.


“Kau terlalu banyak mengoceh untuk orang yang gagal melaksanan misi yang di berikan.” Pria berjubah mengeluarkan nada dingin.


“Kau ... apakah kau anggota dari sekte—”


“Seperti yang kuduga, ada seseorang yang akan membantumu kabur!” Terlihat seseorang bertopeng sedang menghadang di depan mereka berdua.


“Siapa kau?” Pria berjubah bertanya.


“Kau adalah murid Giok Kematian! Kemari kau, aku akan membunuh mu dengan tanganku sendiri!” Mata Iblis meronta-ronta.


Disisi lain, pria berjubah hitam sedang meningkatkan kewaspadaannya, ‘Bagaimana anak ini bisa menemukanku?’ Batin pria berjubah sembari menarik pisau kecil dari belakang pinggangnya.


“Sial!” pria berjubah melempar tubuh Mata Iblis ke samping.


“Kurang ajar, beraninya kau melemparku!”


Tanpa memperdulikan ocehan Mata Iblis, pria berjubah berlari maju dan menerima tebasan pedang milik Li Yuwen dengan pisaunya.


Saat senjata mereka berdua beradu satu sama lain, pria itu terpental mundur beberapa meter karena dorongan kuat dari Li Yuwen.


“Anak ini memiliki kekuatan fisik yang tinggi, ini tidak bisa di teruskan ... aku harus segera menyelesaikan misi!”


Biasanya di dalam pertarungan seseorang bisa mengukur kemampuan lawannya hanya dengan sekali pertukaran serangan, dan pria berjubah merasakan bahwa dia akan kalah bila lanjut meladeni Li Yuwen.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, dia lekas berlari ke arah Mata Iblis berada, berniat mengangkatnya dan berlari keluar dari area itu.


Percaya diri dengan kemampuan meringankan tubuh miliknya, dia segera berlari menjauhi Li Yuwen setelah kembali mengangkat tubuh Mata Iblis.


Mencoba menoleh kebelakang sembari berlari, betapa terkejutnya dia melihat Li Yuwen yang tidak ada sama sekali di belakangnya, dengan sigap ia kembali menoleh ke depan karena merasakan nafsu pembunuh di depannya.


“Jangan kira bisa kabur setelah masuk ke kandang singa.” Li Yuwen tersenyum dari balik topengnya, membuat pria berjubah dan Mata Iblis merinding di buatnya.


‘Apa Zhu Rong merasakan hal seperti ini juga dari anak itu? Dia seperti pembunuh gila yang selalu menginginkan kematian orang lain!’ Batin Mata Iblis.


Disisi lain, pria berjubah masih bertanya-tanya sejak kapan Li Yuwen mendahului dirinya, dia tidak merasakan sedikitpun ada orang yang melewatinya saat dia mengangkat tubuh Mata Iblis di bahunya.


“Kau pasti bertanya-tanya sejak kapan aku mendahului mu bukan? Anggap saja ilmu meringankan tubhku lebih baik darimu!” Li Yuwen mengejek.


Pria itu berdecak kesal sebelum kembali berlari ke arah yang berbeda, ‘Anak ini berbahaya!’


Adegan saling kejar mengejar pun terjadi antara mereka berdua, namun sekeras apapun pria berjubah berlari, Li Yuwen mampu mengikutinya dengan mudah. Merasa tidak tahan dengan itu dia merubah arah dan menyerang Li Yuwen secara tiba-tiba.


Namun hal itu dapat dihindari dengan mudah oleh Li Yuwen, “Mencoba bermain kotor?” Li Yuwen tertawa kecil.


Pertukaran serangan kemudian kembali terjadi antara mereka berdua, itu terjadi selama beberapa saat sampai akhirnya pria berjubah tidak kuat dengan itu dan memutuskan untuk mencoba kabur saat ada celah.


Li Yuwen kemudian menggunakan salah satu teknik miliknya untuk menyerang, membuat pria berjubah sedikit panik.


“Gawat!” Karena kesalahan yang dia buat, salah satu jarinya tersayat dan terputus dari tempatnya.


Dia pun sedikit menjerit kesakitan karenanya, “Ku–kurang ajar....” Pria itu mengalirkan Qi miliknya untuk menghentikan pendarahan di jarinya.


Merasa terlalu berlarut dalam pertarungan, akhirnya pria berjubah memutuskan untuk pergi meninggalkan Mata Iblis untuk menjadi alat membantunya kabur dari sana.


“Kau menginginkan orang ini? Maka ambillah!” Pria berjubah melempar Mata Iblis ke arah Li Yuwen dan segera lekas lari meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


“Pilihan yang tepat, tapi sayang aku tidak bisa membunuhnya sekalian.” Li Yuwen bergumam ke arah pria berjubah yang kabur lalu melirik ke arah Mata Iblis dengan senyum jahat miliknya.


Tatapan itu berhasil membuat Mata Iblis merinding ketakutan karenanya.


__ADS_2