Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 41 - Masa Muda


__ADS_3

“Karena tuan putri bukanlah murid dari sekte, maka peringkat pertama murid baru tahun ini adalah Li Yuwen!” Tetua kedua mencoba menenangkan teriakan histeris yang berasal dari wanita dan gadis yang ada disana.


Tetapi tidak hanya pada wanita dan gadis, para pria yang ada juga ikut menjerit histeris, namun perbedaannya adalah para wanita yang menjadi tergila-gila dengan tampang Li Yuwen sedangkan para pria menjadi sangat iri dan tidak mempercayai paras yang dimiliki oleh Li Yuwen, menurut mereka itu tidak manusiawi.


“Tetua Fang, aku akan kembali lebih dulu....”


“Oh apa? Baiklah,” balas Fang Yin yang juga tidak mempercayai apa yang baru saja dia liat.


“Tuan putri! Apakah tuan putri tidak kembali?” Tetua kedua mencoba memanggil Tang Lian yang masih terdiam di tempatnya.


Mendengar panggilan tetua kedua, Tang Lian hanya berbalik badan dan pergi tanpa menjawabnya.


“Tuan putri ... apakah anda baik-baik saja?” Jendral Liong bertanya karena melihat Tang Lian yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


“Aku ... aku tidak apa-apa.”


Jendral Liong mencoba tidak bertanya lebih lanjut dan segera berpamitan dengan Xiang Yong untuk kembali ke kediaman bersama Tang Lian.


Melihat kepergian mereka berdua, Xiang Yong menghembuskan napas, “Jun’er ... murid pria muda macam apa yang kau bawa itu? Bila di cari satu benua pun tidak akan ada yang seperti itu....”


Disisi lain Zhang Hao yang sudah selesai melihat pertandingan dan tidak sengaja juga melihat paras Li Yuwen menjadi bengong sama seperti yang lain, beberapa saat setelah itu dia tersadar dari lamunannya dan segera melirik ke sekitar. Yang pertama dia lihat adalah Qiao Wei sedang berdiri mematung di tempatnya, Zhang Hao pun berjalan mendekatinya.


“Weiwei ... apakah kau tidak apa-apa?”


Qiao Wei yang sedang melamun itu kemudian mendengar Zhang Hao yang sedang memanggilnya, “Aku ... aku tidak tahu,” ucap Qiao Wei.


Zhang Hao dalam ekejap mengetahui apa yang Qiao Wei rasakan hanya dari melihat wajahnya.

__ADS_1


”Aku tahu apa yang kau rasakan Weiwei, menurutku juga paras murid tetua Yao itu tidak manusiawi, wajar saja bila wanita manapun yang melihatnya akan menjadi seperti dirimu.”


Wajah Qiao Wei kemudian berubah kemerahan, dan dia segera menutup wajahnya itu menggunakan kedua tangannya.


“Ayo kita pergi.”


Zhang Hao dan Qiao Wei pun berjalan keluar meninggalkan tempat itu.


**


Ujian penerimaan murid telah usai dan kini hari sudah malam, Yao Jun yang tadi pergi meninggalkan area ujian sudah kembali ke kediamannya dan di sambut oleh Li Yuwen.


Li Yuwen mengajak Yao Jun untuk makan malam saat dia baru tiba karena saat keluar dari area ujian yang Li Yuwen lakukan pertama adalah memasak.


Disaat mereka berdua mulai menyantap hidangan yang ada di meja, Yao Jun lebih dulu mengucapkan selamat kepada muridnya itu karena berhasil mendapatkan peringkat pertama di ujian penerimaan murid, dan selanjutnya Yao Jun menanyakan berbagai teknik yang Li Yuwen gunakan saat bertarung.


Yao Jun pun hanya menerima alasan itu karena dia sendiri tahu muridnya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya, menurut Yao Jun mungkin saja teknik yang Li Yuwen gunakan itu di dapatnya dari seorang kultivator yang memasuki Hutan Seribu Monster, alasannya adalah Li Yuwen yang sangat berbakat dalam mempelajari teknik bela diri hanya dalam sekali lihat, Yao Jun pun mengalihkan pertanyaan nya.


“Wen’er ... kau seharusnya tidak memperlihatkan wajahmu itu di depan umum, besok mungkin kediaman kita akan lebih ramai dari biasanya.”


Li Yuwen yang mendengar perkataan Yao Jun hanya menggaruk kepalanya, dan setelah mereka usai makan, Li Yuwen dan Yao Jun kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Benar seperti yang baru saja Yao Jun katakan, di pagi hari sudah banyak suara gerombolan dari wanita dan gadis yang mengisi area sekitar kediaman mereka berdua, kini tidak hanya Yao Jun yang mereka cari, tetapi Li Yuwen juga termasuk di dalamnya.


Li Yuwen dan Yao Jun yang saat itu sedang sarapan pagi hanya menghembuskan napas, dan tidak lama kemudian datang seorang murid memasuki kediaman mereka.


“Tetua Yao!” panggil murid itu.

__ADS_1


Yao Jun kemudian berjalan keluar menuju pintu dan membukanya, “Ada apa? Apakah ada sesuatu?”


“Patriak Xiang memintaku untuk memanggil tetua Yao menuju kediamannya,” murid yang menyampaikan pesan itu kemudian melihat Li Yuwen di dalam, “Murid tetua Yao juga di panggil olehnya.”


Mengetahui Li Yuwen juga di panggil, Yao Jun kemudian menoleh kebelakang untuk melihat reaksi muridnya, “Kalau begitu mari kita pergi,” ucap Yao Jun kepada murid yang datang itu.


Cara mereka bertiga berjalan menuju kediaman Xiang Yong sedikit berbeda dari biasanya Li Yuwen dan Yao Jun lakukan, kini mereka harus melompati setiap atap kediaman yang ada karena kejaran para wanita dan gadis.


‘Memiliki paras tampan ternyata tidak selalu bagus,’ batin murid yang menyampaikan pesan itu, dia juga sedikit berkeringat melihat para wanita dan gadis yang mengejar bagaikan hewan buas.


Tidak lama kemudian mereka sampai di kediaman Xiang Yong, dan tanpa basa-basi Yao Jun juga Li Yuwen berjalan memasuki kediaman besar namun terlihat sederhana itu.


Saat di dalam kediaman, mereka berdua melihat ada tiga orang yang sudah menunggu di dalam.


“Tuan putri? Jendral Liong?” ucap Yao Jun bingung melihat mereka berdua berada disana.


“Oh kau sudah tiba Jun’er, apa yang akan kusampaikan terkait kedatangan mereka berdua.”


Li Yuwen yang baru masuk setelah Yao Jun yang lebih dulu masuk kedalam kemudian melihat sekitar dan menemukan tiga orang di dalamnya, satu persatu dia lihat hingga pandangannya bertemu dengan mata Tang Lian yang juga sedang melihat ke arahnya.


Karena kaget Li Yuwen menatapnya balik Tang Lian segera mengalihkan pandangannya, dia tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini karena setiap memikirkan wajah Li Yuwen jantungnya selalu berdegup dengan cepat, melihat orang yang terus dipikirkannya berada tepat di depannya tentu dia merasakan perasaan malu di dalam dirinya.


Salah tingkat yang Tang Lian tunjukkan membuat Li Yuwen bingung dengan gadis itu, dan reaksi itu juga di lihat oleh Jendral Liong yang berada di sebelah Tang Lian, dan dalam waktu singkat pria sepuh itu memahami apa yang dirasakan oleh Tang Lian.


‘Sepertinya tuan putri kita sudah mulai merasakan masa mudanya....’ batin Jendral Liong sambil tertawa kecil.


Jendral Liong pun meminta mereka berlatih bersama.

__ADS_1


__ADS_2