Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 59 - Kabar Buruk dan Baik


__ADS_3

Pertarungan besar antara Yao Jun dan Mata Iblis kembali terjadi dengan sengitnya, bahkan tanah pun bergetar akibat kekuatan mereka berdua.


“Hantaman Palu Penghancur!”


Mata Iblis mengayunkan palu ke arah Yao Jun namun bisa dihindari olehnya walaupun berhasil melakukannya dengan kesusahan.


Namun walaupun serangan palu itu berhasil di hindari, tidak Yao Jun kira bahwa dengan kekuatan dari serangan itu dapat menimbulkan sebuah hembusan angin yang kuat darinya, hal itu membuat siapa saja yang terkena hembusan angin itu menjadi terlempar ke arah yang tidak bisa di tentukan.


‘ini akan menjadi pertarungan yang lama,’ batin Yao Jun.


**


Di istana kekaisaran, terlihat Tang Jianying sedang berada di sebuah ruangan khusus yang di dalamnya sudah berkumpul cukup banyak orang dengan pakaian seperti bangsawan.


“Menteri, bagaimana keadaan kekaisaran kita?”


“Yang mulia, di beberapa tempat sudah terkendali karena bantuan mendadak yang di tawarkan oleh salah satu dari lima sekte besar yang ada.”


Tang Jianying mengelus dagunya mendengar hal itu, tentu dia menjadi senang karenanya.


“Lalu bagaimana anggaran kita? Apakah itu masih cukup untuk membiayai peperangan ini?


“Yang mulia tenang saja karena kita masih memiliki anggaran yang berlimpah.”


Tang Jianying semakin senang mendengar itu, kemudian dia berhincang-bincang kepada para menteri dan para bangsawaan tentang apa yang harus di lakukan kedepannya, namun perbincangan ramah itu harus di selingi dengan datangnya sebuah laporan tidak mengenakkan.


“Lapor yang mulia!”


“Ada apa kasim?”


Kasim itu kemudian menjelaskan bahwa dia baru saja mendapat kabar dari salah satu pasukan emas darah yang di utus oleh Jendral Liong untuk menyampaikan berita tentang penyerangan seorang pembunuh kepada Tang Lian yang terjadi beberapa hari lalu di Sekte Pedang Kilat.


Laporan itu tentu saja membuat Tang Jianying berdiri dari duduknya kemudian memukul keras meja yang terbuat dari batu khusus itu hancur lebur, para menteri juga bangsawan kemudian ikut berdiri dari duduknya karena memang meja yang di pukul itu adalah meja yang berukuran sangat besar dan cukup di pakai oleh mereka semua yang ada.

__ADS_1


“Siapa yang berani menyerang putriku!?” Tang Jianying berteriak sembari mengeluarkan aura pembunuh miliknya.


para menteri dan bangsawan serta kasim menjadi ketakutan dengan aura milik Tang Jianying itu, karena memang mereka semua mengetahui bahwa Tang Jianying adalah orang yang sangat kejam bila dia sudah mengeluarkan aura pembunuh miliknya.


“Ya–Yang mulia, Gunung 7 Dosa lah pelakunya.” Kasim menjawab dengan nada yang bergetar.


“Gunug 7 Dosa? Jangan bilang pelakunya adalah Zhong Peng....”


“Itu benar yang mulia, menurut kabar yang saya terima, para penyerang itu membawa racun.”


“Lalu bagaimana dengan Lian’er?”


“Tuan putri baik-baik saja, ada seorang pemuda yang merupakan murid di Sekte Pedang Kilat yang menyelamatkannya.”


Kasim menjelaskan dengan semangatnya karena mendengar bagaimana hebatnya Li Yuwen menyelamatkan Tang Lian, bahkan mampu membunuh penyerangnya yang berada di tingkat raja kelas 1 sedangkan Li Yuwen sendiri kekuatannya dikatakan hanya setara fana kelas 3.


Tang Jianying tertawa lantang, “Bagus, kita harus memberi pemuda itu penghargaan karena menyelamatkan keluarga kekaisaran, bilang kepada anggota emas darah yang di utus oleh Jendral Liong untuk kembali dan mengundang pemuda yang menyelamatkan putriku kemari.”


Kasim menjelaskan bahwa pemuda yang menyelamatkan Tang Lian itu ikut membantu dalam misi yang di minta oleh kekaisaran untuk membantu melawan aliran hitam yang ada sedang menyerang di bagian pinggiran utara kekaisaran.


“Setelah menyelamatkan putriku anak itu ikut berperang? Luar biasa, aku menjadi penasaran dengannya.” Tang Jianying mengangkat alisnya.


Tang Jianying kemudian mengambil secari kertas dari balik jubah kaisar yang ia kenakan lalu menuliskan sesuatu di dalamnya dan kemudian memasukkannya ke dalam gulungan.


Gulungan itu kemudian di berikan kepada kasim untuk memberikannya kepada anggota emas darah yang memberikan kabar mengenai penyerangan Tang Lian, Tang Jianying juga menambahkan bahwa gulungan itu harus di serahkan kepada Jendral Liong.


Setelah menerima surat itu, kasim pun pergi meninggalkan ruangan, dan perbincangan mengenai Li Yuwen pun berlanjut beberapa saat di ruangan itu hingga topik berganti.


**


“Ayunan Palu Beruntun!” Mata Iblis terlihat terus mengeluarkan jurus dengan brutalnya ke arah Yao Jun.


Di lain sisi, Yao Jun sendiri terlihat terluka di beberapa bagian akibat terkena beberapa jurus yang di lancarkan oleh Mata Iblis kepadanya, hal itu juga di alami oleh Mata Iblis yang juga terkena oleh beberapa jurus Yao Jun namun karena amarah dia tidak terlalu memperdulikannya.

__ADS_1


‘Orang ini sudah tidak terkendali.’ batin Yao Jun.


Benturan senjata pusaka mereka berdua terjadi terus menerus sedari tadi, namun belum ada satupun yang terlihat akan memenangkan pertandingan.


Di tempat lain, Li Yuwen sedang menyaksikan pertarungan antara mereka berdua, “Aku harus terus memperhatikan pertarungan guru dengan orang itu, dulu Mata Iblis berhasil kabur setelah pertarungan antara mereka berdua mencapai puncak.” Li Yuwen bergumam sembari membunuh setiap anggota bandit tengkorak hitam yang ada.


“Terima ini!” Mata Iblis melompat tinggi ke udara sambil memberi tenaga ke palu besarnya, lalu mendarat keras ke tanah dengan palunya yang menghantam tanah.


Tiba-tiba dari benturan palu itu membuat area sekitar sejauh lebih dari lima belas meter menjadi retak dan hancur, membuat Yao Jun tidak bisa menyeimbangkan diri karenanya.


“Gawat!” Yao Jun melihat Mata Iblis yang sedang mempersiapkan jurus selanjutnya sembari berlari ke arahnya.


“Sepertinya memang harus mengambil resiko.” Yao Jun bergumam sembari menyarungkan pedangnya.


Yang Yao Jun lakukan sekarang adalah ingin menggunakan teknik Kilat Menembus Gunung, sepanjang pertarungannya dengan Mata Iblis Yao Jun tidak pernah menggunakannya, penyebabnya adalah Mata Iblis yang tidak pernah memberikannya sebuah celah ataupun jeda sama sekali.


“Hantaman Palu Penghancur!”


“Kilat Menembus Gunung!”


Setelah melepaskan jurusnya, Yao Jun melesat maju ke arah Mata Iblis berdiri, namun sebelum berhasil menebasnya Yao Jun merasakan sebuah tekanan besar di tubuhnya, sontak membuat Yao Jun merintih kesakitan sekaligus meleset dalam melepaskan serangan.


Namun beruntungnya karena Yao Jun tidak terkena serangan dari jurus milik Mata Iblis.


‘Sepertinya memang tidak bisa,’ batin Yao Jun sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya.


Di lain sisi Mata Iblis berdecak kesal karena jurusnya lagi-lagi berhasil dihindari oleh Yao Jun.


“Kau seperti tikus kecil yang terus-terusan menghindar, kemana larinya keberanian serta kehebatanmu itu dulu? Jangan menjadi orang yang pengecut!” Mata Iblis berteriak.


“Kenapa kau begitu berisik? Lawan saja aku dengan seluruh kemampuanmu itu.”


Mata Iblis tentu menjadi kesal mendengarnya, kemudian dia kembali berlari menyerang Yao Jun.

__ADS_1


__ADS_2