Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 55 - Masa Lalu Mata Iblis


__ADS_3

Pertarungan antara Mata Iblis dan Yao Jun tidak terelakkan. Bagaimana tidak, Mata Iblis sendiri memiliki dendam yang sangat dalam kepada Yao Jun karena sudah membuat mata kirinya buta, ditambah karena kekalahannya itu dia tidak jadi mendapatkan posisi pemimpin di kelompok banditnya sebelum akhirnya Mata Iblis membentuk kelompok banditnya yang baru bernama Tengkorak Hitam yang sebelumnya adalah Iblis Hitam.


Beberapa tahun yang lalu sebelum Yao Jun memiliki luka dalam, ia mendapatkan sebuah misi untuk mengurus para bandit yang sering mengganggu di desa-desa yang tempatnya cukup terpencil. Disana Yao Jun dapat menuntaskan setiap bandit yang menganggu di desa karena memang tidak ada satupun dari penjaga yang ada disana merupakan seorang kultivator seperti dirinya, terlebih Yao Jun memiliki tingkat praktik yang tinggi pada saat itu.


Semua orang menjadi bahagia karena kedatangan Yao Jun yang melindungi desa, sampai akhirnya kelompok bandit itu melaporkan ke pemimpin juga petinggi yang ada tentang apa yang baru saja terjadi belakangan sejak kemunculan Yao Jun yang menganggu mereka untuk merampok desa.


Karena kesal dengan berita itu, para pemimpin sekaligus para petinggi yang ada segera mendatangi lokasi desa yang di lindungi oleh Yao Jun, pertarungan antara kelompok bandit itu dengan Yao Jun pun terjadi.


“10 Tebasan Kilat!”


“Kilat Menembus Gunung!”


Yao Jun terus memberikan perlawanan yang keras kepada kelompok bandit yang menyerang, setiap jurus yang dia keluarkan selalu berhasil merenggut lebih dari sepuluh nyawa, dan tentunya setiap bandit yang Yao Jun kalahkan selalu berakhir dengan kepala yang terpisah dari tubuhnya.


Karena banyaknya anggota mereka yang terbunuh sia-sia ditangan Yao Jun, para petinggi juga pemimpin bandit segera menjadi panik dan lekas menyerang Yao Jun secara bersamaan karena di rasa terlalu berbahaya membiarkannya berbuat lebih jauh.


Pemimpin bandit yang di bantu oleh kelima petingginya kemudian maju menyerang Yao Jun bersamaan dengan jurus dan teknik mereka masing-masing, namun semua itu bisa di atasi dengan sangat mudah oleh Yao Jun.


Karena memang saat itu dia berada di puncaknya dengan tingkat praktiknya yang sudah tingkat bumi kelas 1 tahap awal, sedangkan mereka yang menyerang rata-rata hanya di tingkat raja kelas 2, bahkan pemimpin bandit hanya di tingkat raja kelas 3 tahap awal.


Pertarungan Yao Jun dengan pemimpin dan petinggi bandit terjadi selama beberapa jam, walaupun mereka menyerbu Yao Jun namun tidak terlihat sedikitpun ekspresi bahagia di wajah mereka semua karena merasakan betapa susahnya untuk mengalahkan Yao Jun, bahkan menggores satu luka pun mereka tidak sanggup.

__ADS_1


Satu per satu mereka tumbang di pedang Yao Jun dengan tidak tersambungnya kepala mereka di tubuh masing-masing, hal itu semakin membuat para petinggi juga pemimpin menjadi takut dengan Yao Jun, namun karena tidak ingin di pandang rendah dan lemah oleh para anggota mereka yang sedang melihat, mereka memutuskan untuk terus bertarung hingga darah penghabisan.


Di antara ratusan serangan yang sudah berlalu, seorang paruh baya dengan tubuh besar maju menghadapi Yao Jun dengan gegabah, dan beruntung dia di selamatkan oleh salah satu petinggi yang ada. Namun sayang mata kirinya tersayat oleh pedang Yao Jun, dan pria ini lah yang akan di kenal sebagai Mata Iblis.


Karena merasa tidak ada harapan, mereka semua menyusun rencana untuk membiarkan salah satu dari mereka untuk kabur dan akan membalaskan dendam di masa depan, dari pemilihan itu terpilihlah Mata Iblis karena dialah yang paling berpotensi untuk membalaskan dendam, bahkan sudah di bahas bahwa Mata Iblis lah yang akan menjadi pemimpin bandit itu selanjutnya.


Merasa berat hati meninggalkan kelompok bandit yang telah mengurusnya selama lebih dari dua puluh tahun, Mata Iblis lekas berlari dengan mata kirinya yang berdarah dengan di lindungi oleh para rekannya.


“Mencoba untuk kabur?!” Yao Jun tertawa kecil.


“Akan kami tahan kau disini dengan nyawa kami!”


Namun pemimpin iblis hitam juga mengizinkan anggotanya yang tidak ingin kabur untuk segera lekas pergi dari sana, tetapi karena kebersamaan yang sudah di lalui bersama selama bertahun-tahun, tidak ada satupun anggota iblis hitam yang kabur dari sana, dan memutuskan untuk melawan Yao Jun bersama.


“Untuk seukuran bandit kalian cukup memiliki rasa soliditas, akan kuberikan hadiah mati tanpa rasa sakit kepada kalian....”


Pertempuran besar antara kelompok bandit iblis hitam dengan Yao Jun pun terjadi, walaupun akhirnya adalah Yao Jun lah yang keluar sebagai pemenang dengan tidak terluka sedikitpun dan terlepasnya setiap kepala bandit yang ada, tidak terkecuali para petinggi dan pemimpin sekalipun.


Sejak saat itulah Mata Iblis menjadi sangat dendam kepada Yao Jun dan segera membentuk kelompok banditnya sendiri, dan kini kelompok yang di bentuknya menjadi besar karena usaha yang dia lakukan selama beberapa tahun. Walupun Mata Iblis sendiri tidak ingin di anggap pemimpin oleh para anggotanya karena merasa tidak pantas dengan panggilan itu.


**

__ADS_1


“Kenapa kau terus membahas dendam sembari bertarung? Apakah kau baik-baik saja?” Yao Jun tertawa kecil.


“Kau membantai seluruh orang yang ku anggap keluarga dulu, hari ini akan kubalas kan dendam mereka semua dengan memotong kepalamu hari ini!”


Yao Jun jelas menjadi keheranan dengan apa yang di katakan oleh Mata Iblis, karena menurutnya dia tidak pernah membiarkan satupun aliran hitam yang bisa kabur dari dirinya saat bertarung.


Akan tetapi Yao Jun menjadi mengingat jelas siapa Mata Iblis itu setelah Mata Iblis menceritakan bahwa dia berhasil kabur beberapa tahun yang lalu saat Yao Jun menjalankan misi untuk melindungi desa dari bandit.


“Ternyata kau adalah orang yang berhasil kabur waktu itu, tapi tenang saja karena kali ini akan kupastikan kau tidak bisa kabur dan akan kembali berkumpul bersama teman-teman mu di neraka!”


“Akulah yang seharusnya mengatakan itu!”


Yao Jun dan Mata Iblis kembali bertukar serangan, pertarungan antara mereka berdua begitu sengit karena sekarang Mata Iblis memiliki tingkat praktik yang sama dengan Yao Jun, yaitu raja kelas 3.


“10 Tebasan Kilat!”


“Ayunan Palu Beruntun!”


Mereka berdua kini saling bertukar jurus satu sama lain, dan hanya dalam waktu singkat mereka sudah saling bertukar lebih dari sepuluh jurus.


Pertarungan mereka berdua begitu berbahaya untuk di dekati, karena itu siapapun yang ada di dekat mereka berdua memilih untuk menjauh karena tidak ingin ikut terkena serangan, namun berbeda dengan Li Yuwen yang tidak terlalu memperdulikan itu.

__ADS_1


__ADS_2