
“Mulai!”
Zhang Hao kemudian mengerahkan seluruh aura Qi miliknya yang ada ke arah Li Yuwen, “Sadarlah akan tempat mu!”
Li Yuwen yang hanya diam saja kemudian merasakan tekanan yang besar pada tubuhnya, “Ingin menekanku menggunakan aura Qi? Tidak kah menurutmu itu terlalu cepat seratus tahun bagimu?” Li Yuwen kemudian melapisi dirinya menggunakan aura miliknya, kemudian tubuhnya tidak merasakan tekanan sebelumnya bahkan seperti tidak pernah terjadi.
Zhang Hao kemudian berdecak kesal lalu menarik pedangnya yang tersarung di pinggang, Kemudian terpancar sebuah aura keluar dari pedang miliknya.
“Senjata pusaka?”
“Senjata pusaka tingkat rendah kelas 1!”
Semua orang mengenali senjata yang mengeluarkan aura seperti itu hanyalah senjata pusaka, kemudian semangat menonton pertandingan mereka semakin menggebu-gebu karena akhirnya Zhang Hao akan memperlihatkan kekuatan penuh miliknya.
“Ini semakin menarik!”
“Kau benar Jendral Liong....”
Zhang Hao kemudian maju secepat yang dia bisa ke arah Li Yuwen sambil menebas ke arah titik vital Li Yuwen, namun sama seperti pertarungannya dengan Qiao Wei sebelumnya, Li Yuwen menghindari setiap serangan yang di lepaskan oleh Zhang Hao dengan mudah, bedanya Li Yuwen kali ini bergerak dari tempatnya.
‘Aura miliknya sedikit membuatku susah bergerak.’ Li Yuwen kemudian mengeluarkan setengah aura miliknya ke arah Zhang Hao yang sedang menyerangnya secara brutal.
Zhang Hao yang tidak siap akan hal itu merasa tubuhnya tiba-tiba tertimpa sesuatu yang cukup berat hingga membuatnya terjongkok, Tidak sampai situ Li Yuwen kemudian melepaskan sebuah tendangan ke arah dada Zhang Hao yang akhirnya di tahan olehnya menggunakan pedang pusakanya yang di aliri Qi.
Zhang Hao kemudian terpental mundur dan hampir jatuh dari arena pertandingan, “Kursnf ajar....” ucap Zhan Hao pelan.
Kedua tangan Zhang Hao kemudian sedikit bergetar akibat menahan tendangan yang di lepaskan oleh Li Yuwen, ‘Seberapa besar kekuatan fisiknya itu!?’ batin Zhang Hao.
“Ada apa? Apa hanya itu kemampuan jenius sekte?” Li Yuwen mencoba memanasi Zhang Hao, dan itu berhasil membuatnya emosi.
“Kurang ajar!”
Zhang Hao kemudian kembali maju menyerang Li Yuwen, namun kali ini dia mengaliri Qi dalam jumlah cukup banyak pada pedangnya juga mengaliri Qi pada tangan juga kakinya agar bisa bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
__ADS_1
Li Yuwen pun menjadi cukup kewalahan menghindari tebasan demi tebasan Zhang Hao hingga akhirnya baju di bagian perutnya terkena sedikit tebasan pedang.
“Masih ingin berlagak sombong? Akan ku pastikan yang terkena selanjutnya adalah tubuhmu!”
Li Yuwen pun tertawa kecil mendengarnya, “Menarik, kalau begitu aku akan mulai menyerang....” Setelah mengucapkan itu Li Yuwen tidak lagi hanya menghindari serangan Zhang Hao, melainkan maju menyerang menggunakan serangan tapak juga tendangan.
Mereka yang menonton pun menjadi bingung dengan kelakuan Li Yuwen.
“Bukankah ada pedang tersarung di pinggangnya?”
“Kenapa dia tidak menggunakan pedangnya?”.
“Mungkin tuan muda Hao tidak cukup kuat untuk membuatnya menggunakan pedang miliknya itu!”
Perkataan terakhir itu cukup membuat kejutan bagi yang mendengar, beberapa orang mulai mengatakan Li Yuwen terlalu sombong namun sebagian lagi menjadi kagum dengannya.
Pertukaran serangan antara Li Yuwen dan Zhang Hao terus terjadi hingga tidak terasa sudah lebih dari seratus serangan yang mereka lepaskan, pertarungan pun semakin memanas hingga lebih dari tiga puluh menit berlalu sejak di mulainya pertandingan itu.
“Tuan putri!” Jendral Liong memanggil Tang Lian lebih keras, gadis itu pun terkejut karena panggilannya.
“Ada apa Jendral Liong?”
“Apakah tuan putri masih ingin menonton pertandingan ini? Hari sudah mulai larut tetapi tuan putri belum memakan apapun....”
Tang Lian pun menganggukkan kepalanya, “Kita akan kembali bila pertarungannya selesai, aku juga memiliki sedikit urusan nanti....”
“Urusan?” Jendral Liong menjadi heran.
“Kau akan tahu sendiri nanti Jendral....”
Jendral Liong pun tidak lagi bertanya dan fokus kembali bersama Tang Lian menyaksikan pertarungan antara Li Yuwen dan Zhang Hao, karena Jendral Liong sendiri juga ingin melihat akhir dari pertarungan antara kedua pemuda itu.
Pertukaran serangan terus berlanjut antara mereka berdua namun belum ada satupun yang terlihat akan memenangkan pertarungan itu.
__ADS_1
Disisi Li Yuwen walaupun dia memiliki lebih banyak pengalaman bertarung, tetap saja akan susah mengalahkan Zhang Hao yang jenius dalam bela diri tanpa menggunakan Qi dan hanya mengandalkan kekuatan fisik, namun pengalaman miliknya itu sudah cukup untuk membuat Zhang Hao kesulitan mengalahkan dirinya.
“Pertarungan mereka benar-benar berada di level yang berbeda.”
“Aku bahkan tidak bisa bertahan lebih dari sepuluh serangan bila melawan tuan muda Hao.”
“Tapi kenapa murid tetua Yao itu bisa bertahan selama itu? Bahkan dia tidak memiliki sama sekali di tubuhnya.”
Para calon murid yang ada menjadi keheranan dengan kehebatan Li Yuwen dalam mengungguli Zhang Hao, bahkan Qiao Wei juga bingung dengan itu.
‘Bila dugaanku benar, maka yang akan menang adalah murid tetua Yao ... karena teknik yang dia gunakan terakhir kali itu, aku bahkan tidak bisa melihat pergerakannya.’
Qiao Wei kemudian mempertanyakan kenapa Li Yuwen tidak menggunakan teknik yang sama saat mengalahkan dirinya kepada Zhang Hao.
‘Bila ini terus berlanjut, aku mungkin akan terpojok ... tenagaku mulai menipis, sepertinya memang harus menggunakan itu!’
Li Yuwen kemudian melepaskan tendangan yang cukup keras ke arah Zhang Hao yang kemudian di tahan olehnya menggunakan senjata pusaka miliknya, mereka berdua pun terpental mundur karena gelombang kejut dari serangan itu.
“Serangan selanjutnya akan menjadi kekalahanmu” ucap Zhang Hao.
“Oh kebetulan sekali ... aku juga ingin mengakhiri pertarungan ini di serangan ku yang berikutnya, sebaiknya persiapkanlah dirimu!”
Zhang Hao kemudian mengalirkan Qi miliknya dalam jumlah besar pada senjata pusaka miliknya, tidak lama kemudian pedang yang dia gunakan itu terlihat sebuah cahaya redup berwarna biru yang menyelimuti seluruh mata pedang yang dia gunakan.
“Pengendalian Qi? Hao’er sudah bisa mengendalikan Qi hingga ke tahap itu?” ucap Xiang Yong terkejut.
Pengendalian Qi adalah sebuah tahap dimana seorang kultivator bisa mengendalikan Qi miliknya hingga dapat membentuk sesuatu yang mereka inginkan, salah satunya bentuk pedang yang sekarang menyelimuti pedang pusaka yang Zhang Hao gunakan.
‘Benar-benar jenius,’ batin Li Yuwen.
Tidak diam saja, Li Yuwen kemudian membentuk kuda-kuda yang terlihat sedikit berbeda dari yang dia gunakan saat melawan Qiao Wei, Dan terdengar bunyi aneh dari otot juga tulangnya di tambah raut wajahnya yang terlihat sedang menahan rasa sakit.
“Karena rasa sakit inilah aku tidak ingin terlalu menggunakan teknik ini.”
__ADS_1