Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 19 - Keahlian Pedang Li Yuwen


__ADS_3

Tetua Fang memiliki nama lengkap Fang Yin, Fang Yin sendiri adalah teman seperguruan Yao Jun dari awal dia menjadi murid di sekte Pedang Kilat, mereka bisa dibilang sahabat dekat bila dilihat dari lama hubungan juga keakraban mereka berdua.


Fang Yin juga termasuk salah satu murid yang jenius walaupun tidak bisa dibandingkan dengan Yao Jun dimasanya.


“Apa yang kau lakukan disini tetua Fang? Dimana tetua ke 10?”


“Tetua ke 10 sedang pergi menemui patriak, aku kebetulan berada di dekat sini jadi dia memintaku menjaga aula misi untuk sementara waktu sampai dia kembali.”


Yao Jun akhirnya mengerti dengan apa yang terjadi lalu meminta Fang Yin untuk menandakan misinya telah selesai.


“Oh tidak kusangka kau berhasil menemukan Serigala Malam secepat ini, hadiah misi nanti akan aku antarkan sendiri ke kediaman tetua Yao setelah misi memburu Serigala Malam sudah di konfirmasi.”


Yao Jun memberikan inti monster Serigala Malam kepada Fang Yin, kemudian Fang Yin menyadari kehadiran Li Yuwen dibelakang Yao Jun.


“Tetua Yao ... ini?” Fang Yin menunjuk ke arah Li Yuwen


“Oh maafkan aku, ini adalah muridku ... Li Yuwen.”


Li Yuwen pun memberi salam kepada Fang Yin, dikehidupan Li Yuwen yang sebelumnya Fang Yin adalah orang yang sangat baik dan selalu menolong Yao Jun bila dalam kesulitan. Namun karena kebaikannya dia tewas dibunuh oleh kultivator dari aliran hitam setelah mencoba menolong Yao Jun yang sedang dikepung.


‘Tetua Fang Yin, kau selalu menolong guruku disaat-saat yang sulit dan bahkan sampai harus kehilangan nyawa untuk itu ... dikehidupanku yang kedua ini aku akan membalas kebaikanmu,’ batin Li Yuwen.


Setelah berkenalan Yao Jun dan Li Yuwen pergi menuju kediaman meninggalkan Fang Yin yang sedang mengkonfirmasi selesainya misi berburu Serigala Malam.


Tibalah mereka berdua di sebuah pintu gerbang kecil yang terbuat dari kayu, kemudian mereka masuk kedalamnya.


Sesampainya di dalam terlihat sebuah halaman yang cukup luas dengan sebuah pohon di pinggir halaman, ditengah-tengah pemandangan itu juga terlihat sebuah kediaman yang tidak terlalu besar dan sederhana.

__ADS_1


“Wen’er, ini adalah kediaman gurumu ... mulai sekarang ini juga akan menjadi tempat tinggalmu,” ucap Yao Jun dengan senyum tipis dibalik topengnya.


Li Yuwen menjadi mengingat banyak kenangan ditempat itu, karena tempat yang sekarang cukup indah ini dalam beberapa tahun kedepan akan diporak-porandakan dan dibakar hingga tidak bisa dikenali.


Yao Jun menuntun Li Yuwen untuk memasuki kediamannya dan menunjukkan kamar yang akan ditempatinya, kamar yang ditempati Li Yuwen sama seperti di kehidupannya yang pertama.


Li Yuwen kemudian menata seluruh barang yang dimilikinya, dan setelah selesai Yao Jun memanggilnya ke halaman.


Li Yuwen pun keluar kemudian melihat Yao Jun yang sedang berdiri dengan memegang sebuah pedang kayu di tangan kanannya.


“Muridku, tidak ada waktu bersantai untuk melakukan latihan ... kita akan memulai pelajaran bela diri pertamamu.”


Sebuah kenangan lama kembali muncul di dalam kepala Li Yuwen, dia lupa bila gurunya adalah orang yang sangat suka berlatih. Bahkan di kehidupannya yang pertama Li Yuwen pernah mencoba untuk kabur karena latihannya yang terlalu banyak, walaupun akhirnya tetap berhasil ditangkap oleh Yao Jun.


“Pertama aku akan mengajarimu teknik pedang yang kugunakan, teknik Pedang Kilat ... ini merupakan teknik terkuat sekaligus teknik paling umum di sekte ini.”


Namun siapa Li Yuwen, dia adalah orang yang sudah berlatih pedang lebih dari satu abad, bahkan dia menguasai banyak teknik berpedang dari sekte-sekte besar yang ada.


Dan bagi Li Yuwen teknik pedang kilat adalah teknik pedang yang paling di kuasainya di kehidupannya yang pertama.


“Bagaimana? Apakah kau sudah memahaminya?” Yao Jun bertanya.


Dan tanpa sadar Li Yuwen menganggukkan kepalanya dan membuat Yao Jun sedikit kaget karenanya.


“Kalau begitu ambil pedang kayu di dekatmu, coba praktikkan gerakan pertama yang baru saja kuperagakan.”


Yao Jun sedikit penasaran dengan apa yang akan ditunjukkan oleh Li Yuwen nanti, menurut Yao Jun tiap gerakan yang ada di teknik pedang kilat cukup sulit dipelajari, bahkan untuk dirinya yang berbakat membutuhkan waktu satu bulan untuk mempelajari gerakan pertama dan satu tahun untuk menguasai seluruh gerakan yang ada.

__ADS_1


Menurutnya Li Yuwen yang sudah menunjukkan bakat juga kecerdasannya yang tinggi mungkin akan berbeda dari dirinya.


‘Sensasi ini ... tidak terasa sudah 3 tahun lebih aku tidak memegang pedang,’ batin Li Yuwen dengan senyum dibalik topengnya


Memang di kehidupannya yang pertama, Li Yuwen dengan bakat berpedangnya juga Kitab Dewa Semesta bersamanya mampu membawanya menjadi jajaran 20 kultivator terkuat di Kekaisaran Tang.


Karena keahlian pedang miliknya Li Yuwen di juluki sebagai kultivator pedang nomor 1 di Kekaisaran Tang, itu juga di sebabkan oleh latihan keras yang dilakukannya.


Setelah Yao Jun tewas menyelamatkan dirinya Li Yuwen tidak pernah lepas dari pedangnya dan selalu melakukan latihan siang dan malam juga melalui pertarungan setiap hari hanya demi mengasah kemampuannya juga membalas dendamnya.


Li Yuwen kemudian berjalan ke tempat sebelumnya Yao Jun memperagakan gerakan pertama teknik pedang kilat, dan berdiam sejenak mengatur napasnya.


Li Yuwen kemudian bergerak memperagakan gerakan pertama yang baru saja di tunjukkan oleh Yao Jun, Gerakannya berbeda dengan yang Yao Jun lakukan, terlihat lebih halus dan gesit juga menjadi tidak tertebak.


Yao Jun yang menyaksikan itu terpana dengan yang dilakukan oleh Li Yuwen, dia tidak menyangka gerakan pertama teknik pedang kilat bisa dilakukan seperti itu, bahkan hanya dengan melihat Li Yuwen memperagakan gerakan pertama sudah membuat wawasannya akan pedang bertambah banyak.


Yao Jun tidak menyangka memiliki murid juga bisa membantunya melihat kekurangan dari teknik yang diajarkannya.


Setelah selesai memperagakan gerakan pertama, terdengar suara ketukan dari pintu gerbang kediaman mereka, Yao Jun pun membukakan pintu dan melihat Fang Yin berdiri dengan sebuah peti berukuran sedang ditangannya.


“Tetua Yao ... ini hadiah misi dari berburu Serigala Malam, di dalamnya berisi 100 Batu Spiritual tingkat rendah.”


“Ah terima kasih dan maaf sudah merepotkan,” jawab Yao Jun sembari menerima peti yang diberikan.


Fang Yin kemudian tidak sengaja melihat Li Yuwen di dalam dan sedang memegang pedang kayu di tangannya, dia juga baru menyadari Yao Jun juga membawa pedang kayu bersamanya.


“Sepertinya tetua jenius kita sudah kembali.”

__ADS_1


Terlihat seorang pria sepuh datang menghadap mereka berdua, dan pandangannya seperti sedang merendahkan dua orang dihadapannya.


__ADS_2