
Zhang Hao menjadi sangat senang dengan sorakan yang di terimanya, dan kebahagiaan itu meningkat setelah dia tidak sengaja melihat Tang Lian yang ternyata melirik sedikit ke arah tetua yang menilai tingkat inti monster yang dia bawa karena merasa sedikit tertarik.
Sekarang Zhang Hao merasa seperti di atas angin, namun dia tidak sadar akan sebuah tatapan tidak suka terarah kepadanya.
Kini Xiang Yong hanya menantikan kejutan yang akan di bawa oleh Li Yuwen, karena menurutnya tidak mungkin Li Yuwen kembali selama itu tanpa membawa hasil yang berarti.
“Li Yuwen!” teriak tetua kedua memanggil nama Li Yuwen.
Kali ini tetua kedua sendiri yang akan mengecek tingkat inti monster yang dimiliki oleh Li Yuwen, karena dia tidak ingin lagi ada keanehan lainnya yang di tunjukkan oleh pemuda bertopeng itu.
Sedikit keanehan terjadi kembali saat Li Yuwen berjalan mendekati tetua kedua yang memanggilnya, keanehan itu membuat penonton yang melihat bertanya-tanya.
“Eh?! Apakah sebelumnya dia membawa sebuah kantung besar masuk ke dalam ruangan?”
Salah seorang penonton yang mendengar itu kemudian melirik ke arah Li Yuwen, “Kau benar! Kurasa aku tidak melihat dia membawa masuk kantung besar itu bersamanya!”
“Sudahlah itu tidak penting ... dia hanya memiliki kualitas tulang tembaga, tidak mungkin dia akan membawa inti monster lebih baik dari tuan muda Hao!”
Para penonton pun mulai mengejek Li Yuwen setelahnya, namun mereka tidak akan pernah mempercayai apa yang akan mereka lihat bila isi kantung kain besar itu di buka.
Saat kain itu di buka, betapa terkejutnya tetua kedua dengan apa yang dia lihat, bahkan tanpa menyentuhnya sekalipun dia sudah yakin itu adalah inti monster tingkat fana kelas 3.
“2 ... 26 inti monster tingkat fana kelas 3!” ucap tetua kedua terkejut.
“Apa!” Zhang Wu terkejut bukan main mendengar itu, perasaan buruk yang dia rasakan sebelumnya menjadi kenyataan.
__ADS_1
Sedangkan Yao Jun juga Fang Yin tertawa kecil melihat reaksi dari Zhang Wu walaupun mereka juga ikut kaget dengan jumlah yang di miliki oleh Li Yuwen, terlebih itu adalah inti monster tingkat fana kelas 3.
Xiang Yong yang menanti kejutan yang akan di bawa oleh Li Yuwen juga tidak kalah terkejutnya dari yang lain, bahkan jendral Liong yang dari tadi hanya terlihat biasa saja walau dengan hasil yang di bawa oleh Zhang Hao juga ikut terkejut melihat itu.
“Apakah anak itu monster?!” ucap jendral Liong terkejut.
Hanya ada satu orang yang terlihat sangat marah dengan itu dan menatap Li Yuwen dengan tatapan kebencian, dia adalah Zhang Hao. Alasannya adalah dia tidak sengaja melihat Tang Lian yang ternyata sudah melirik Li Yuwen dari awal dia beranjak dari duduknya hingga berjalan menuju tetua kedua berada, Zhang Hao kemudian menyimpulkan bahwa Tang Lian lebih tertarik pada Li Yuwen dari pada dirinya, tentu itu membuatnya marah pada Li Yuwen.
Terlebih hasil yang di bawa oleh Li Yuwen mengalahkan jumlah yang dimilikinya, ‘Orang biasa itu! Bagaimana dia bisa mengumpulkan sebanyak itu dengan bakat biasa miliknya?!’ batin Zhang Hao.
Tidak sampai disitu kejutan yang Li Yuwen bawa, “Ah maafkan aku tetua kedua ... aku lupa akan satu hal,” ucap Li yuwen sembari mengeluarkan dua buah inti monster yang ukurannya lebih besar dari sebelumnya.
Melihat apa yang baru saja di keluarkan oleh Li Yuwen dari saku baju miliknya, tetua kedua menahan napasnya, bahkan Xiang Yong yang dari jauh melihat itu bangkit dari duduknya.
“Inti monster tingkat raja kelas 1?! Dan ada dua!” ucap tetua kedua dan Xiang Yong bersamaan.
Sedangkan Zhang Wu hanya terduduk lemas saat dia melihat Tang Lian juga terkejut melihatnya, “Kesempatanku....” ucap Zhang Wu lirih.
Disisi lain Zhang Hao yang melihat itu amarahnya semakin membara melihat Tang Lian menjadi lebih tertarik dengan Li Yuwen, ‘Di tes terakhir nanti akan ku hancurkan tubuhmu....’ batin Zhang Hao sambil mengepalkan tangannya erat.
Setelahnya beberapa saat berlalu dan akhirnya tetua kedua mengumumkan berakhirnya tes kedua, dan akan di lanjutkan dengan tes terakhir namun akan di potong oleh waktu istirahat selama satu jam.
Karena menurutnya tidak baik membiarkan calon murid yang ada bergerak secara terus menerus tanpa beristirahat sama sekali, itu akan mengurangi peforma mereka saat bertarung di tes ketiga nanti.
“Tetua Yao ... apakah kau yakin bakat muridmu itu hanya kualitas tulang emas?”
__ADS_1
“ Aku juga tidak yakin,” jawab Yao Jun sambil tertawa kecil melihat kejeniusan muridnya.
Tidak pernah dia sangka seorang anak muda yang dia temui di hutan dalam misinya akan menjadi murid pertamanya, terlebih anak itu tinggal di hutan yang penuh monster selama tiga tahun, dan akhirnya dia menunjukkan bakat miliknya hanya dalam dua tes saja.
“Aku jadi penasaran bagaimana cara muridku itu bertarung satu sama lain nanti.”
**
“Bagaimana situasinya?” Salah seorang bertanya dengan sebuah jubah berlambangkan dua gunung juga mengenakan sebuah topeng di wajah.
“Seperti informasi yang kita terima dari orang yang kita susupkan ... hari ini adalah hari ujian penerimaan murid di sekte itu.”
“Bukan itu yang aku tanyakan ... aku bertanya orang yang menjaga putri kaisar.”
“Ah maafkan aku ketua ... ada total 10 pasukan emas darah yang berada di tingkat raja kelas 1 sedang mengawasi dari jauh, dan ada jendral kaisar yang setia sedang menjaga putri kaisar dari dekat.”
Pria yang memiliki lambang dua gunung itu kemudian berpikir sejenak, “Kalau begitu seperti rencana yang tetua berikan, masing-masing 5 dari kalian melawan satu orang dari pasukan emas darah dan aku sendiri yang akan menyerang putri kaisar saat ada kesempatan.”
“Baik!” jawab 50 orang yang ada serentak, masing-masing dari mereka memiliki lambang satu gunung di jubah yang mereka kenakan.
**
“Waktu istirahat sudah habis ... mari kita mulai tes terakhir ujian penerimaan murid ini!” ucap tetua kedua.
Sebelum memulai ujian, tetua kedua menjelaskan beberapa hal tambahan di tes ketiga ini
__ADS_1
“Ini sedikit menyedihkan melihat hanya ada 50 calon murid yang berhasil lolos sejauh ini dari 1000 orang yang ada....”
Tetua kedua menjelaskan di tes terakhir ini mereka hanya perlu bertarung semaksimal mungkin tanpa perlu memikirkan akan tereliminasi, karena pertarungan terakhir inilah yang akan menentukan peringkat mereka di sekte.