Penguasa Dewa Semesta

Penguasa Dewa Semesta
Ch. 18 - Sekte Pedang Kilat


__ADS_3

“Wen’er, berapa usiamu sekarang?” Yao Jun bertanya.


Li Yuwen yang mendengar itu merasa sedikit bingung kenapa Yao Jun menanyakan usianya, namun Li Yuwen tetap menjawabnya tanpa ragu sedikitpun.


“Guru, jika tidak salah tahun ini murid sudah berusia genap 15 tahun ... ada apa guru menanyakan hal itu?”


Yao Jun berpikir sejenak setelah menerima jawaban yang diberikan Li Yuwen dan kemudian kembali berbicara menjelaskan.


“Usiamu sudah lebih dari cukup untuk mulai membentuk Kristal Qi, kenapa kau belum membentuknya Wen’er? Apakah karena kau tidak mengetahui caranya?”


Kristal Qi adalah sebuah Qi yang dipadatkan dari Qi yang berasal dari luar tubuh, Kristal Qi sendiri di simpan di dalam dantian dan berguna untuk pertarungan dan lain-lain.


Banyak Qi yang bisa digunakan tergantung dari banyaknya jumlah Kristal Qi yang berhasil di bentuk oleh masing-masing kultivator.


singkatnya Kristal Qi adalah untuk menampung Qi yang di butuhkan yang berasal dari Qi alam, dan dantian adalah tempat untuk mengumpulkan kristal-kristal Qi yang berhasil dibentuk.


Li Yuwen akhirnya paham maksud dari Yao Jun menanyakan usianya, namun Li Yuwen memberikan jawaban yang sedikit membuat Yao Jun terkejut.


“Tidak apa-apa guru, aku tidak ingin terburu-buru dalam membentuk Kristal Qi ... karena aku masih ingin melatih tubuhku agar lebih kuat menampung lebih banyak Kristal Qi.”


Alasan Li Yuwen memang benar adanya, Li Yuwen tidak ingin terlalu cepat membentuk Kristal Qi karena masih ingin fokus meningkatkan kualitas tulangnya hingga minimal mencapai kualitas Tulang Bumi, barulah dia ingin membentuk Kristal Qi setelahnya.


Hal itu dilakukannya agar perhatiannya tidak terbagi menjadi dua dan ingin memfokuskan memperkuat satu sisi lebih dulu barulah meningkatkan sisi yang lain.


Yao Jun yang mendengar alasan Li Yuwen hanya bisa menerimanya, karena memang apa yang menjadi tujuan Li Yuwen juga merupakan hal yang bagus untuk dirinya, Yao Jun pun tidak membahas hal itu lebih jauh.


Setelahnya Yao Jun memutuskan untuk istirahat juga mengajak Li Yuwen untuk ikut beristirahat bersamanya, namun Li Yuwen menolak karena ingin mengawasi wilayah sekitar.


“Guru istirahatlah lebih dulu, karena guru sudah bertarung dengan tiga orang dengan tingkat praktik yang tinggi hari ini ... sedangkan aku akan mengawasi sekitar dan bila sudah aman aku akan ikut beristirahat.”

__ADS_1


Yao Jun tidak menyangka Li Yuwen bisa berpandangan begitu jauh kedepan untuk anak seusianya, dan sekali lagi membuat dia senang memiliki murid yang berbakti juga sangat cerdas.


Beberapa saat kemudian Yao Jun sudah tertidur pulas, dan tidak jarang terdengar suara batuk pelan keluar dari mulutnya sepanjang dia tertidur.


“Guru tenang saja, bila aku sudah memiliki 5000 Kristal Qi maka aku sudah bisa menyembuhkanmu guru.”


Li Yuwen yang sudah melihat Yao Jun tertidur pulas kemudian sedikit menjauh darinya lalu mengibaskan tangannya, dan dari kibasan tangan itu muncul sepotong apel berwarna perak yang sudah terpotong kecil, itu adalah Apel Besi.


“Aku tidak menyangka perhitunganku sedikit salah, tidak kukira aku masih menyisakan 3 buah Apel Besi setelah berlatih selama 3 tahun di Hutan Seribu Monster.”


Li Yuwen kemudian mengkonsumsi Apel Besi dan meningkatkan kualitas tulangnya sepanjang malam tanpa beristirahat.


Di pagi hari Yao Jun terbangun karena mencium aroma harum dari daging yang di panaskan, dan dia melihat Li Yuwen yang sedang menyiapkan sarapan.


“Anda sudah bangun guru!? kalau begitu mari kita sarapan,” ucap Li Yuwen menyapa Yao Jun yang baru bangun dari tidurnya.


***


Seminggu sudah berlalu sejak mereka kembali melanjutkan perjalanan setelah sarapan, dan mereka pun akhirnya tiba di sekte Pedang Kilat, itu karena di sepanjang perjalanan mereka tidak menemukan kesulitan berarti yang bisa menghambat lama waktu perjalanan.


Li Yuwen sendiri selama satu minggu ini hanya mencoba meningkatkan kualitas tulangnya saat memiliki kesempatan untuk itu.


“Tetua Yao!” teriak salah seorang wanita yang berdiri di gerbang sekte.


Setelahnya mulai bermunculan segerombolan wanita-wanita yang memenuhi gerbang sekte, dan tujuannya adalah untuk melihat Yao Jun.


Yao Jun yang melihat segerombolan wanita mendekatinya menjadi sedikit merinding karena tau akan keganasan wanita-wanita itu pada dirinya.


Dan beberapa saat setelahnya Yao Jun di kelilingi oleh puluhan wanita yang mendekatinya, Li Yuwen yang tidak siap dengan itu terbawa arus hingga terpisah menjauh dari Yao Jun dan membawanya keluar dari kerumunan.

__ADS_1


Yao Jun meminta para wanita itu memberi jalan agar dirinya bisa lewat kemudian menyadari muridnya yang sudah terpisah darinya.


“Wen’er dimana kau?!” Yao Jun berteriak.


Para wanita yang mendengar Yao Jun memanggil sebuah nama menjadi liar karena mengira Yao Jun sedang mencari seorang wanita, lalu terdengar suara yang membalas sahutan Yao Jun.


“Guru aku disini!”


Mendengar kata guru, para wanita yang ada sontak menoleh secara bersamaan melihat orang yang menjawab panggilan Yao Jun, kemudian mereka menemukan seorang anak laki-laki bertopeng sedang berdiri agak jauh dari kerumunan.


dan dalam waktu singkat muncul sebuah ide dari banyak wanita disitu untuk mencoba baik dan mendekati Li Yuwen agar pandangan Yao Jun terarah ke mereka.


Yao Jun yang melihat muridnya akan dikerumuni oleh para wanita dengan cepat bergerak menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya dan membawa Li Yuwen pergi dari gerombolan wanita yang ada, mereka yang melihat itu pun menjadi sedikit kecewa sekaligus membara untuk mendapatkan hati Li Yuwen agar Yao Jun melirik mereka.


“Wen’er ... ini adalah sekte Pedang Kilat.” Yao Jun tersenyum canggung.


Li Yuwen yang melihat itu hanya tertawa kecil karena sudah lama dia tidak merasakan kejadian seperti itu di dalam hidupnya.


Sekte Pedang Kilat adalah sekte tingkat menengah aliran putih, sekte ini memiliki luas daerah yang sebanding dengan luas kota kecil dengan di kelilingi sebuah tembok besar yang terbuat dari batu di sekelilingnya.


Sehingga bagi orang luar yang berniat mencoba masuk kedalam sekte membutuhkan izin khusus untuk masuk kedalamnya, dan hanya orang seperti pembawa pesan atau orang orang berpengaruh yang bisa memasuki sekte tanpa masalah.


Setelahnya Yao Jun mengajak Li Yuwen untuk mengikuti dirinya menuju Aula Misi karena ingin melaporkan sekaligus menyerahkan hasil dari misi yang ia selesaikan.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keduanya untuk tiba disana, dan yang mereka temukan pertama kali adalah seorang pria yang mengenakan jubah sama seperti Yao Jun juga terlihat memiliki usia yang sama dengan dirinya.


“Tetua Yao?”


“Tetua Fang?”

__ADS_1


__ADS_2