
Kebingungan kembali melanda tuan muda Aras yang saat ini dia benar-benar heran. Dia berpikir sejenak dan mulai mengerti apa yang terjadi padaku.
"Secepat inikah Naya kembali ke ingatannya semula?" batin tuan muda menduga.
Ya, kali ini Aku memang sengaja mempermainkanmu, tuan. Aku kembali dengan normal dan ini sudah seharusnya. Karena yang kubutuhkan adalah Niko yang asli bukan Niko yang berupa tuan muda Aras dalam halusinasiku.
"Niko sedang banyak urusan di kantor, jadi jangan mengganggu dia," ujar tuan muda bernada dingin.
"Aku nggak peduli, pokoknya aku ingin ketemu dengan dia. Aku sangat merindukannya. Kau telah memutuskan hubunganku dengan kak Niko. Kau sudah menyita ponselku sehingga aku tidak bisa menghubunginya. Kau jahat!"
Aku menunjuk ke arah tuan muda Aras dengan mata tajamku dan sinis.
"Terserah, pokoknya saya tidak mengizinkanmu untuk menemui Niko!" ucap tuan muda Aras yang sikapnya kembali berubah menjadi sosok yang menyeramkan.
Tuan muda Aras berjalan hendak keluar dari kamarku.
Bukkk
Bukkk
Dengan cepat Aku melemparkan bantal beberapa kali ke arah tuan muda.
"Aghhh ... hei kau...!"
Tuan muda berhenti sejenak dan menatapku penuh kesal.
"Jika kau tidak memanggil kak Niko, maka aku akan menghancurkan seisi rumah ini," ancamku pada tuan muda.
Aku berjalan ke arah vas bunga berada dan meraihnya, lalu Aku melemparkan vas bunga itu ke arah tuan muda. Dan seketika dia menghindar lemparanku lalu berjalan menghampiriku.
__ADS_1
"Naya, kau sudah gila. Kau ingin membunuh saya, hah? Hentikan bersikap konyol, Naya!" bentak tuan muda padaku.
"Iya, Aku memang sudah gila. Itu semua karena kamu!" ucapku secara tidak langsung menyindirnya.
Deg
Tuan muda tidak berani berkata apa-apa lagi. Dia tersentak kaget atas apa yang Aku katakan padanya. Sepertinya dia menyadari apa yang Aku ucapkan. Ya, itu yang Aku mau. Tapi sayangnya, Aku tidak bisa menyindirnya terlalu jauh, karena besar kemungkinan peranku akan terbongkar.
"Ok. Saya akan datangkan Niko ke rumah ini. Tapi ingat, tunggu perintah dari saya dan jangan pernah keluar dari kamar ini sebelum saya mengizinkannya, mengerti?" ucapnya yang melotot ke arahku.
"Jika kau melanggar, maka kau tidak akan pernah bertemu lagi dengan Niko sampai kapanpun!" lanjutnya yang kali ini dengan ancamannya.
Tuan muda pergi begitu saja dari kamarku setelah mengatakan hal itu.
Aku tidak habis pikir, bisa-bisanya dia mengancamku. Aku benar-benar sudah dalam tahanannya. Dia tidak membiarkanku merasakan kebebasan seperti dulu. Aku sangat heran dibuatnya. Ada apa sebenarnya. Bukankah dia tidak mencintaiku? Bukankah dia menikahiku karena permintaan dari almarhum papanya? Bukankah juga dia menikahiku karena harta warisan yang tidak rela diberikan padaku?
Padahal sudah sangat jelas, sudah Aku katakan dari awal padanya, bahwa Aku tidak akan menyentuh harta warisan yang diberikan alharhum tuan Halim padaku. Aku tidak akan menerima dengan cuma-cuma harta warisan itu.
Dan sampai kapanpun Aku tidak bisa lari dari tuan muda. Aku akan selalu berlakon seperti wanita yang lupa dan depresi di hadapannya. Ini membuatku kesal yang bercampur aduk dengan kepuasanku membodohinya.
Satu jam kemudian, kak Niko sudah tiba di kediaman Ahmet. Dia berjalan menuju taman belakang menemui tuan muda Aras. Dengan sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuan orang di rumah itu, Aku sengaja menguping pembicaraan antara kak Niko dengan tuan muda Aras.
"Jika kau bertemu dengan Naya, kau harus bilang padanya jika kau sudah punya kekasih agar dia tidak meminta untuk menemuimu terus. Aku bosan mendengar rengekan si Naya," pinta tuan muda pada kak Niko.
"Lupakan Naya, jangan pernah berharap untuk memilikinya, karena Aku tidak akan pernah melepaskan Naya selamanya sampai harta warisan papa benar-benar sepenuhnya menjadi milikku," jelasnya kembali dengan penekanan.
Kak Niko diam sejenak dan mengatur nafasnya perlahan dengan tenang.
"Tenang saja, Tuan. Hubungan saya dan Nona Naya sudah berakhir. Dan ada sesuatu yang harus anda ketahui, Tuan. Tapi sebelumnya saya minta maaf pada anda," kak Niko berkata dengan ragu.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya tuan muda menatap kak Niko heran.
"Sebenarnya awal hubungan saya dan Naya adalah karena perintah almarhum tuan Halim," ucap kak Niko menatap tuan Aras yang menatapnya juga dengan bingung.
"Tuan Halim menginginkan nona Naya dijaga oleh saya dengan berpura-pura menjadi pacarnya. Makanya tuan Halim memberi perintah pada saya untuk meminta tanda tangan nona Naya tanpa sepengetahuannya agar dijadikan anak angkat. Tapi ternyata tujuan tuan Halim berubah, yaitu menjodohkan Tuan muda Aras dengan nona Naya."
"Nona Naya orang yang baik dan lembut. Dia tidak akan pernah menggoda tuan Halim soal harta warisan itu. Ini murni pemberian dari tuan Halim."
"Saya tidak mencintai nona Naya. Saya hanya menjaganya saja atas perintah almarhum tuan Halim. Jadi, Tuan tidak perlu cemas. Saya tidak akan pernah menemui nona Naya lagi," lanjut kak Niko kembali dengan meyakinkan tuan muda Aras.
Tuan muda Aras berdiam sejenak mencerna apa yang telah dikatakan oleh kak Niko dari awal sampai akhir.
"Ini aneh. Seharusnya kamu bicara dari awal pada saya agar saya tidak salah paham. Tapi bagaimana dengan Naya? Jika Naya tahu pasti hatinya terluka dan dia akan membenci kamu. Apalagi, Naya sangat mencintaimu," ujar tuan muda Aras dengan tenang dan lega, akhirnya pikiran buruk tentang Naya adalah kesalah pahaman semata.
Kak Niko menundukkan kepalanya dengan perasaan yang tak karuan. Dia tahu bahwa apa yang sudah dia katakan adalah semata-mata untuk membuat tuan muda Aras tidak membenciku. Jadi terpaksa kak Niko berbohong hanya untuk menjagaku. Sungguh mulianya hati kak Niko.
"Biarkan saja, Tuan. Jika nona Naya membenci saya, maka semakin mudah dia melupakan saya," jawab kak Niko lirih dan tetap tenang.
"Malah saya bersyukur karena tugas saya sudah selesai dan sekarang Tuan Aras lah yang menggantikan tugas untuk menjaga nona Naya. Ini perintah dari almarhum papa anda, Tuan!" jelas kak Niko menambahkan.
Deg
Tuan muda Aras hanya diam tak menanggapi ucapan dari kak Niko. Karena dia merasa bersalah telah menuduhku dengan buruk.
Sedangkan Aku sangat terpukul begitu mendengar pembicaraan yang keluar dari mulut kak Niko, orang yang sangat Aku cintai. Hatiku sakit dan sangat hancur dengan kenyataan pahit yang seharusnya tak pernah Aku dengar. Tapi lagi-lagi, Allah telah menunjukkan kembali tentang apa yang sebenarnya terjadi.
Aku tak tahu harus sedih atau bahagia saat ini. Aku sedih dengan kenyataan yang ada, tapi Aku senang karena rahasia selama ini yang tertutup rapi akhirnya terbongkar.
Semua yang terjadi dari awal Aku masuk ke dalam Haras Company adalah sebuah drama kepalsuan yang telah direncanakan oleh keluarga Ahmet dan mantan kekasihku sendiri, kak Niko.
__ADS_1
"Baiklah, jika kalian tega menipuku dengan drama yang kalian mainkan, maka aku akan memainkan peranku dalam drama yang akan aku mainkan lebih dari apa yang kalian tunjukkan padaku. Lihat saja nanti," gumamku dengan tersenyum pahit sembari menghapus lembut air mata dari pipiku.
Bersambung....