
Siapa yang tidak sakit hati bila seseorang yang kita cintai pergi meninggalkan kita dengan membawa luka yang dia tinggalkan pada kita. Sejatinya pria yang baik tidak akan pernah menyakiti dan melukai hati wanitanya.
Karena sebuah perjanjian dan keterpaksaan yang telah disepakati oleh kak Niko dari almarhum tuan Halim yang dari awal memang sudah salah mengambil keputusan yang tidak seharusnya dia lakukan. Hingga kak Niko menyesali perbuatanya karena dia melanggar aturannya, dia telah terjebak atas hatinya yaitu benar-benar mencintaiku dengan kesungguhannya.
Pada akhirnya kak Niko membuat hati seorang wanita yang tak bersalah menjadi terluka karena dia. Ya, Aku benar-benar sakit dibuatnya. Mau marah tapi Aku tidak bisa karena memang Aku akui bahwa sosok kak Niko adalah orang yang baik dan menghormati wanita saat Aku menjalani hubungan dengannya dulu.
"Aku benci kamu, kak Niko. Sungguh Aku membencimu. Tapi kenapa saat kamu mengatakan akan pergi, hatiku tidak ingin kamu meninggalkanku. Aku ingin terus selalu bersamamu, kak Niko!" Aku menangis di atas ranjang sambil memukul-mukul bantal guling sebagai pelampiasan.
Walaupun Aku terluka atas kesalahan yang kak Niko buat atas perintah almarhum tuan halim, tapi Aku sangat yakin bahwa kak Niko sungguh mencintaiku dengan tulus begitupun denganku. Aku terima pengkianatan kak Niko, tapi di lain sisi hatiku sakit dan Aku tidak bisa melihatnya meninggalkanku begitu saja dengan cara seperti ini.
Tak lama kemudian, Aku mendengar suara mobil yang berjalan keluar dari halaman rumah. Dengan cepat, Aku bergegas bangkit dari ranjang dan berlari ke jendela kamar melihat kepergian mobil yang dikendarai kak Niko. Hatiku bertambah sakit melihat kepergiannya.
Aku menatap tiada henti mobil itu, berharap melihat sekali lagi wajah pria itu terakhir kali untuk kepergiannya dalam waktu yang lama.
__ADS_1
Dan benar saja, kaca mobil yang tiba-tiba terbuka menampakkan wajah kak Niko yang samar-samar tersenyum manis ke arahku. Aku menangis sejadi-jadinya.
"Selamat tinggal, Nay. Tugasku sudah selesai untuk menjagamu. Tolong bertahanlah sampai kau benar-benar bahagia bersama tuan muda Aras, dengan begitu aku akan mengikhlaskan kau bersama dengannya," batin kak Niko berkaca-kaca sembari melirik ke arahku yang berdiri di jendela kamar.
Sedangkan Aku hanya bisa menangis menatap kepergiannya yang lama kelamaan mobil yang dikendarai kak Niko sudah hilang dari pandanganku. Jujur Aku tidak rela kak Niko pergi jauh dariku.
"Bisakah kamu tetap tinggal di sini bersamaku? Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, hidup bahagia penuh cerita dan cinta serta kasih sayang berdua. Kau yang selalu memberiku semangat untuk menjalani hidup ini. Aku tidak ingin kehilangan kamu, Kak Niko!" Aku menangis terisak tiada henti meratapi kepergiannya.
"Aku akan meninggalkan semuanya asalkan bersamamu, kak Niko. Aku benci tinggal di rumah ini. Rumah ini adalah penjara bagiku. Aku benci tempat ini. Aku benci si Aras kejam itu. Tuhan tolong Aku. Arghhh...!" Aku berteriak sekeras mungkin hingga Aku menjatuhkan tubuhku di lantai tak berdaya dan terkulai lemah.
Lain halnya dengan tuan muda Aras, dia hanya tersenyum penuh kemenangan atas kepergian kak Niko dari diriku. Sungguh hatinya begitu keras sehingga tidak menyukai kebahagiaan yang ada antara Aku dan kak Niko.
Di sini Aku yang korban dari kejahatan tuan muda Aras. Mulai dari orang tuaku yang meninggal karena kecelakaan akibat ulahnya dan kepergian kak Niko yang disengaja oleh tuan muda hingga membuatku terpisah darinya. Tuan muda Aras telah sukses membuat Aku kehilangan semua orang-orang yang Aku cintai dan Aku sayangi.
__ADS_1
"Sampai kapanpun saya tidak akan membiarkan kalian bersama. Saya tahu jika kamu membohongi saya yang jelas-jelas masih mencintai istri saya. Kau salah besar Niko," batin tuan muda melirik tajam ke arah kak Niko sambil duduk santai di kursi belakang pengemudi.
"Saya tahu jika kau sering menghubungi bi Tias secara diam-diam menanyakan kabar Naya. Dasar pengkhianat!"
"Kali ini Aku tidak akan tertipu lagi dengan permainan kamu, Niko. Aku tidak akan percaya pada siapa pun lagi. Bahkan kau masih menjunjung tinggi perintah dari papaku untuk menjaga Naya."
"Tidak akan kubiarkan kamu bahagia bersama Naya. Dia istriku dan Aku lah yang berhak atas dia," batin tuan muda kembali mengumpat kak Niko dengan tersenyum sinis ke arah kaca spion mobil depan yang tampak wajah kak Niko.
Begitu liciknya tuan muda Aras. Setelah kepergian kak Niko, tidak ada lagi orang yang melindungiku. Seperti janjinya yang telah tuan muda Aras ucapkan beberapa hari yang lalu, bahwa dia akan mengubah diriku menjadi wanita yang menuruti semua perkataannya dan perintahnya seolah Aku adalah robot baginya.
Lalu bagaimana nasib diriku selanjutnya di istana terkutuk keluarga Ahmet ini? Pasti tuan muda Aras tidak akan membiarkan Aku bebas seperti dulu lagi dan akan lebih sulit untuk Aku keluar dalam genggamannya.
Lihat saja nanti bagaimana tuan muda Aras memerintahku sebagai istrinya. Aku berharap tidak ada lagi derita dan kesedihan yang Aku terima atas perlakuan tuan muda Aras padaku kelak.
__ADS_1
Bersambung....