Peranku Bersama Tuan Muda

Peranku Bersama Tuan Muda
Mawar Pink


__ADS_3

Cinta tak semudah kita bayangkan. Awalnya benci namun bisa berbalik menjadi cinta. Ada juga awalnya saling mencintai namun bisa berbalik saling membenci. Ada banyak kisah cinta di antara setiap insan di bumi ini.


Salah satunya kisah cintaku bersama dengan tuan muda Aras. Awal yang penuh luka, saling membenci dan berbohong dengan peran yang kami mainkan untuk menyakiti, tapi dibalik itu semua ada pelajaran dan hikmah yang kami dapatkan berdua, melewati banyak ujian dan rintangan hingga kami saling menyayangi dan mencintai.


Memiliki Arka, buah cinta yang telah hadir bersama kami adalah bukti cinta kami berdua.


Cinta tak butuh banyak kata-kata, tapi cinta perlu pembuktian yang nyata.


Tepat hari ulang tahun pernikahan kami yang kedua, tuan muda Aras sengaja merayakan anniversary kami di kediaman Ahmet dengan konsep sederhana. Hanya orang dekat saja yang diundang oleh tuan muda. Aku bisa merasakan betapa bahagianya dia dengan melemparkan senyuman kepada semua orang dengan ramah. Itu adalah senyuman ketulusan.


"Selamat ulang tahun pernikahan, Tuan muda. Semoga pernikahan kalian selalu diberkahi dan cinta kalian tidak akan pernah putus sampai maut memisahkan," ucap kak Niko saat berjabat tangan dengan tuan muda memberi selamat.


"Ya, terima kasih banyak Niko," sahut tuan muda seramah mungkin.


Kini saatnya kak Niko memberikan selamat padaku, dia beralih menatapku dan terlihat ada keraguan untuk memberi ucapan padaku saat tuan muda ada didekatku.


"Emm ... Naya, happy anniversary. Maaf, aku tidak bisa memberikan kado yang mewah untukmu."


Selintas kak Niko beralih ke arah tuan muda Aras.


"Hanya bunga mawar ini yang aku hadiahkan untukmu," kak Niko memberikan sebuket bunga mawar pink yang cantik.


Aku meraihnya dengan senang hati. Karena Aku dulu punya impian bersama kak Niko untuk mengadakan pesta pernikahan dengan bertabur bunga mawar pink. Tapi nyatanya impian itu kandas.


"Wah, sudah lama banget loh aku menginginkan bunga mawar pink ini. Kakak masih ingat bunga kesukaanku," Aku mencium bunga mawar itu meresapi.


"Ini hadiah yang sangat spesial untukku. Terima kasih banyak ya, Kak Niko!" Aku mendekap bunga mawar itu penuh haru.


Tuan muda yang melihatku gembira dengan pemberian kak Niko menjadi kesal, apalagi aku memuji hadiah pemberian dari mantan kekasihku itu.


"Ekhem...!" tuan muda mengalihkan pandanganku ke hadapannya.

__ADS_1


Aku tahu jika tuan muda pasti cemburu. Sedangkan kak Niko sedikit gugup saat itu.


"Tidak ada hadiah yang lain selain bunga, apa? Kau terlihat memberikan bunga itu kepada kekasihmu? Pikir-pikir dulu sebelum memberi seseorang hadiah?" gumam tuan muda menyinggung dengan ekspresinya santai tapi sangat kesal.


Aku dan kak Niko saling pandang sejenak, lalu kami tertawa geli mendengar perkataan dari tuan muda Aras.


"Kau cemburu dengan Kak Niko yang memberiku bunga ini? Ini baru hadiah bunga, bagaimana jika Kak Niko memberiku hadiah cincin berlian?" Aku tertawa kembali dengan meledek suamiku itu.


Kak Niko tersentak kaget atas perkataanku.


"Coba saja kalau dia berani," tantang tuan muda menatap kak Niko.


"Saya berani," sahut kak Niko tegas.


"Hei, kau...!" tuan muda melotot tajam dengan ucapannya yang menggantung.


"Saya berani ... asal Naya memang istri saya. Tapi kenyataannya Naya jodoh anda, Tuan muda. Dan cinta Naya hanya untuk Tuan muda seorang," Kak Niko mengakuinya dengan tulus dan tersenyum ramah.


"Hei, sudahlah ... bukankah semuanya sudah jelas? Jadi kau tidak boleh cemburu lagi, sayang! Aku mencintaimu, harus berapa kali lagi Aku katakan padamu, hah?" Aku memukul bahu tuan muda sebagai hukuman kecil untuknya.


"Iya, iya aku percaya! Tapi aku juga bisa membelikanmu bunga mawar seperti itu yang banyak, kalau perlu satu toko aku belikan khusus untukmu yang menyediakan semua bunga mawar berwarna pink!" ujar tuan muda dengan angkuhnya.


Kak Niko menyeringai geli mendengar ucapan tuan muda, aku pun juga begitu.


"Baiklah, tapi aku tidak butuh itu. Aku hanya butuh kamu, sayang!" Aku menyentuh pipi tuan muda kemudian mengusap lembut pipi itu.


Aku terpaksa melakukan adegan romatis kepada suamiku di hadapan kak Niko semata-mata hanya untuk meredakan kekesalan suamiku itu.


Kak Niko menjadi salah tingkah dan merasa tidak enak, padahal Aku tidak bermaksud untuk memanas-manasi hati kak Niko.


"Emm ... sekali lagi saya ucapkan happy anniversary buat kalian. Saya permisi ingin bergabung dengan teman-teman yang lain!" ujar kak Niko menatapku dan tuan muda bergantian.

__ADS_1


"Hemm," sahut tuan muda dingin.


"Ya, selamat bersenang-senang, Kak!" ucapku pada kak Niko sambil melambaikan tangan ke arahnya setelah kepergiannya.


Tuan muda yang melihat itu, dengan cepat dia menarik tanganku dalam genggamannya.


"Sudah, nggak usah lebay deh!" ujar tuan muda ketus.


"Mau lihat aku lebih lebay lagi?" tantangku padanya.


Tuan muda melotot dengan sempurna ke arahku.


"Coba saja kalau berani. Aku tidak akan segan-segan menghukum kamu lebih dari apa yang aku perbuat padamu selama ini," ancam tuan muda berbisik di telingaku.


Aku menatap wajah tuan muda dengan seringai liciknya yang nakal.


Aku pun tak ingin kalah dari tuan muda. Aku mendekatkan wajahku ke telinganya.


"Oh ya? Aku sangat menantikannya, sayang," bisikku dengan memberi sedikit gigitan kecil untuknya.


Kemudian Aku menatap tuan muda hingga Aku menggedipkan mataku dengan nakal.


"Hei, kau berani-beraninya menggodaku di saat banyak orang seperti ini."


Aku tertawa melihat wajah tuan muda memerah dan menjadi tegang.


Tuan muda sejenak meninggalkan acara pesta menuju toilet untuk menetralkan suhu tubuhnya yang memanas.


"Arghhh, sial ... awas saja kau Naya!"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2