Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Memberitahu Rengganis


__ADS_3

"Kali ini jangan"


"Kenapa?" Raka merasa heran.


"Gue takut nyaman" Dara menatap Raka dengan tatapan sendu.


"Ra...." Raka juga menatap Dara dengan tatapan sendu.


"Kenapa?"


" Apa tidak boleh kita saling nyaman?"


Dara tersenyum " Lo jangan ngaco, bentar lagi Lo kawin, jadi nyamannya sama istri Lo aja nanti"


Raka menundukan kepalanya " Ra...tapi aku masih boleh kan menjaga kamu, aku takut kenapa-kenapa?"


"Raka...Lo jangan bikin gue berharap, asal Lo tau perempuan itu gampang baper Ka, gue ga mau gue baper dan akhirnya hanya berakhir jadi tamu undangan" Dara kembali menyantap makanannya.


Kenapa jadi seperti ini ya Allah, Batin Raka.


Selesai makan Dara mengajak Raka untuk segera pulang, tapi di tengah perjalanan mereka melihat ada pasar malam dan komedi putar disana.


Dara meminta Raka menemaninya disana.


"Raka...gue terakhir ke pasar malam itu waktu gue kecil, gue SD"


Raka tersenyum, " Kalau Aku, waktu mbak Rengganis belum menikah kita masih sering ke pasar malam"


"Raka ayo naik itu" Dara menunjukan bianglala yang tidak terlalu besar.


Mereka menaiki beberapa wahana, Raka dan Dara melupakan sejenak tentang perjodohan Raka.


"Kamu senang Ra?"


Dara mengangguk, Raka begitu senang melihat Dara senang.


"Sebelum Lo nikah, Lo harus sering-sering nyenengin gue"


Wajah Raka kembali sendu karena Dara mengingatkan kembali perihal perjodohan itu.


"Yuk pulang, udah malam ka, besok gue ada mata kuliah pagi soalnya"


Raka dan Dara segera bergegas pulang mengantarkan Dara pulang terlebih dahulu, di dalam mobil mereka menjadi canggung dan diam membisu.


Raka memilih untuk menyalakan radio top FM di mobilnya, terdengar lagu dari Tulus- mengangumimu dari jauh sedang di putar.


🎡🎡🎡


*Kisahmu harimu ku tau semua


Tanpa kau berujar aku selami


Gerakmu guraumu kemasan raga


Tanpa kau sadari aku pahami


Cinta memang mungkin inilah cinta


Apapun lagumu aku jiwai


Cinta memang mungkin inilah cinta


Tanpa ku miliki rindu terasa


Bukan tak percaya diri


Karna aku tau diri


Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu


Mengagumimu dari jauh


Aku menjagamu tanpa menjagamu


Menyayangimu dari jauh*


Wajah Raka dan Dara berubah sedih ketika mendengar lagu itu, kenapa lagunya harus itu, pas sekali dengan suasana hati mereka saat ini.


Dara menatap Raka, "Ka makasih ya Lo dah nemenin gue malam ini"


Raka mengangguk " Ra...kalau ada apa-apa langsung hubungi aku yah, apalagi kalau ayah tirimu itu macam-macam lagi"

__ADS_1


"Emmm" Dara mengangguk.


Mereka akhirnya sampai di depan rumah Dara, saat Dara hampir turun Raka mencegahnya, Raka mengusap kepala Dara


" Jaga diri baik-baik "


Raka melihat sudah tidak ada lagi mobil ibunya Dara, jadi ibunya dan suami barunya pasti sudah pulang.


Dara segera turun dari mobil Raka, Entahlah perasaan Dara saat ini sedang tidak menentu. Dara langsung masuk ke rumah tanpa menjawab perkataan Raka.


Setelah Dara masuk, Dara segera menutup pintunya kembali, Dara terdiam di balik pintu, tubuhnya perlahan terjatuh ke bawah.


"Ya Allah...kenapa perasaan gue seperti ini, hiks...hiks... hilangkan perasaan ini di hati gue ya Allah 😭😭"


Melihat Dara yang sudah aman masuk ke dalam rumah, Raka segera pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Raka langsung masuk ke kamarnya, bapak sedang berada di Jogja, ada urusan masalah sawah dan kebun yang harus bapak selesaikan.


Raka teringat pesan Pakde agar mengabari mbak Rengganis. Raka langsung saja melakukan Vidio call dengan mbak Rengganis.


Tidak butuh waktu lama Rengganis menerima panggilan dari Raka.


"Assalamualaikum Dek"


"Waalaikumsallam"


"Kok tumben malam-malam?"


"Iya Mbak Maaf"


"Kenapa Dek?"


"Tidak apa-apa mbak"


Rengganis mengerutkan keningnya.


"Ayyubi dan Asyifa sudah tidur ya mbak?"


"Iya sudah tidur"


"Mbak, ada pesan dari pakde, mbak Ganis di suruh ke Bandung secepatnya"


"Lhoo memangnya ada apa?"


"Owh walah pakde, Raka kenapa wajahmu terlihat sedih seperti itu, apa kamu sudah punya pilihan?"


"Tidak mbak, mungkin aku hanya kelelahan"


"Wah pantas saja pakde segera mencarikan mu jodoh, sepertinya memang benar harus ada yang bisa mengurusmu Ka"


Raka menunduk.


"Kapan mbak kesini?"


"Ya nanti Mbak bicarakan dulu dengan Mas Birru"


"Kabari ya mbak nanti"


Rengganis mengangguk


"Sudah dulu ya mbak, assalamualaikum",


"Waalaikumsallam"


Raka meletakan ponselnya di sebelahnya, ia melihat sekitar langit-langit kamarnya sambil merasakan nyeri hatinya yang tidak di ketahui alasannya.


☘️☘️☘️


"Siapa sayang?" Tanya Mas Birru yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Raka"


"Kenapa wajahmu gelisah?"


"Aku memikirkan Raka Mas" Rengganis menatap Mas Birru dengan tatapan sedih.


Mas Birru langsung menghampirinya, lalu memeluknya, "Raka memangnya kenapa?"


"Papah Rafi ingin menjodohkan Raka dengan seorang gadis"


"Ya bagus bukan? kan Raka selama ini hanya sibuk bekerja dan kuliah, kuliahnya juga sebentar lagi selesai, waktunya memiliki pendamping sudah cukup pantas sepertinya" Mas birru mengusap kepala Rengganis lalu mengecupnya.

__ADS_1


[Yang tadi sedih, melihat kemesraan Mas Birru langsung seger dah 😁😁]


"Tapi aku melihat kesedihan dan keraguan di wajah Raka" Rengganis menenggelamkan wajahnya di ketiak Mas Birru.


"Ih sayang mas geli"


"Ih sebentar saja"


"Mas kita harus segera ke Bandung, aku tidak tenang Mas"


"Iya besok kita ke Bandung"


Rengganis tersenyum, wajahnya langsung berubah berseri, Mas Birru senang melihat istrinya kembali ceria.


"Ya sudah kita sekarang tidur yuk, Ayyubi sudah tidur, Asyifa sudah tidur, sekarang giliran kamu yang mas tiduri" Ledek Mas Birru sambil mencubit hidung Rengganis.


Mas Birru langsung merebahkan tubuh Rengganis di atas ranjang.


Rengganis kembali terdiam karena masih mengingat Raka.


"Sudah ayo tidur, nanti mas cium nih"


Cup...


Mas Birru mencium pipi Rengganis.


"Ah Mas"


"Kamu ini sayang, cuma di cium saja sudah ah ah"


"Bukan seperti itu Mas, Dasar mesum"


Mas Birru langsung tertawa melihat Rengganis yang memanyunkan bibirnya.


Mas Birru menenangkan Rengganis dengan memberitahunya bahwa besok akan terbang ke Bandung siang harinya, Mas Birru akan mengambil cuti beberapa hari.


Rengganis sedikit tenang, setidaknya ia tidak menunggu lama lagi untuk melihat kondisi hati adiknya yang sebenarnya.


Akhirnya Mereka berdua terlelap sambil berpelukan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


[ Author: aku deg-degan nulis tentang Mas Birru lagi, hihi, sudah lama ya Mas kita tidak bersua 😁😁]


[ Mas Birru : Iya nih Mbak Santy, sepertinya sudah pada move on disini, digantikan dengan Mas Raka]


[ Author : Aku masih padamu Mas Birru, sulit move on]


[ Readers πŸ”ŠπŸ”ŠπŸ”Š Thor inget laki lu, ganjen banget dasar😁😁]


[Author : diem lu pade, mumpung lagi gue lagi kerja malam 😁😁😁 kan aku masih angen ma mas Birru, awas minggir...minggir]


[ Readers: πŸ˜ˆπŸ˜ˆπŸ‘»πŸ‘»πŸ‘ŠπŸ‘ŠπŸ‘Š]

__ADS_1


Salam sayang,


@SantyPuji


__ADS_2