
Hari ini adalah hari bersejarah untuk Raka dan Dara. Semua keluarga sudah berkumpul di Villa Pak Leon yang letaknya di Ciwidey.
Ciwidey menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah dan suasana yang sejuk.
Aisyah, Rizki beserta Abah juga sudah ada disini. Semua keluarga sedang melihat, berkeliling melihat-lihat Villa Ayah Dara yang lumayan besar.
Dara dan Aisyah berjalan menuju taman belakang dengan pemandangan bukit indah dan pepohonan yang rindang.
Aisyah lupa membawa ponselnya. Ia lalu kembali lagi ke kamar untuk mengambil ponsel.
Raka melihat Dara yang sedang menatap keindahan alam yang Allah ciptakan. Raka lalu menghampiri Dara sambil menangkupkan jaketnya di punggung Dara.
" Pakailah, sangat sejuk disini"
Dara sedikit terkejut, " Eh, terimakasih A"
" Indah sekali ya pemandangannya?"
" Iya A" Dara tersenyum pada Raka.
" Tapi lebih indah senyum manismu Ra"
__ADS_1
" Ah Aa, gombal"
Raka terkekeh, " Serius"
Aisyah yang ingin menghampiri Dara mengurungkan niatnya karena sepertinya Dara dan Raka sedang berbicara serius.
" Terimakasih ya Ra, kamu sudah mau secepatnya menikah denganku, ini hadiah terindah dan sekaligus kebahagiaan terbesarku Ra"
Dara tersenyum lalu menunduk, " A, Ada yang ingin Dara bicarakan"
" Apa? katakan saja"
Raka tersenyum, Raka tidak bisa berkata-kata, walaupun Raka ingin menikahi Dara bukan karena itu, tapi rasanya ini sebuah hadiah yang lebih menakjupkan lagi untuknya.
" Aa percaya"
Dara menengadahkan kepalanya, " Terimakasih karena sudah percaya, dan maafkan Dara jika masalal Dara sangat buruk A"
" Yang sudah berlalu sudahlah Ra, saat ini Aa yakin Dara sudah menjaga marwah Dara dengan baik, itulah pentingnya menjaga Marwah sebagai wanita," ucap Raka.
Raka lalu kembali menjelesakan bahwa Marwah adalah kehormatan, martabat, atau pangkat tinggi pada seseorang. Pada dasarnya Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling berharga di permukaan bumi ini. Dengan menjaga akhlak dan marwahnya maka martabat dan kehormatannya akan dihargai oleh orang lain. semua bermula dari pada diri sendiri.
__ADS_1
Namut tidak jarang manusia itu sendirilah yang merusak kehormatan dan harga dirinya, dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh yang tidak di inginkan dan tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agama. Karena itu, kemuliaan dan kehormatan yang ada di dalam diri manusia itu harus dijaga dari hal-hal yang dapat merusak diri, baik itu berupa sikap perilaku dan perbuatan yang dilakukan oleh diri sendiri. Dan tak jarang pula banyak orang yang merendahkannya dengan hilangnya marwah dari dalam dirinya.
Wanita diciptakan oleh Allh dengan penuh kecantikan dan kehalusannya. Wanita adalah makhluk yang sangat istimewa yang di ciptakan Allah di muka bumi ini dan wanita juga adalah perhiasan dunia. Maka haruslah seorang wanita itu menjaga marwahnya dimanapun dia berada. Dengan menjaga akhlak dan marwahnya dia juga akan terlindung dari para laki-laki. Allah juga menyuruh wanita untuk menjaga marwahnya dari segi berpakaian perkatan dan lain sebagainya. Harga diri seorang wanita terdapat dari cara berpakaiannya, cara bicaranya, perilaku, akhlak dan sopan santun.
" A, Dara butuh bimbinganmu"
Raka tersenyum " Bismillahirrahmanirrahim, insyaAllah, Aa siap membimbingmu"
Wajah Dara dan Raka langsung berseri-seri, mereka berdua benar-benar nampak bahagia, kebahagiaan yang terpancar begitu jelas di raut wajah mereka.
" Ehmmmm, jaga jarak, jaga jarak." Bang Rizki menghampiri Raka dan Dara.
" Iri bilang Bang," Ledek Raka.
" Ih iri, sorry yah, calon istri aku juga disini," ucap Bang Rizki dengan begitu percaya diri.
" Ah, melamar saja belum berani, sudah ngaku-ngaku calon istri segala," Celetuk Aisyah dari arah belakang.
Raka dan Dara tertawa bersama melihat ekspresi Rizki yang terkejut karena Aisyah tiba-tiba ada di belakangnya.
** Tamat**
__ADS_1