Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 42


__ADS_3

Sesampainya di rumah budhe Raka, terlihat ada beberapa mobil terparkir, sepertinya budhe sedang menerima tamu.


Dara perlahan masuk ke dalam, sebelum sampai pintu terdengar samar-samar suara perbincangan di ruang tamu.


"Ya sudah sepakat, Minggu depan lamarannya, kan sudah lulus sidang, sama saja melamar setelah wisuda nanti, kasihan anakku sepertinya sudah sangat ingin sekali menjadi istri Raka"


Dara seketika menghentikan langkahnya, hatinya bergetar, rasanya sakit sekali mendengar ini semua.


Apa ini yang Raka katakan tentang perjuangan, perjuangan macam apa ini, Batin Dara.


Dara masih belum melangkah maju maupun mundur, Dara masih diam di tempat mendengar percakapan yang terus berlanjut.


Disana tampak terdengar suara Rosa juga yang meyakinkan pakde dan budhe karena Rosa sudah sangat ingin menjadi istri Raka.


Dara sedang menunggu Raka berbicara, tapi suara Raka tak kunjung terdengar.


Akhirnya Dara memberanikan diri masuk ke dalam rumah Budhe.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsallam" Mereka semua menjawab serempak.


Raka langsung melihat ke arah pintu dengan tatapan sendu.


Rosa langsung berlari ke arah Dara memainkan peran lagi.


"Dara masuk, Dara ini teman baik ku" Rosa menarik tangan Dara untuk duduk bersama.


"Ra, ada kabar gembira, aku dan Raka seminggu lagi akan bertunangan, nanti kamu harus datang yah" Ucap Rosa sambil tersenyum pada Dara.


Dara hanya mengangguk "Selamat ya untuk kalian berdua" Dara sekilas menatap Raka yang wajahnya terlihat dengan jelas raut wajah kekecewaan.


Adzan magrib berkumandang, mereka semua melaksanakan sholat magrib berjamaah, setelah sholat Raka mengajari Dara mengaji terlebih dahulu. Ini kesempatan untuk menjelaskan sesuatu pada Dara.


"Ra..."


"Sudah cepat ajari gue, kita sedang belajar, singkirkan dulu masalah pribadi"


Raka menuruti permintaan Dara, Raka terlebih dahulu mengajari Dara mengaji.


Selesai mengaji Raka akhirnya memberanikan diri untuk berbicara, tapi Dara tidak meresponnya, Raka mulai bingung.


Saat yang lain sudah siap duduk manis di meja makan, Dara malah berpamitan pulang, Raka mempersilahkan yang lain untuk makan terlebih dahulu, Raka mengantar Dara ke depan.


Rosa yang melihatnya begitu jengah dan di hinggapi api cemburu. Tapi Rosa merasa dirinya sudah menang, dia membiarkan kesempatan terakhir pada Raka untuk berbicara dengan Dara.


Saat Dara hendak membuka pintu mobil, Tangan Dara di cegat oleh Raka.


"Dengarkan aku, aku harus bagaimana Ra, ketika pakdeku memohon padaku agar aku bisa menjalin kekeluargaan yang baik dengan keluarga Rosa, aku tidak tahu jika keluarga Rosa tiba-tiba datang dan meminta lamaran ini di laksanakan lebih awal, tadinya aku ingin mengatakan semuanya pada pakde, tapi pakde sudah terlebih dahulu memohon padaku, Ra pakde sangat baik, pakde selalu membantu keluarga ku, mbak Rengganis dan juga aku, aku dilema Ra, hiksss hikss aku tidak tahu harus bagaimana" Raka menangkupkan kedua telapaknya pada mulanya, Raka ingin menyembunyikan air matanya.


Dara masih mencerna setiap perkataan Raka, mendengar suara Raka menangis, Dara tersadar dari lamunannya, ia lalu menghampiri Raka agar lebih dekat.

__ADS_1


Dara memegang pergelangan Raka, lalu menarik pergelangan tangan Raka dari wajahnya agar wajah Raka tidak tertutupi.


Dara menyeka air mata Raka dengan jemarinya.


"Jangan menangis, gue mohon jangan menangis Ka" Dara memegang kedua pipi Raka.


"Raka, gue ikhlas..." Kini air mata Dara yang mengalir dengan derasnya.


"Gue ikhlas dengan takdir ini, kita harus bisa saling mengikhlaskan"Sambungnya lagi.


Raka menggeleng " Tidak Ra, aku mencintaimu" Raka memegang pipi Dara juga dan menyeka air mata Dara.


"Takdir kita hanya sampai saling mencintai Ka, tidak sampai memiliki😭😭"


Raka menggeleng " Jangan bicara seperti itu Ra" Air mata Raka juga terus mengalir.


"Sudah...kita harus kuat, semua sudah takdir"


"Tidak Ra"


Raka langsung memeluk Dara, entahlah Raka merasa pertama kali memeluk wanita, walaupun sebelumnya Dara pernah memeluknya waktu ketakutan. Tapi kali ini pelukan berbeda, entah pelukan perpisahan atau pelukan meluapkan kesedihan.


"Jangan seperti ini Ka" Dara berusaha melepaskan pelukannya, tapi Raka tidak mau melepaskannya.


"Biarkan seperti ini"


Dara akhirnya membalas pelukan Raka, mereka berdua menangis bersama 😭😭😭.


Terdengar suara pintu di buka oleh seseorang, Dara dan Raka segera melepaskan pelukan mereka lalu mengusap air mata mereka masing-masing.


Dara langsung masuk kedalam mobil, Dada nya rasanya begitu sesak.


Dara langsung menyalakan mesin mobilnya dan bergegas pulang ke rumahnya, Raka terdiam melihat mobil Dara pergi sampai tidak terlihat lagi.


💔💔💔


🎵🎵🎵


Selamat kuucapkan padamu


Wahai orang yang pernah paling aku sayang 


Kulepas dirimu dengan ikhlas


Moga Tuhan jagakan dirimu dan dia


Kudatang memberikan selamat


Walau langkah kaki Gamang


Untuk kamu aku datang

__ADS_1


Semoga dirimu bahagia 


Kulepas dirimu dengan ikhlas


Semoga engkau dan dia bahagia 


Dulu Kita Pernah berbagi Rasa


Kini kita hanya teman yang biasa


Dulu Kita Bisa berencana


Tapi Tuhanlah yang menakdirkan


Hidup terus berjalan


Engkau tlah ku relakan


Pada Tuhan semua


Ku pasrahkan


🎵🎵🎵


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author : Aku pernah di posisi ini, mengikhlaskan, ah nulis part ini nyesek, keinget nangis bareng karena takdir😭😭


Ah sudah lah....


Jangan lupa like komen dan Vote


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2