
Ternyata membuka pintu adalah Rosa, Rosa mengahampiri Raka, Rosa melihat bekas air mata di mata dan pipi Raka.
"Ka...kamu tidak apa-apa?"
Raka masih terdiam.
"Ka, aku tahu kamu menyukai Dara, tapi aku yakin kamu juga bisa menyukaiku, jika kita sering bertemu pasti cepat atau lambat kita akan saling cinta, Dara juga tidak lebih baik dariku Ka, aku bisa menjadi apa yang kamu mau" Rosa terus saja meyakinkan Raka.
Raka menatap Rosa dengan tatapan tajamnya lalu pergi meninggalkan Rosa sendirian.
"Raka..." Rosa mengejar Raka.
Raka tidak ingin membalas semua ucapan Rosa yang memuakkan itu.
Raka masuk ke rumah dan bergabung dengan anggota keluarganya juga Rosa, Raka ikut makan malam bersama.
Raka tidak menunjukan kesedihan di hadapan semua orang yang ada meja makan.
Selesai makan keluarga Rosa berpamitan.
Terpancar kebahagiaan di raut muka pakde, tapi tidak di raut wajah Raka.
Setelah mereka pulang Raka segera naik ke atas ke kamar almarhum Abymanyu.
Raka merebahkan badannya di kasur lalu memijit pelipisnya sambil memejamkan mata.
☘️☘️☘️
Dara sudah sampai rumah, ia segera mengemas barang-barangnya, Dara memutuskan ingin tinggal di pesantren saja agar hatinya lebih tenang, di rumah Dara sering sekali sendirian, rasanya akan menambah kesedihan yang ada.
Dara menelfon Rizki, meminta nya mengantarkan ke pesantren, Dara mengirim pesan pada Rizki, memberi tahu alamat rumahnya, Dara juga mengirim pesan pada Raka agar berhenti menghubunginya lagi karena dirinya akan ganti nomor ponsel, Dara juga meminta agar Raka tidak mencarinya, yang Dara inginkan saat ini adalah ketenangan hati.
Dara hanya mengirim pesan kepada ayah dan ibu nya mengenai dirinya yang akan tinggal di pesantren, Dara juga memberikan alamat pesantren tersebut, saat ini ayahnya pasti sedang sibuk bekerja dan ibunya pasti sedang bersama dengan suami barunya, buktinya Saat Dara mengirim pesan belum ada satu balasan pun dari kedua orangtuanya.
Dara sudah mempersiapkan semuanya, Terdengar mobil Rizki yang membunyikan klaksonnya, Dara segera turun ke bawah.
Rizki mengantarkan Dara ke pesantren, di dalam mobil Dara tidak mengatakan sepatah kata pun, Rizki pun tampak kebingungan dengan ekpresi Dara yang datar-datar saja, Rizki membiarkan Dara terus diam, biarlah nanti akan ada Aisyah yang akan di jadikan Teman curhatnya.
__ADS_1
Saat sampai di pesantren Dara dan Rizki masuk ke dalam kantor pesantren, disana ada Abah yang sedang mengobrol dengan guru lain.
Dara mengutarakan niatnya untuk belajar di pesantren sambil kuliah, Abah sangat senang mendengar niat baik Dara. Abah menyuruh salah satu santri untuk memanggilkan Aisyah yang sedang mengajarkan mengaji pada santri-santri.
Tak lama kemudian Aisyah Datang, Dara begitu senang, setelah mengetahui niat baik Dara, Aisyah segera membawanya ke kamarnya.
Rizki mengikutinya dari belakang, Sesampainya di kamar Aisyah, Dara langsung membuka kopernya dan merapikan baju-bajunya di lemari milik Aisyah yang sebagian masih kosong.
"Ais...Aa titip Dara yah, dia sedang tidak baik-baik saja, suatu saat akan aa ceritakan tentang Dara, insyaAllah membantu Dara menjadi wanita Solehah akan menjadi ladang pahala untuk ais,"
Aisyah mengangguk " InsyaAllah A"
"Ra, Abang pulang dulu yah"
Dara menghampiri Rizki " Makasih banyak ya Bang"
Rizki mengangguk lalu melambaikan tangannya dan mengucapkan salam, Dara dan Aisyah menjawab salam Rizki serentak.
☘️☘️☘️
Di kamar Raka begitu frustasi mendapat pesan dari Dara yang benar-benar akan memutus komunikasi dengan nya.
Sudah berkali-kali Raka mencoba menelfon Dara, tapi ponsel Dara tidak aktif, sepertinya memang Dara benar-benar akan membuktikan ucapannya.
Raka masih tiduran di atas kasur dengan tubuh yang gelisah, matanya sulit sekali terpejam.
Tok...tok..tok
"Raka... Raka... Raka" Suara budhe terlihat panik.
Raka segera turun dari ranjangnya, lalu bergegas membukakan pintu.
"Ada apa budhe?"
Wajah budhe semakin panik " Itu...itu tadi ada pihak kepolisian menelfon pakde, mobil keluarga Rosa mengalami kecelakaan"
"Astagfirullahaladzim, sekarang mereka di rumah sakit mana budhe?"
__ADS_1
"Budhe belum tahu pasti, pakde mu masih berbicara dengan polisi di telfon, ayo turun dulu"
Raka dan Budhe turun ke bawah untuk menanyakan lebih pasti apa yang terjadi sebenarnya, Namum masih terlihat pakde masih berbicara di telfon.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Kita tungguin pakde selesai bicara yah, sabar, author mau nunggu sambil nyetrika nih😁]
Jangan lupa like,komen dan vote.
Yang mau mampir ke sosmed author boleh lah Add FB ku " Santy Isnawan"
Salam sayang,
__ADS_1
Santypuji