
Rengganis langsung mengambil alih memeluk Dara, ia sangat tahu jika adiknya tidak akan bisa menahan kejolak cinta nya karena di peluk oleh sang pujaan hati.
" Pak, tolong saya mau usut sampai tuntas, saya tidak mau yang memfitnah adik saya ini lolos" Ucap Mas Birru menegaskan pada Polisi.
" Baik pak kami akan segera menyeledikinya" ucap Pak polisi.
" Oh ya pak sebelumnya saya mau bertanya, kenapa bapak bisa tahu Dara ada di pesantren?" tanya Mas Birru.
" Ada seorang wanita yang menelfon kami dan mengatakan bahwa kawannya terlibat barang terlarang itu"
" Tolong bapak cek kembali juga nomor itu, dia yang sudah memfitnah adik saya berarti, pokoknya saya ingin kasus ini cepat di usut, saya tidak mau bertele-tele pak"
" Baik, kami akan secepatnya mengusut kasus ini"
" Baiklah, kami pulang dulu, besok saya kesini lagi untuk mengetahui info selanjutnya dari kasus ini"
Mereka semua bersalaman lalu keluar dari kantor polisi. Dara dan Rengganis masuk kedalam mobil Mas Birru, sedangkan Raka menggunakan mobilnya sendiri.
Dara masih terdiam, wajahnya terlihat masih sedih.
" Ra, Kamu kenapa? senyum dong kan sudah lega sekarang, sudah bebas" Ucap Rengganis.
" Mbak, apa nanti Rosa akan di tangkap?"
"Mungkin saja, memangnya kenapa?"
" Aku tidak tega Mbak, Rosa sedang hamil" Dara lalu menunduk.
"Ra, kamu boleh memaafkannya, tapi ini sudah tindakan kriminal, dan barang haram itu juga ilegal di negara kita, semua harus d usut siapa pemilik barang itu dan mereka juga beli dimana, semuanya harus tuntas" Mas Birru berusaha memberi arahan pada Dara.
"Benar sekali, apa yang dikatakan Mas Birru benar sekali, jangan sampai orang seperti itu lolos lagi Ra" sambung Mbak Rengganis.
Dara terdiam, Rengganis dan Mas Birru tahu jika Dara memiliki hati yang sangat baik, walaupun sahabatnya sudah menjahatinya tapi dia tetap tidak tega untuk menjebloskan Rosa ke penjara.
Rengganis dan Mas Birru membawa Dara pulang ke rumah Pak Rafi, Raka juga pulang ke rumah Pak Rafi.
__ADS_1
Pak Rafi yang memang sudah di kabari Rengganis jika Dara akan ke rumah, sudah bersiap menyambut Dara di depan rumah.
Budhe langsung menghampiri Mobil Mas Birru saat baru datang, Ketika Dara keluar dari mobil, Budhe segera memeluknya.
Memeluk tanda rindu dan sayang untuk Dara. Mata budhe berkaca-kaca melihat Dara yang begitu lusuh.
Budhe menyuruh Dara masuk dan mandi serta meminjamkan baju Rengganis untuk Dara. Raka juga mandi terlebih dahulu, mereka berdua sejak sore kemarin tidak mandi, bahkan tidak tidur.
Selesai mandi Budhe menyiapkan makan untuk Raka dan Dara. Mereka membiarkan Dara dan Raka makan di ruang makan berdua.
Dara masih saja menatap makanan yang Budhe siapkan.
" Aku ambilkan ya" Raka mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk Dara.
" Makan yah"
Dara menggeleng.
" Aku suapin yah" Raka langsung menyuapi Dara dengan paksaan Raka agar Dara mau makan.
Dara lalu menatap Raka dengan mata berkaca-kaca.
" Terimakasih banyak ya A, kamu selalu jadi perantara Allah untuk menolongku"
" Jangan menangis, Aku tidak suka melihat air matamu itu, jelek ih"
Dara langsung menyekanya sambil tersenyum.
Raka terus menyuapi Dara agar Dara tidak jatuh sakit.
" Kok Aa tidak makan? sini gantian Dara yang suapi"
Dara mengambil alih sendok yang di pegang Raka, sekarang Dara yang menyuapi Raka.
Raka sangat bahagia disuapi Dara.
__ADS_1
"Ra, aku rela makan sepiring berdua terus asal bisa selamanya denganmu" Raka mulai merayu Dara.
" Ih, sepiring berdua, males cuci piring yah" Ledek Dara.
Mereka berdua tertawa, Raka sangat senang akhirnya Dara mau tertawa juga, tidak murung lagi seperti tadi.
" Ra..."
" Hemm"
"Semoga saja sebagian takdirku dari Allah terletak padamu"
" Aamiin"
Dara tersenyum sambil menatap Raka.
" Sudah belum makannya" Celetuk Rengganis.
" Hehehe ini masih belum selesai Mbak" Jawab Dara.
"Cepatan makannya, nanti keburu kenyang sama gombalan Raka" Ledek Mbak Rengganis.
"Aku sungguh-sungguh Mbak, tidak sedang menggombal" Raka membela diri.
" Oh ya" Rengganis tersenyum lalu memeluk adiknya dari belakang.
" Percayalah Dara, adik mbak yang satu ini pasti bisa membahagiakan mu, jika dia berani menyakiti mu, mbak akan menjewernya " Rengganis menarik telinga Raka.
Dara tertawa melihat Rengganis yang sedang menjewer Raka.
" Mas Birru mana Mbak?" Tanya Raka.
"Sedang di taman, entahlah tadi sih sedang menelfon seseorang, katanya sih temannya di Bandung"
Raka dan Dara melanjutkan makan nya, sementara Di sudut taman, Mas Birru sedang menelfon seseorang.
__ADS_1
📞" Tolong awasi wanita itu, jangan sampai dia lolos"