Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Gagal First Kiss


__ADS_3

Setelah sholat dzuhur bersama, kini keluarga Dara maupun Raka lamgsung bergegas menuju hotel tempat resepsi pernikahan mereka. Mereka datang ke hotel lebih awal agar bisa istirahat terlebih dahulu dan makan siang disana.


Sesampainya di hotel mewah, mereka langsung dijamu makan siang oleh pihak hotel. Semua ini yang menyiapkan adalah Rengganis. Raka sangat bersyukur memiliki kakak yang begitu baik dan perhatian. Rengganis bisa dikatakan sebagai pengganti Ibu untuk Raka.


Setelah makan siang Raka dan Dara melihat dekorasi yang sedang dipersiapkan oleh pihak hotel. Rengganis memilih dekorasi modern dengan berbagai hiasan bunga-bunga yang menggantung dengan indahnya.


" Sayang... kita istirahat dulu yuk" Raka menarik lembut tangan Dara sambil mengerlingkan matanya.


Dara tahu maksud Raka, Dara mencubit perut Raka.


" Aa jangan nakal disini." Dara menunjukan ekspresi wajah malu-malu.


" Ya makanya ayo ke kamar"


Mereka lalu berjalan ke kamar hotel yang sudah di persiapkan untuk pengantin baru.


Dara dan Raka merasa takjub dengan dekorasi kamar pengantin yang begitu indah, wangi penuh dengan bunga-bunga.


Raka segera menutup pintunya. Raka menghampiri Dara lalu memeluknya.


" Terimakasih sayang, sudah mau menerima Aa sebagai Imam untukmu"


Dara mengeratkan pelukannya, kepalanya ia sandarkan pada dada Raka yang bidang.


"Aku juga tidak menyangka jika kita akan bersatu A"


Dara lalu melepaskan pelukannya, mereka saling berhadap-hadapan.


"Kenapa dilepas, dulu kamu selalu nyosor ke Aa, peluk-peluk gitu" Ledek Raka sambil terkekeh.


" Ih, itu kan dulu, lagian Aa juga tidak berminatkan dengan gadis tarsan ini" Dara mengerucutkan bibirnya.


" Ya karena kamu terlalu sexy sayang, haduh membuat laki-laki yang melihat itu pusing"


Dara mengernyitkan Dahinya," Hah, kok pusing sih A, Dara tidak berbuat apa-apa pada laki-laki"


" Ya memang, tapi kamu membangkitkan kelaki-lakiannya"

__ADS_1


Dara menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Dara masih belum bisa mencerna dengan baik kata-kata suaminya.


" Ya sudah sayang jangan di fikirkan, sekarang kan sudah hijrah, semua yang ada di tubuhmu hanya Aa yang boleh melihatnya"


" Iya A, Maafkan aku yang dulu yah" Dara menunduk dengan wajah sendu.


" Eh sudah jangan bersedih, semua orang memiliki masa lalu sayang, jadikan sebagai pembelajaran berharga untuk kita yah"


Dara mengangguk, Raka meraih dagu Dara agar Dara tidak menunduk.


Mereka saling bertatapan. Semakin dekat hingga hidung mereka sudah saling bersentuhan. Raka ingin merasakan ciuman pertamanya dengan istrinya.


Saat Bibir mereka hampir saja menempel, terdengar Ayyubi mengetuk pintu kamar mereka sambil berteriak memanggil Dara.


Tok...tok...tok


" Tante Dara, Tante Dara"


Dara dan Raka langsung terlonjak kaget. Mereka reflek menjauhkan wajah mereka satu sama lain. Raka langsung mengusap wajahnya dengan kasar.


" Ya Ampun bocah mengganggu saja" Raka berjalan membuka pintu kamarnya.


" Tante, kok tante sama Om Raka berduaan sih, Ayyubi ikut." Ayyubi merengek ingin ditemani Dara.


" Ayyubi, kok bisa tahu kamar Om disini" Raka berkacak pinggang menatap Ayyubi.


" Om Hafiz dan Om Reihan yang memberi tahu, itu mereka"


Raka menengok ke arah pintu, Raka terlonjak karena Reihan dan Hafiz sudah berdiri didepan pintu dengan senyum penuh kemenangan.


" Astagfirullah, ternyata biang keroknya Kakak-kakak, tega banget,"ucap Raka.


Hafiz dan Reihan tertawa, Hafiz dan Reihan masuk ke dalam kamar Raka.


" Raka, ini masih siang, memangnya mau apa tadi hayoo?" Bisik Hafiz pada Raka.


" Pakai tanya lagi, seperti tidak pernah merasakan menjadi pengantin baru saja ih" Raka mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


" Tapi masih siang Ka" Ledek Reihan.


Alisha dan Almira juga ikut masuk kedalam kamar Raka. Mereka berdua menghampiri Dara yang sedang menonton tv dengan Ayyubi.


" Shelo... sini deh itu ada film kartun" Ajak Ayyubi.


" Memang kalian tidak istirahat?" Tanya Raka.


" Kami jauh-jauh kesini bukan cuma mau tidur Ka" Jawab Alisha sambil melirik Raka. Alisha tersenyum kecil karena berhasil mengerjai Raka.


" Ayyubi, sini deh banyak bunga disini." Shelomita naik ke atas ranjang dan menghamburkan bunga yang ada di atas kasur.


Raka menepuk dahinya.


" Yah, nanti malam pertama sudah tidak romantis lagi deh"


" Memangnya mau ninu-ninu sekarang, susah tau" Ceplos Almira.


"Humairah" Reihan melirik Almira.


Almira langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan.


Hafiz dan Alisha tertawa melihat Almira dan Reihan saling melirik.


Alisha dan Almira mengobrol dengan Dara, sedangkan Reihan mengobrol dengan Raka.


Tanpa terasa sudah jam 2, Mereka memutuskan untuk kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Namun Ayyubi masih tidak mau beranjak dari sofa tempat ia menonton kartun bersama Dara.


" Hais... ini emaknya tidak nyariin apa yah" Gumam Raka.


Dara tersenyum, " Sudahlah, kan tidak setiap hari kan A"


"Tapi kan Aa ingin..."


" Ingin apa?"

__ADS_1


" Ingin istirahat"


Raka langsung menaiki ranjang dan mencoba memejamkan mata. Sementara Dara yang memang belum mengantuk memilih menemani Ayyubi yang sesekali juga bercerita tentang sekolahnya.


__ADS_2