
Pagi harinya seperti biasa Dara sudah mandi dan begantian mengelap tubuh ibunya, Dara sangat senang karena Ibu nya sudah mulai membaik, dokter bilang beberapa hari lagi sudah di perbolehkan pulang, Bu Nadia berniat pulang ke rumahnya sendiri yang di tempati dengan Adi suaminya yang kini mendekam di penjara.
Setelah memakaikan baju ganti ibunya, Dara keluar sebentar untuk membeli sarapan. Saat hendak keluar Dara berpapasan dengan Ustad Zaki.
" Ustad"
" Dara, aku mau menjenguk ibumu"
Dara mengernyitkan dahinya, " Ini masih sangat pagi tadz, apa ustad tidak mengajar?"
" Aku izin hari ini, sekali-kali aku juga boleh dong libur"
Dara mengangguk " Owh, ya sudah masuk saja yah, aku mau beli sarapan dulu"
" Eh ini aku bawa Ra, ayo kita makan bersama-sama"
Dara akhirnya tidak jadi membeli sarapan, ia dan Ustad Zaki masuk ke ruangan ibunya di rawat, Zaki menyapa Bu nadia yang kala itu sedang sarapan pagi, kondisi bu nadia semakin membaik sehingga bu Nadia sudah bisa makan sendiri.
Ustad Zaki membuka bungkus sarapannya,
"Ini Aisyah yang masak Ra"
" Oh, pasti enak" Dara segera membantu Zaki membuka bungkus makanan yang di bawa juga.
Mereka sarapan bersama, Selesai sarapan Ustad zaki membuka tas ranselnya lalu membuka leptopnya, ia ingin mengerjakan sesuatu sambil menemani Dara.
" Ustad, kenapa mengerjakan tugas sekolah disini"
" Sesekali aku ingin menemanimu Ra"
Dara tertawa " ini rumah sakit Tadz, tidak lucu kalau kita berantem disini"
" Ya, siapa juga yang mengajak berantem, mulai sekarang kita yang akur dong, kalau akur siapa tahu cocok"
" Mixagrip kali, cocok segala"
Zaki melihat ke arah Dara yang berjalan menghampiri ibunya, Dara merapikan bekas makan ibunya.
Ponsel Dara berdering, Dara segera mengambilnya di nakas sebelah ranjang. Dara melihat ada panggilan vidio call masuk dari Raka di ponselnya, Dara segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
Dara lalu mengarahkan layar ponselnya ke ibunya, Raka langsung menyapa bu nadia.
" Assalamualaikum Bu"
"Waalaikumsallam"
"Bagaimana sekarang sudah lebih baik bu?"
__ADS_1
" Sudah Alhamdulillah, terimakasih Pak Raka"
Terlihat disana Raka sedang berada di ruangan kantornya.
" Ibu, Dara sudah sarapan?"
" Alhamdulillah Ibu sudah, Dara juga sudah, Ustad zaki membawakan Dara sarapan"
Raka terkejut mendengar nama ustad zaki yang membawakan sarapan untuk Dara, semalam Rizki menelfon Raka dan memberitahu perihal perjodohan Aisyah dengan zaki, penolakan Zaki dan pernyataan Cinta Zaki untuk Dara.
Mendengar Zaki sepagi ini sudah ada di rumah sakit, Raka sangat yakin ini usaha Zaki untuk mendekati Dara, Sepertinya Raka memang harus secepatnya melamar Dara.
" Enak yah pagi-pagi sudah ada yang antar makanan"
Bu Nadia tersenyum, Bu Nadia memberikan ponselnya pada Dara.
" Kan itu rejeki, tidak boleh di tolak atuh"
" Siapa Ra" Celetuk Ustad Zaki yang sedari tadi penasaran dengan suara lelaki yang vidio call dengan Dara.
" Pak Raka, Bos nya ibu"
Dara menghampiri Zaki, lalu mengarahkan layar ponselnya yang memperlihatkan mereka berdua sedang duduk bersama.
" Assalamualaikum Bro"
" Waalaikumsallam Ustad"
" Alhamdulillah baik Ustad, sedikit sibuk sebenarnya, tapi menyempatkan menanyakan kabar pada calon istri dan calon mertua tidak masalah bukan?"
Zaki begitu terkejut mendengar Raka mengucapkan calon istri dan calon mertua.
" Ih Aa bercandanya suka kelewatan" Ucap Dara menengahi.
Raka tertawa " Nanti Calon kaka ipar akan jenguk ibu disana Ra"
" Siapa?"
" Mbak Rengganis"
"Mbak Rengganis mau kesini" Dara begitu senang mendengar Mbak Rengganis akan kesini.
Raka mengangguk " Ya sudah Aa mau meeting dulu yah, jaga hatimu, Assalamualaikum"
" Waalaikumsallam"
Raka mengakhiri penggilan vidiocallnya. Raka mengusap wajahnya dengan kasar, lalu memijat pelipisnya, pagi-pagi sudah di suguhkan dengan pemandangan yang tidak mengenakan.
Sepulang dari kantor Raka ingin meminta mbak Rengganis membantunya untuk mempersiapkan lamaran untuk Dara, Raka tidak mau kesempatan kedua ini sampai meleset lagi.
" Raka itu sebenarnya bos ibu kamu atau siapa kamu Ra?" Tanya ustad Zaki tiba-tiba.
__ADS_1
"Bos ibu, tapi teman Dara juga"
" Tapi kok tadi bicara seperti itu"
" Biasalah, Suka bercanda"
" Tapi dia sepertinya menyukaimu"
" Siapa sih yang tidak suka dengan Dara yang imut dan cantik jelita ini" Tawa Dara sambil menunjukan wajah sok imutnya.
" Mulai Deh"
" Tapi benar juga, aku juga..."
" Ra, tolong antar ibu ke kamar Mandi"
Dara langsung menengok ke arah ibunya lalu menghampiri ibunya dan mengantarkannya ke kamar mandi.
"Aku juga menyukaimu Ra" Ucap Zaki Lirih.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
# Mau curhat ๐๐๐คญMaaf yah aku sekarang Up nya malam dan cuma 1 episode, di depan rumah aku tuh kan fasos, lagi ada lomba-lomba dari kemarin, kan ada suara dari soundsystem gitu kan menggelegar, sampe malam pun ada lomba bulu tangkis bapa-bapa, aku ga bisa tidur, ga bisa nulis juga karena ga bisa konsentrasi, aku itu klo nulis harus di suasana yang ga brisik, kadang aku nulis anakku nyanyi aja langsung ambyar, apalagi suara dari soundsystem yang langsung ngena ke jantung ๐๐ kaya cintanya babang Raka ke Dara, langsung ngena ke jantung dan hati Dara๐คญ Harap maklum ya pemirsah zayang
Salam sayang,
__ADS_1
Santypuji