Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 65


__ADS_3

Dara akhirnya sampai juga di kampus, di parkiran Dara bertemu dengan Rizki, Dara meledek Rizki dengan memamerkan gelangnya, pergelangan tangannya ia goyang-goyangkan.


" Apaan sih Dek" Rizki tidak mengerti dengan tingkah Dara.


" Ini bang, Ih dilihat dong" Dara kembali menunjukan gelangnya.


" Kenapa dengan tanganmu?"


" Abang, kok yang di lihat tangannya sih, gelangnya ini bang"


" Memangnya ada apa dengan gelangnya?"


" Ini Raka melamarku"


Rizki terkejut mendengar penuturan Dara.


" Hasyem, si Raka garcep banget"


" Ya dong, Abang kapan, nanti teteh Aisyah ada yang duluan lhoo" Ledek Dara.


" Jangan begitu dong Ra"


" Ya makanya cepetan Dong Bang, kasih kepastian ke teh Aisyah"


" Iya... iya pasti secepatnya"


" Nah begitu dong"


" Ya sudah, ayo bang Masuk dulu"


Rizki dan Dara berjalan memasuki kampus, Dara menuju kelasnya sedangkan Rizki menuju ruang Dosen.


Rizki mulai memikirkan cara melamar aisyah agar direstui abah, apa harus nekat seperti Raka, sepertinya memang harus nekat, Rizki tersenyum sendiri.


Dara memasuki kelasnya, disana ternyata belum banyak mahasiswa yang datang. Dara duduk lalu mengambil ponselnya dan memberitahu Aisyah bahwa setelah pulang dari kampus dirinya akan mampir ke pesantren nanti.

__ADS_1


Dara juga membuka pesan whatsapp dari Raka, pesan memberi semangat untuk Dara. Dara begitu senang, perlahan Allah memberikan cahaya kebahagiaan dalam kehidupannya.


Mahasiswa lainnya sudah mulai berdatangan, begitu juga dengan dosennya, Dara mulai konsentrasi belajar.


☘️☘️☘️


Selesai menyelesaikan mata kuliah hari ini Dara yang berniat akan mampir ke pesantren segera menuju parkiran. Di persimpangan Dara melihat Rosa yang tengah berjalan menghampirinya.


" Ra..."


Dara begitu terkejut saat mendengar Rosa menyapanya, Dara terdiam, ia takut salah sangka jika ternyata Rosa memanggil nama lain.


" Ra"


Rosa semakin mendekat lalu menggenggam tangan Dara.


" Ra, maafkan aku yah"


Dara langsung tersenyum, lalu mengangguk.


" Maafkan kami yah, malah menghindar darimu"


" Iya tidak apa-apa, Michel kemana?"


" Michel tidak masuk kuliah hari ini, sedang tidak enak badan"


Dara lalu mengelus perut Rosa yang semakin membuncit.


" Selamat ya Ros, aku belum sempat mengucapkan selamat" Dara begitu gemas melihat perut Rosa.


" Iya, terimakasih Ra"


" Semoga menjadi anak baik, berbakti, semoga lahirannya nanti dimudahkan" Ucap Dara sambil tersenyum.


" Aamiin, Eh Ra, kamu sudah di lamar Raka yah"

__ADS_1


Dara tersenyum malu lalu mengangguk.


Anggukan itu seolah-olah menghantam hati Rosa.


Raka tidak jadi denganku, tidak akan juga jadi denganmu Ra, Batin Rosa.


" Selamat ya Ra, semoga kalian secepatnya segera menuju pelaminan"


" Aamiin, terimakasih banyak ya Ros"


Rosa tersenyum sinis.


Jangan harap Dara, Batin Rosa.


" Kamu mau kemana ra?"


" Aku mau ke pesantren"


" Dimana alamat pesantrennya?"


Dara lalu menyebutkan alamat pesantrennya, Dara berharap suatu saat Rosa juga bisa ikut belajar ilmu agama dengannya.


" Oh insyaAllah nanti aku kapan-kapan mampir ke pesantren"


" Iya, aku tunggu kedatanganmu Ros"


Rosa lalu memeluk Dara kembali sambil memasukan sesuatu benda di tas Dara, Rosa tersenyum penuh kemenangan.


Kali ini kamu tidak akan lolos Ra, Batin Rosa.


Setelah berpelukan Dara dan Rosa berjalan terpisah, Dara begitu senang, lagi-lagi kebahagiaan menghampirinya dengan menyadarkan Rosa sahabatnya.


Dara menuju parkiran dan bergegas ke pesantren. Sementara di pojokan salah satu ruangan, terlihat Rosa sedang menelfon dengan serius.


" Hallo, kantor polisi"

__ADS_1


__ADS_2