Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Mau jadi pacarku


__ADS_3

Pak Harjo, Rengganis, Albiruni dan juga kedua anaknya hari ini terbang ke Bandung.


Di dalam pesawat Ayubi dan Asyifa sangat pintar mereka berdua tidak menangis atau rewel.


sesampainya di Bandung mereka dijemput Raka, Raka begitu senang bertemu dengan keluarganya apalagi lagi Ayubi dan Asyifa.


Raka bersalaman dengan bapak dan juga kakaknya, kemudian mereka berpelukan.


Raka lalu menggendong Ayubi.


Ayubi begitu senang bertemu dengan Om gantengnya itu. Mereka semua bergegas ke rumah Pak Rafi.


Pak Rafi dan Bu ratna menyambut mereka dengan senang, Bu Ratna berulang kali menciumi Rengganis karena sangat rindu.


Mereka di persilahkan untuk istirahat, sebelumnya mereka makan bersama terlebih dahulu.


Sore harinya mereka berkumpul di ruang Tv yang merangkap juga sebagai ruang keluarga.


Pakde mulai membicarakan masalah perjodohannya dengan anak gadis teman pakde.


"Bagaimana Raka?"


Raka terdiam,


"Raka?"


"Emmm...Raka siap pakde"


Pakde begitu senang, semua nya juga merasa senang karena akan bertambah keluarga baru lagi.


Hanya Rengganis yang merasa ada keganjalan di hatinya, ingin sekali cepat menanyakan sesuatu pada Raka.


Rengganis akhirnya mengajak Raka ke taman belakang dengan Alasan Ayubi ingin bermain di taman belakang. Sementara Pak Rafi, bu Ratna dan Mas Birru serta pak Harjo masih berbincang di ruang Tv.


"Raka?"


"Iya Mbak"


" Mbak perhatikan kamu tidak senang dengan perjodohan ini, apa jangan-jangan kamu sudah memiliki kekasih?"


Raka menggeleng " Tidak Mbak, Raka hanya berfikir saja apakah Raka bisa menjadi imam yang baik atau tidak"


"Raka semua itu nanti sambil belajar, apa kamu tahu gadis mana yang akan di jodohkan denganmu?"


Raka kembali menggeleng " Masalah itu gampang mbak, aku tidak begitu banyak kriteria"


"Kalau ada yang mengganjal di hatimu, kamu bisa istikharah untuk memantapkannya lagi"


"Iya mbak"


Raka bermain dengan Ayubi di taman belakang, bagi Raka ayubi sedikit mengurangi kegusaran hatinya.


☘️☘️☘️


Adzan Magrib berkumandang, mereka semua segera sholat berjamaah di mushola rumah.


Selesai sholat Rengganis membantu budhe memasak sedikit untuk makan malam.


Seperti biasa setelah magrib Dara datang ke rumah Pak Rafi untuk belajar mengaji.


Dara mengetuk pintu lalu mengucapkan salam, Raka membukakan pintunya lalu menyuruh Dara masuk.


"Siapa mah magrib-magrib seperti ini ada tamu?" Tanya Rengganis pada Bu Ratna.


"Oh itu Dara, dia belajar mengaji disini kadang bersama budhe kadang bersama Raka"


"Oh...sendirian Mah, tidak mengajak anak komplek lain?"

__ADS_1


" Sendiri, Dara itu teman Raka"


Budhe sedikit menceritakan kehidupan Dara, sampai kenapa ia bisa belajar mengaji disini.


Rengganis merasa iba dengan nasib Dara, Rengganis keluar dari dapur karena ingin melihat Dara.


Ternyata Dara sedang berkenalan dengan Pak Harjo, mas Birru juga Ayyubi.


Rengganis datang, Dara juga langsung bersalaman dengan Rengganis, Rengganis langsung memeluknya.


"Om Raka temannya sangat cantik" Celetuk Ayyubi.


Ayubi memegangi tangan Dara, Dara langsung menggendongnya dengan penuh kasih sayang.


"Tante cantik, mau tidak jadi pacar Ayubi"


Rengganis begitu terkejut dengan ucapan Ayubi, " Eh Ayyubi tidak boleh bicara seperti itu, siapa yang mengajarkan seperti itu?"


"Itu sheril mah, teman sekolah Ayubi, suka berbicara seperti itu, sheril selalu memaksa Ayubi jadi pacarnya, katanya Ayubi ganteng jadi sheril sayang, Tante Dara cantik mah, Ayubi sayang Tante Dara"


Rengganis dan Mas Birru menepuk keningnya, anak zaman sekarang kenapa dewasa sebelum waktunya.


"Heh Ayyubi..masih kecil, tidak boleh bicara seperti itu" Ucap Raka.


Ayyubi langsung melihat wajah Dara " Tante, tunggu Ayyubi besar, sebesar Om Raka ya"


Dara begitu gemas dengan ucapan Ayyubi, Dara lalu mencium pipi Ayyubi, " Sekolah dulu yang pintar"


"Om Raka lihat, Tante Dara juga menyukai Ayubi, Ayubi di cium nih, Wee" Ayubi menjulurkan lidahnya ke arah Raka.


Raka menatap Dara dengan pandangan seorang laki-laki terhadap wanita, Rengganis menyadari itu, tapi Rengganis juga melihat seperti tidak ada hubungan apa-apa di antara mereka, apa Raka hanya memendam rasa saja, atau keduanya yang memendam rasa.


Raka mengajak Dara masuk ke dalam mushola, Ayyubi juga mengikutinya, mereka akhirnya mengaji bersama.


Rengganis kembali lagi ke dapur, Rengganis masih memikirkan soal Dara dan Raka.


"Mah...Dara cantik ya"


"Apakah Raka pernah berbicara tentang Dara?"


"Ya hanya menceritakan kehidupan Dara saja, kalau masalah pribadi ya tidak pernah"


Rengganis kembali masak dengan budhe menyelesaikan masakannya.


Selesai memasak Rengganis menggendong Asyifa menuju mushola, melihat Dara dan Ayubi yang sedang mengaji.


Selesai mengaji mereka keluar dari mushola, Dara melihat Rengganis sedang menggendong Asyifa.


"Eh...Ayyubi sudah jadi kakak ternyata" Dara menghampiri Rengganis.


Rengganis mengajak Dara ke ruang Tv, Dara meminta Rengganis menggendong Asyifa.


"Mbak...ini pertama kali Dara menggendong bayi"


"Nanti lama-lama kalau sudah punya sendiri juga akan terbiasa"


"Mbak... terimakasih ya Minggu yang lalu Dara meminjam beberapa baju-baju Mbak Rengganis.


Rengganis tersenyum " Iya Ra...tidak apa-apa, pakai saja"


"Kamu sudah lama kenal Raka Ra?"


"Belum terlalu lama mbak"


"Eh... Ra... adik mbak itu ganteng kan, baik lagi, kamu suka tidak?" Rengganis sedang memancing Dara agar lebih tahu sejauh apa perasaan mereka berdua.


Dara tersenyum " Siapa sih yang tidak menyukai Raka, di kampus saja banyak yang mendamba nya Mbak"

__ADS_1


"Kamu juga salah satunya?"


Dara kembali tersenyum " Dara bukan type Raka mbak, Raka itu pantas di sandingkan dengan wanita Solehah dan baik hati, tidak seperti Dara "


"Hey kamu itu, jangan merendahkan dirimu seperti itu" Rengganis mengelus kepala Dara.


Rengganis sedikit mengerti, sepertinya Dara dan Raka hanya saling mengagumi, susah sekali memastikan kekaguman mereka sudah sampai hati atau belum.


Ayyubi datang menghampiri Dara yang sedang menggendong Asyifa dalam pangkuannya , Raka juga datang lalu duduk di sebelah Dara, Ayyubi minta duduk juga di pangkuan Raka.


"Tante Dara, dan Om seperti mamah dan papah Ayyubi"


Raka menatap Dara, Dara juga menatap Raka, mereka berdua saling melempar senyuman.


"Kamu ini yah, pandai sekali meledek" Ucap Raka.


Budhe memanggil semuanya untuk makan malam terlebih dahulu, Dara yang ingin berpamitan di cegah oleh budhe agar ikut makan bersama.


Raka duduk di sebelah Dara, Raka meminta Dara mengambilkan makanan untuknya tanpa canggung.


Raka ini, kenapa nyuruh gue sih, kan malu jadi di liatin, Batin Dara.


"Ra...aku mau lauk yang itu" Raka menunjuk sayur capcay bakso.


Rengganis terus saja memperhatikan tingkah adiknya itu yang terlihat jelas menyukai Dara.


Ayyubi juga sama manjanya, ia meminta di suapi oleh Dara " Tante cantik suapi Ayyubi yah, Ayyubi disini tidak lama "


Dara tersenyum, ia mengabulkan permintaan Ayyubi, sambil makan sambil menyuapi Ayyubi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Readers : Thor...kangen dokter hafiz, kangen Reihan Humairah Thor..


Author : Jahara kalian semua, ga da yang kangen akoh...


Readers : Ya elah segala mau di kangeni juga

__ADS_1


Author : Hanya di kangeni tidak di nikahi buat apa ya 🤭🤭😁😁😁😁


Readers : Jlebbbbbbbb


__ADS_2