Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 38


__ADS_3

"Dara, aku mencintaimu"


Dara masih menatap Raka,


"Ra...kamu juga mencintai ku kan?"


Dara masih terdiam.


"Ra..."


"Iya gue juga cinta Lo"


"Ayo kita berjuang bersama Ra"


"Tidak Raka, Lo lupa kalau keluarga Lo dan keluarga Rosa sudah sepakat dua bulan lagi kalian lamaran, Lo jangan permalukan keluarga Lo ka hanya karena perempuan kaya gue yang baru Lo kenal belum lama ini"


Raka menunduk, mengingat kembali malam itu, malam di mana dua keluarga sudah sepakat tentang perjodohan itu, hal yang paling membuatnya menyesal adalah saat dirinya tidak bisa berbuat apa-apa dan menyadari cintanya.


"Kenapa kisah kita jadi rumit seperti ini ya Ra, tapi Allah tidak pernah mengatakan bahwa jalan hidup akan mudah Ra, tapi Allah mengatakan " Aku bersama dengan mereka yang mau bersabar"


"ya sudah bersabarlah dengan jalan takdir kita saat ini, bukankah kamu bilang sebaiknya kita saling mendoakan, tak ada sapaan yang lebih romantis dari pada doa, maka berdoalah meski aamiinku dan aamiin mu tak serentak" Ucap Dara sambil berjalan turun ke bawah meninggalkan Raka sedirian.


Sudah waktunya Dara masuk kelas, ia tidak ingin mencampur adukan belajar dengan asmara.


Raka akhirnya turun ke bawah, hari ini Raka seharian full di kampus, karena sore nanti akan ada pengumuman hasil sidang.


Raka kembali ke ruang sidang, disana terlihat Rosa menghampirinya.


"Raka dari mana saja" Rosa mencondongkan tubuhnya pada tubuh Raka.


Semua yang ada di depan ruang sidang terlihat saling berbisik.


"Rosa jangan seperti ini"


"Memangnya kenapa? bukankah kita sebentar lagi akan menjadi pasangan suami istri" Rosa sengaja meninggikan suaranya agar orang-orang disekitarnya tahu.


Raka juga terkejut ketika Rosa dengan suara lantang nya mengatakan hal tersebut di depan orang banyak.


"Eh perlu kalian tahu ya, jangan bisik-bisik atau bergosip deh, nih aku kasih tahu ya, Raka itu calon suamiku, dua bulan lagi kita akan menikah, ya kan sayang" Rosa menatap Raka juga teman-teman lainnya.


Raka masih saja terdiam, salah satu dari mahasiswa yang ada di sana tertawa.


"Ros...kamu sedang halu ya, kita semua tahu Raka sepertinya sedang dekat dengan sahabatmu dara"


"Dara dan Raka itu hanya berteman, tidak lebih, kalian jangan bergosip yang bukan-bukan" Rosa tersulut emosi.


"Tapi baru saja tadi aku melihat Raka sedang duduk bersama di kelas Dara" Celetuk mahasiswa yang lainnya.

__ADS_1


"Itu berarti Dara yang merebut Raka dariku" Rosa mulai kehilangan akal.


"Jaga bicaramu, jangan menjelek-jelekan calon istriku di depan umum, atau aku akan melaporkanmu kepada pihak yang berwajib dengan pasal pencemaran nama baik" Rizki muncul tiba-tiba di tengah kerumunan.


Semua mahasiswa terkejut, termasuk Raka juga, karena Rizki menyebut Dara dengan sebutan calon istri.


"Eh...Pak Rizki" Rosa mulai gugup.


Rizki menghampiri Rosa, " Jangan memfitnah Dara apalagi berkata buruk tentangnya" Manik mata Rizki menatap Rosa dengan tajam dan penuh penekanan.


"Ma....ma...maaf pak"


Hati Raka mulai memanas, entahlah Raka sangat tidak terima jika Rizki mengaku sebagai calon suami Dara, karena baru saja Dara mengatakan bahwa Dara mencintainya.


Dara izin ke toilet, melihat Dara yang sedang menuju toilet, Rizki memanggil Dara dengan sebetuan seperti biasanya.


"Dek..." Rizki berteriak memanggil Dara dengan sebutan Dek.


Dara masih tidak menyadari jika dirinya yang di panggil. Dara masih terus saja berjalan.


"Dara" Rizki memanggilnya lagi.


Dara langsung menengok ke arah kerumunan.


"Ada apa itu, kenapa banyak orang disana" Gumam Dara.


Rizki menghampiri Dara, semua mahasiswa berkasak kusuk mulai bergosip tentang kebenaran kedekatan mereka.


"Dek...nanti pulang ikut dengan abang ya" Rizki sengaja meninggikan suaranya.


Dara menjadi salah tingkah.


"Eh maaf pak maksudnya apa yah?" Dara berusaha mengurangi kecanggungannya.


"Jangan panggil pak, mereka sudah tahu kedekatan kita"


Dara melirik ke arah Raka juga teman lainnya, Dara bertanya dalam hati sebenernya ada apa, kenapa mereka bergerombol disitu, kenapa bang Rizki menunjukan kedekatan di luar kampus pada mahasiswa disana.


" Bang sebenarnya ada apa?"


Rizki tersenyum " Lihat, sudah dengar kan Dara memanggilku Abang"


Dara menepuk lengan Rizki " Bang...."


"Cie...cie... Dara" Semua Yang ada disana menyoraki Dara.


Dara semakin tidak mengerti, akhirnya Dara kembali berjalan menuju toilet tidak memperdulikan sorakan mahasiswa yang ada disana, Raka yang ikut geram juga ikut meninggalkan kerumunan. Rizki tersenyum melihat Raka terbakar api cemburu.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Readers : Thor...kenapa rumit sekali, udah nikahkan saja mereka.


Author: ntar tamat dong...udah nikmati saja alurnya 😁 seperti aku yang menikmati di sakiti,ku maafkan lagi,ku maafkan lagi, eh ujunge ambyar😁😁 (Dulu waktu zaman jahiliyah gaes )


Readers : Tapi kan nyesek Thor...


Author :Bukannya sudah biasa nyesek 😁😁✌️✌️✌️ kaboooorrrr


( Author suka kata-kata Dara yang ini "tak ada sapaan yang lebih romantis dari pada doa, maka berdoalah meski aamiinku dan aamiin mu tak serentak" Anjay...Ciat Ciat yang jomblo Monggo copy tuh😁😁)


(Jangan lupa like komen vote, di karya terbaru rengking 12, ayo dong biar jadi rengking 10)


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2