
"Aw...Sssttt, Astagfirullah, geulis-geulis tapi serem pisan, itu gadis sungguhan bukan sih"
Zaki mengelus-elus lengannya yang begitu sakit karena di cubit Dara.
Sampai pesantren nafas Dara tersengal-sengal, ia lalu tertawa dengan riang karena berhasil mencubit laki-laki menyebalkan itu.
Aisyah menanyakan kenapa Dara tertawa begitu senang, Dara menjelaskan pada Aisyah bahwa dirinya sudah memberi pelajaran pada Zaki karena Zaki selalu muncul di depannya dan mengatakan hal-hal yang menjengkelkan.
"Ustad Zaki Ra"
"Ah tidak mau, di menyebalkan"
Aisyah tersenyum, Dara memang seperti itu, ketus jika tidak menyukai seseorang.
Zaki masuk ke kantor, ia melihat Aisyah dan Dara sedang duduk di depan layar komputer.
"Aisyah temanmu itu, sungguh terlalu, dia mencubit ku sampai merah seperti ini" Zaki berusaha menggulung baju panjangnya untuk memperlihatkan bekas cubitan Dara.
"Maafkan Teman saya Ustad Zaki," Aisyah mengangguk sambil menunduk.
"Teteh, jangan minta maaf, Dara tidak salah apa-apa, enak saja"
"Kau ini wanita bukan sih"
"Enak saja meragukan jenis kelamin gue" Dara berdiri lalu berkacak pinggang di depan Zaki.
"Galak sekali, berbeda sekali dengan Aisyah yang lembut"
"Eh jangan membanding-bandingkan orang, nanti kalau Lo jatuh cinta sama gue tau rasa Lo"
Zaki mengusap kasar wajahnya melihat wanita ajaib yang ada di depannya.
"Sudah kalian berdua kenapa jadi bertengkar disini"
Zaki langsung pergi meninggalkan kantor, Dara lamgsung tersenyum penuh kemenangan, sementara Aisyah hanya menggelengkan kepalanya melihat Zaki dan Dara yang tidak akur.
__ADS_1
☘️☘️☘️
Di rumah sakit Michel datang membawa Samuel. Rosa mengatakan semuanya pada Samuel dan Michel, Samuel terkejut ketika mendengar Rosa yang tengah mengandung anaknya.
Namun Samuel juga merasa senang karena sudah lama Samuel jatuh hati pada Rosa. Samuel juga mengutarakan niatnya untuk menikahi Rosa, Rosa mengikuti niat baik Samuel, namun hanya sebatas anak ini lahir karena Rosa sama sekali tidak mencintai Samuel.
Rosa menanyakan juga di kampus keadaanya bagaimana setelah dirinya memposting persiapan pernikahannya dengan Raka, Rosa ingin tahu reaksi Dara, namun Michel memberi tahu bahwa hari ini Dara tidak masuk kampus.
Rosa merasa begitu benci dengan Dara, di samping Dara yang sudah meninggalkan persahabatan mereka di tambah lagi Raka yang mencintai Dara, membuat Rosa semakin muak dengan Dara.
☘️☘️☘️
Di kampus Raka mencari Rizki, ia berlari kesana kemari, banyak juga mahasiswa yang heran dengan sikap Raka, padahal baru saja sejam yang lalu mereka mendapat berita bahwa Raka sedang melangsungkan pernikahan tapi kenapa Raka sekarang malah ada disini.
Raka menyusuri di setiap kelas mencari Rizki, mereka bertemu di persimpangan fakultas menejemen dan fakultas keguruan, Raka segera berlari ketika melihat Rizki sedang berjalan.
"Pak...pak Rizki"
"Ada apa?"
Rizki mengangguk, mereka lalu berjalan ke kantor dosen, disana mereka duduk berdua.
"Pak Rizki tolong beri tahu saya dimana Dara saat ini" Ucap Raka dengan wajah memelas nya.
"Untuk apa mencarinya setelah dia pergi karena mu"
"Saya tahu ini salah saya pak, tapi saya akan memperbaiki nya pak, saya tidak jadi menikah pak, saya hanya ingin menikah dengan Dara"
Rizki tersenyum " Lebih baik untuk saat ini, biarlah Dara belajar memperbaiki diri dulu Ka, biarkan Dara menemukan jati diri nya yang sesungguhnya"
"Tapi aku takut, Takut Dara memilih yang lain, apalagi memilih bapak" Raka sekilas melirik Rizki dengan wajah malu.
Rizki tersenyum " Dia itu adikku, tidak mungkin lah kami saling mencintai, aku melindungi Dara seperti melindungi Adikku, aku hanya ingin Dara menjadi wanita yang terus memperbaiki diri, jodoh itu sudah ada jatahnya ka, buktinya kamu ini, tidak berjodoh dengan Rosa walaupun rencana sudah tersusun rapi, Saya sarankan lebih baik kamu juga berbaiki dirimu juga Ka, jika kalian berjodoh, terpisah jarak jauh terpisah oleh waktu pun itu tidak akan menghalangi ketetapan Allah, nanti jika waktunya pas, aku akan memberitahumu di mana Dara saat ini, intinya Dara baik-baik saja di tempat yang terbaik juga, kamu tidak perlu khawatir"
Raka menghembuskan nafas lega" Benar sekali pak, sepertinya saya juga harus berusaha lebih baik lagi agar bisa membimbing Dara kelak, saya mohon pak, jagakan Dara untuk saya, saya akan menunggunya.
__ADS_1
Rizki mengangguk, lalu memeluk lengan Raka, Raka segera meninggalkan ruangan dosen dengan perasaan kecewa namun lega, kecewa karena tidak mendapat informasi tentang keberadaan Dara, namun lega karena Rizki memberi tahu jika Dara berada di tempat yang baik.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Author : Perjalanan cinta itu tidak semudah membalikan telapak tangan say, kadang harus menahan ego diri, kadang harus berjuang sampai terbesit rasa ingin menyerah, mie instan aja tetep harus d rebus dulu😁😁 apalagi cinta yang harus terus d oseng oseng biar ga gosong😁
Apa harapan cintamu dimasa depan? komen di bawah ini 👇👇
Salam sayang,
__ADS_1
Santy puji