Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 67


__ADS_3

Raka langsung ke kantor polisi, ia ingin secepatnya menemui Dara dan memberikan semangat untuk Dara.


Sesampainya di kantor polisi Raka langsung masuk kedalam, Pak polisi menyambutnya dengan ramah dan menanyakan maksud kedatangan Raka. Raka langsung memberi tahu pak polisi bahwa dirinya ingin bertemu dengan Dara.


Pak polisi mengecek dan memberi tahu Raka bahwa Dara saat ini sedang di periksa jadi tidak bisa untuk di temui terlebih dahulu.


Raka mulai frustasi, Raka lalu menelfon Mbak Rengganis dan memberi tahu tentang Dara. Mbak Rengganis begitu terkejut kenapa semua ini bisa terjadi, Mbak Rengganis dan Mas Birru akan datang ke kantor polisi.


20 menit kemudian Rizki datang, lalu menghampiri Raka.


" Bagaimana Ka?"


Raka masih tertunduk lesu, lalu menggeleng.


Rizki lalu menghampiri pak polisi dan memberitahu bahwa dirinya ingin bertemu dengan Dara, tapi Pak polisi menjelaskan jika Dara sedang dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.


Rizki akhirnya duduk di sebelah Raka, lalu menepuk-nepuk punggung Raka.


" Sabar Ka, kita akan cari jalan keluarnya sama-sama"


Raka kembali menunduk.


Sesaat kemudian Dara keluar dari ruangan dengan muka pucat dan lesu, Pak polisi memberi tahu Raka dan Rizki bahwa mereka sudah bisa bertemu dengan Dara.


Raka langsung berlari di susul Rizki juga masuk ke dalam.


" Ra ...." Ingin sekali Raka memeluk Dara, tapi kondisinya sangat tidak memungkinkan.

__ADS_1


Dara tertunduk lalu menangis, " Demi Allah bukan aku A, bang" Dara melihat ke arah Raka dan Rizki.


" Aa percaya dengan mu"


" Ceritakan pada kami, kenapa bisa seperti ini " Ucap Rizki dengan mimik wajah melas nya karena prihatin dengan Dara saat ini.


Dara lalu menceritakan bahwa dirinya berangkat ke kampus seperti biasa, di kampus juga belajar seperti biasa, lalu saat akan pulang Dara begitu senang karena di sapa oleh Rosa, Rosa dan Dara saling minta maaf, lalu sudah Dara pulang mampir terlebih dahulu ke pesantren, beberapa menit kemudian polisi datang.


Raka mengepalkan tangannya " Rosa..."


"Jangan berisik Ka" Rizki berusaha menenangkan Rizki.


" Jangan salahkan Rosa, kita sudah saling memaafkan A" Ucap Dara yang masih percaya pada Rosa.


" Kenapa kamu membelanya Ra, kamu tidak tahu dia itu sangat jahat" Raka tersulut emosi.


" Di persimpangan fakultas Menejemen"


" Apa saja yang kalian lakukan"


Dara mengingat kembali jika dirinya hanya mengobrol lalu berpelukan.


Mbak Rengganis dan Mas Birru lalu datang, Mbak Rengganis langsung memeluk Dara.


Dara akhirnya menangis sesenggukan di pelukan Rengganis.


" Mbak, aku mohon percayalah padaku Mbak"

__ADS_1


Mbak Rengganis mengangguk, lalu menepuk-nepuk punggung Dara.


" Iya, Mbak sangat percaya"


" Bagaimana kronologinya" tanya Mas Birru.


Raka dan Rizki lalu mengajak Mas Birru keluar untuk berbicara mengenai kronologi yang terjadi. sedangkan Rengganis menemani Dara di dalam.


Raka meminta bantuan Mas Birru dan juga Rizki untuk mengecek CCTV yang ada di setiap penjuru kampus, khususnya yang berada di persimpangan fakultas Menejemen.


Mas Birru dan Rizki segera bergegas ke kampus untuk meminta tayangan CCTVnya.


Sementara Raka kembali lagi menemui Dara.


Saat ini Dara sedang di ambil Darahnya untuk dicek apakah dirinya positif mengkonsumsi barang terlarang itu atau tidak.


Polisi juga sedang mengecek isi ponsel Dara apakah ada terlibat transaksi atau tidak didalamnya.


" Tolong Pak, cek sidik jari juga yang ada di bungkus itu, aku yakin calon istriku hanya di fitnah" Raka memohon pada pihak polisi agar memeriksanya dengan benar dan teliti.


Waktu jenguk habis, Dara sementara harus di tahan terlebih dahulu. Raka begitu sangat sedih melihat Dara dalam keadaan seperti ini, ini untuk kedua kalinya Dara harus diamankan di kantor polisi.


Raka mengingat awal-awal bertemu Dara dulu, Walaupun pergaulan Dara sebelumnya tidak baik, tapi Raka percaya Dara sekarang sudah benar-benar hijrah dan bukan kedok semata.


Rengganis mengajak Raka pulang, besok bisa melihat hasil dari pemeriksaan urin dan sidik jari, namun Raka menolak, Raka ingin menemani Dara disini, Raka juga berniat akan menginap di kantor polisi menemani Dara.


Rengganis juga ikut sedih karena Raka dan Dara kembali di timpa masalah, Rengganis yakin ini hanyalah ujian untuk mereka berdua agar kedepannya bisa lebih hati-hati dan lebih saling percaya dan saling menjaga satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2