Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 57


__ADS_3

Ustad Zaki terdiam.


" Siapa?" Umi mendesak Zaki agar menyebutkan wanita yang sudah membuatnya menolak Aisyah.


" Dara...Sahabat Aisyah"


Rizki dan Aisyah membelalakkan matanya karena terkejut mendengar Zaki yang ternyata menyimpan rasa pada Dara, bahkan setahu Aisyah, Dara dan Zaki itu hampir selalu tidak akur, selalu saling meledek satu sama lain.


Umi dan Aby bingung dan mengusap wajah, "Dara siapa itu Zaki?" Tanya Aby ingin memperjelas keingintahuannya tentang Dara.


"Zaki sahabat Aisyah" Zaki hanya menjawab singkat.


" Dara itu sahabat Aisyah yang sedang hijrah dan menuntut ilmu disini" Abah menerangkan siapa Dara.


"Zaki, kenapa tidak memilih Aisyah saja yang sudah jelas-jelas Sholehah" Umi sedikit memaksakan kehendaknya.


" Hati tidak bisa di paksakan Mi"


Umi menghembuskan nafasnya dengan kasar mendengar anaknya yang tidak penurut itu.


" Ya sudah jika itu maumu, tapi umi akan mencari asal usul Dara terlebih dahulu, jika umi berkenan maka kamu boleh menjadikannya istri, apa umi boleh melihat gadis itu?"


" Dara sedang di rumah sakit menemani ibunya yang sedang di rawat Mi" Ucap Aisyah.


Umi mengangguk " Baiklah, umi akan menggunakan cara umi sendiri untuk mencari tahu siapa Dara"


Rizki mulai gusar, ia merasa kali ini Raka akan mendapat masalah baru, Rizki merasa kasihan dengan Raka karena baru saja masalahnya selesai, ia akan di hadapkan dengan masalah baru.


Keluarga Umi dan Aby akhirnya berpamitan pulang, Umi dan Aby menampakan wajah kecewanya, mereka bahkan meminta maaf pada Abah karena anaknya sendiri malah yang menolak perjodohan ini.


Abah mengerti jika cinta tidak bisa dipaksakan, Abah tidak menghalangi pilihan Raka, toh Abah juga menilai Dara adalah gadis baik-baik.


Abah kembali ke rumahnya, sedangkan Aisyah dan Rizki masih duduk di sofa, Rizki mengajak Aisyah mengobrol.


" Alhamdulillah ya Ais, Allah menolong kita"

__ADS_1


Aisyah mengangguk sambil tersenyum, " Tapi bagaimana dengan Dara A?"


"Lebih baik kita jangan beritahu Dara, masalahnya Dara sepertinya akan memberikan kesempatan pada Raka lagi"


"Maksud Aa?"


Rizki menceritakan pada Aisyah bahwa sebenarnya Tiga bulan yang lalu itu Raka tidak jadi menikah, Raka juga mencari Dara tapi Rizki menutupi keberadaan Dara agar Dara fokus menimba ilmu terlebih dahulu.


"Ya Allah A, kita harus bagaimana?"


"Kita tidak perlu menceritakan ini semua pada Dara, Dara tidak cinta dengan ustad Zaki, jadi biarlah mengalir apa adanya, biarlah ustad Zaki yang menyatakan cintanya, kita jangan membuat mereka canggung"


Aisyah mengangguk " Lalu dengan kita bagaimana?"


"Sepertinya Aa akan secepatnya bicara dengan Abah, sebelum ada zaki-zaki yang lain"


Aisyah tersenyum, Ia merasa senang karena Rizki sudah berani memperjuangkan cintanya.


" Aisyah tunggu kabar baiknya A"


Aisyah mengangguk " Ya sudah Ais mau masuk dulu kedalam, aa jangan lupa yah dengan ucapan AA"


"Iya, AA juga tidak mau kehilanganmu"


Aisyah lalu masuk kedalam kamarnya, sementara Rizki mencari Abah untuk membocarakan masalah dirinya dan Aisyah.


☘️☘️☘️


Di rumah sakit Dara sudah selesai makan malam bersama ibunya, ibunya sudah ia selimuti dan sudah mulai bersiap-siap tidur.


Dara merebahkan tubuhnya di sofa, tiba-tiba ponselnya berdering, terlihat nama Raka di layar ponselnya, nomor Raka memang masih tersimpan di ponsel Dara. Dara segera mengangkatnya.


📞"Assalamualaikum A"


📞"Waalaikumsallam, Sedang apa?"

__ADS_1


📞" Rebahan A"


📞" Sudah makan?"


📞" Alhamdulillah Sudah, Aa bagaimana? sudah makan?"


📞" Alhamdulillah sudah"


📞" AA sedang apa?"


📞" Sedang menelfon bidadari"


Dara tersenyum📞 " Gombal"


📞" Eh kok gombal, bagi AA, Dara itu bidadari nya Aa"


📞"Maunya"


📞" Memangnya Dara tidak mau"


Dara terdiam, Raka memang pandai sekali membolak balikan pertanyaan.


📞" Ih sudah Ah"


📞" Ra..."


📞" Emmm..."


📞" Jaga cinta di hatimu untuk Aa yah"


📞" Jangan simpan cinta di hati a, karena hati itu mudah terbolak balik, kadang hari ini cinta, besok lain lagi perasaannya, bisa saja kan, tapi simpanlah cinta di setiap doa, agar Allah memberikan petunjuk dan meridhoi cinta itu"


📞" Percayalah, selalu ada Doa untuk Dara di penghujung sujud terakhir"


Wajah Dara langsung bersemu merah, entahlah kata-kata itu terdengar lebih indah dari kata I love you yang biasa di lontarkan sang pujangga cinta.

__ADS_1


__ADS_2