
Selesai makan Dara dan Aisyah mencuci piring bersama, Aisyah mengajari Dara cara mencuci piring. Rizki juga ikut membantu membawakan sisa makanan ke dapur.
" Ya Allah, beruntung banget yang bisa jadi suami teteh nanti, bisa masak, Solehah, bisa ngaji, bisa nyuci piring juga, cantik lagi" Suara Dara meninggi agar terdengar oleh Rizki.
Benar saja Rizki terdiam, melirik ke arah Dara dan Aisyah.
"Teteh kenapa belum menikah?"
"Ya mungkin karena belum waktunya, yang naksir teteh juga belum ada" Aisyah sibuk mencuci piring tidak melihat keberadaan Rizki.
"Secantik teteh tidak ada yang suka, ih kalau Dara lelaki pasti sudah suka teteh dan segera menikahinya" Ucap Dara sambil melirik Rizki.
Aisyah hanya tersenyum.
"Teteh kan tadi bilang, pernah menyukai laki-laki, kenapa tidak memintanya menikahi teteh saja"
Aisyah terdiam " Emmm....yang teteh suka masih belum siap menikah karena masih banyak tanggung jawab yang harus di tanggungnya"
"Ya sudah teteh cari yang lain saja, di pesantren pasti banyak lah guru muda atau teman Abah pasti punya anak yang Soleh juga"
Rizki menghampiri Dara, Lalu menyentil Kening Dara.
"Jangan beri masukan seperti itu,"
"Ih bang Rizki rese,...weee" Dara menjulurkan lidahnya.
"Aisyah, Aa siap menikah, tapi tuntutan Abah dan ayah sangat banyak, aa harus menyelesaikannya satu persatu" Rizki menatap Aisyah dengan penuh kesungguhan.
Dara menompang kedua tangannya pada dagunya. Menyaksikan dua sejoli yang sangat sweet itu.
Aisyah menunduk " Iya A, Aisyah tahu, tidak apa-apa, Aisyah akan menunggu, Aisyah juga masih harus terus memperbaiki diri"
"Ah kalian ini membuatku baper saja"
Aisyah tersenyum lalu melanjutkan mencuci piringnya.
"Sudah sana bang, jangan disini, Dara kan jadi ingat...."
"Ingat siapa? ingat dia yang memberi luka dan kamu menikmatinya?" Ledek Rizki.
"Abang" Dara langsung mendorong Rizki keluar dapur. Rizki tertawa terbahak-bahak.
"Teteh sangat beruntung di cintai dan mencintai, kalian saling mendukung dan menyemangati, berbeda sekali dengan Dara, apa ini karena Dara dulu bandel, jadi Allah menghukum Dara?"
Teteh menatap Dara " Ra...jika kamu berfikiran seperti itu kenapa tidak berfikiran juga untuk terus memperbaiki diri agar bisa mendapatkan yang lebih baik lagi, dalam waktu yang tepat, mungkin saat ini Allah ingin memilihkan waktu yang tepat untuk kamu bertemu dengan cinta sejati mu, jangan bersedih"
Dara tersenyum " Teteh insyaAllah nanti Dara mau izin ayah untuk tinggal di pesantren agar Dara lebih fokus belajar ilmu agama"
__ADS_1
Aisyah tersenyum " Teteh siap membantu"
Mereka menyelesaikan cuci piring dan merapikan Dapur serta gazebo.
Hari sudah mulai sore Rizki dan Dara berpamitan pulang, Aisyah mengantar mereka berdua sampai di parkiran pesantren.
"Hati-hati ya kalian berdua"
Dara tersenyum, Rizki menghampiri Aisyah kembali.
"Bertahan, Aisyahku, Allah sedang menguji kekuatan cinta kita. Berjuanglah bersamaku dan buktikan kalau kita mampu bersama meski jarak dan penantian terbentang luas di antara kita. Tenang saja, aku akan selalu mencintaimu. aku akan segera menyelesaikan urusanku, ya?"
Aisyah tersenyum lalu mengangguk sambil menunduk.
"Bang..." Dara memanggil Rizki dengan suara kerasnya.
"Iya...iya Dasar bocah satu ini, tidak tahu apa masih kangen"
"Sudah sana" Aisyah masih menunduk malu.
"Ya sudah, Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
Rizki akhirnya masuk kedalam mobilnya, Rizki dan Dara mengendarai mobilnya masing-masing.
Di dalam mobil saat menyetir Dara mendapatkan telfon dari Raka, tadinya Dara malas mengangkatnya, tapi karena terus berdering, akhirnya mengangkat nya juga.
"Waalaikumsallam Ra"
"Ada apa?"
"Kamu dimana?"
"Di mobil sedang menyetir"
"Aku mohon cepat datang ke rumah budhe sekarang juga"
"Buat apa?"
"Dara...kita harus memperjuangkan cinta kita"
Dara terdiam.
"Ra..."
"Ya aku langsung kesana, tunggu 15 menit lagi"
__ADS_1
Di sebrang sana Raka tersenyum senang.
"Ya sudah, Hati-hati ya Ra, Assalamualaikum"
"Waalaikumsallam"
Dara menutup telfonnya, ia menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai di rumah budhe Raka. Dara menerka-nerka sekiranya apa yang Raka perbuat nantinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.[ Ciat...Ciat sudah mulai pada suka Dangan Aisyah dan bang Iki, bang Iki yang pandai berkata manis😁]
Readers : Thor jago gombal juga, ga di AjTP ga disini 😁
Author : kalian pada demen di gombalin aku, aku kalau gombalin suami, sama suami ku di respon gini " Lanjut Thor" Hadeh 🤦🤦 [ Jangan pada ketawa, aku lempar timun nih]
Jangan lupa like komen vote.
__ADS_1
Salam sayang,
Santypuji