Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 69


__ADS_3

Raka sangat terkejut dan geram dengan Rosa, Raka langsung mengeluarkan ponselnya lalu menelfon Rosa.


Rosa yang sedang bersama michel begitu bahagia karena Raka tiba-tiba menelfonnya.


Ponsel Raka langsung di rampas Rizki dan Rizki langsung meakhiri panggilan telfon di ponsel Raka.


" Jangan gegabah Ka, biarlah polisi yang akan menyelidiki semuanya, serahkan semua pada polisi" Rizki berusaha menasehati Raka.


" Dia sudah membuatku naik Darah Bang, aku tidak tega Dara di dalam menderita gara-gara dia"


" Iya, aku tahu perasaanmu, andai si Rosa itu laki-laki sudah aku sarankan untuk menonjok saja" Ucap Mas Birru.


Rizki dan Raka menatap Mas Birru bersama, Mas Birru yang terlihat kalem ternyata bila berhubungan dengan wanita seram juga.


" Ya karena dia perempuan, jangan sampai kita memukul perempuan" Sambung Mas Birru.


" Ayo kita masuk kedalam menyerahkan barang bukti ini" Rizki mengajak Mas birru dan Raka masuk kedalam.


Mereka lalu menunjukan barang bukti pada polisi, polisi akan menyelidiki lebih lanjut setelah hasil lab dari rumah sakit keluar.


Mereka semua akhirnya mengikuti prosedur yang di lakukan polisi.


Raka tidak mau pulang, ia ingin menemani Dara bermalam di kantor polisi, sementara Rizki dan Mas Birru pulang ke rumah, Rizki pergi ke pondok pesantren untuk meyakinkan Abah dan Aisyah bahwa Dara telah di jebak.


☘️☘️☘️


Sesampainya di rumah Pak Rafi, Mas Birru segera masuk kedalam rumah lalu menemui Rengganis yang ternyata berada di kamar bersama Asyifa.


Rengganis dengan wajah begitu khawatir menanyakan keberadaan Raka, Mas Birru memberi tahu jika Raka ingin bermalam di kantor polisi. Wajah Rengganis langsung terlihat lesu, ia sangat kasihan dengan adik semata wayangnya itu.


Mas Birru menceritakan hasil CCTV juga memperlihatkannya ada Rengganis, Rengganis terlihat begitu marah, muka nya memerah.


" Ya Allah, tega banget mereka ya Mas"

__ADS_1


Mas Birru mengangguk " Untung perempuan, jika laki-laki sudah Mas suruh Raka menemuinya dan menghajarnya"


Rengganis reflek mencubit lengan Mas Birru " Ih kamu ini Mas"


" Ya lah sayang aku gemas sekali, kamu masih ingat kan dulu aku menghajar Andra karena hampir mencelakai mu"


Rengganis tersenyum Suaminya ini memang selalu terdepan " Sekarang kabar Andra bagaiamana ya" Ledek Rengganis.


" Sayang, kamu ini"


Birru langsung memegang tengkuk Rengganis lalu menyerbu bibir ranum Rengganis.


Rengganis kuwalahan mengimbangi ciuman Mas Birru yang sepertinya sangat cemburu dengan pertanyaan Rengganis tadi.


" Papapapapa"


Mas Birru menyudahi ciumannya, ia lupa ada Asyifa yang sedang bermain di atas kasur.


" Kamu ini Mas"


Rengganis lalu menggendong Asyifa ke bawah, sementara Mas Birru mandi terlebih dahulu.


☘️☘️☘️


Malam ini Raka benar-benar tidur di kantor polisi, Raka meminta izin untuk tidur di Masjid yang berada di dalam kantor polisi, Raka terus berdoa semoga besok ada keajaiban dari Allah.


Bapak, Budhe dan Pakde merasa khawatir karena tak kunjung pulang.


Mas Birru akhirnya menceritakan jika Raka sedang menemani Dara di kantor polisi, Mas Birru menceritakan semua kejadian tentang Dara hari ini, Mas Birru juga menunjukan vidio Rekaman hasil CCTV di kampus Dara.


Budhe dan Pakde begitu terkejut karena ternyata Rosa begitu jahat sehingga menghalalkan segera cara agar Raka tidak bersama dengan Dara.


" Tega ya Mereka, kasihan sekali Dara, jalan hijrahnya banyak sekali di uji dengan berbagai hal, kita doakan semoga Dara kuat" Budhe merasa prihatin dengan setiap ujian yang harus Dara jalani.

__ADS_1


Mereka semua juga tidak bisa melarang Raka untuk pulang, karena mereka tahu Raka sangat mencintai Dara.


☘️☘️☘️


Esok harinya di sepertiga Malam Raka dan Dara memanjatkan doa di tempat yang berbeda, Raka dan Dara bahkan tidak tidur semalaman karena mereka berdua saling mengkhawatirkan satu sama lain.


Dara merasa kasihan pada Raka, kenapa Raka harus menunggunya di kantor polisi, Raka juga merasa kasihan dengan Dara karena harus tidur di balik jeruji besi, pasti dingin dan tidak nyaman.


Pukul 6 pagi Raka membeli sarapan untuknya juga untuk Dara, Raka meminta izin pada pak polisi untuk memberikan makanan yang telah ia beli pada Dara.


Raka tidak perduli dengan penampilannya sekarang, baju nya lusuh, rambutnya kusut, kantung mata yang mulai menghitam karena semalam tidak tidur. Menunggu jam 10 pagi rasanya sangat lama sekali, karena hasil dari rumah sakit akan di antar jam 10 pagi ini.


Rengganis dan Mas Birru datang pagi-pagi ke kantor polisi untuk melihat kondisi Raka, semalam juga Rengganis tidak bisa tidur karena terus memikirkan Raka.


Sesampainya di kantor polisi Rengganis langsung memeluk adiknya.


" Sabar, sebentar lagi akan terungkap, kamu dan Dara pasti kuat" ucap Rengganis sambil mengusap punggung adiknya.


Raka hanya mengangguk lesu, rasanya ingin sekali secepatnya mengeluarkan Dara dari balik jeruji besi, hatinya ikut sakit jika Dara tersakiti seperti ini.


Raka dan Rengganis akan menyiapkan pengacara jika memang nanti ada kendala dalam pembebasan Dara, Raka tidak mau berlama-lama lagi melihat dara di dalam sel sana.


Tak terasa jam terus berputar mendekati pukul 10, Raka yang sedang menunggu di dalam kantor polisi di panggil oleh pak polisi, disana juga sudah ada Dara yang tengah duduk di depan pak polisi.


Penampilan Dara juga terlihat acak-acakan, wajahnya pucat, baju dan jilbabnya terlihat lusuh, matanya bengkak, sepetinya Dara menangangis semalaman.


Polisi membaca hasil lab dari rumah sakit dan menyatakan hasilnya Dara negatif dari barang haram. Polisi juga memberikan informasi jika bungkus barang tersebut tidak ada sidik jari Dara, malah ada banyak sidik jari disana dan pihak kepolisian akan mengusut tuntas.


Dara akhirnya dinyatakan bebas, Borgol yang ada di tangan Dara langsung di buka oleh pak polisi, Dara seketika langsung sujud syukur.


Dara lalu memeluk Raka di depan banyak orang, " Terimakasih... terimakasih banyak A, Aa selalu ada disaat aku sedang terpuruk" Tangis Dara seketika langsung pecah.


Raka bingung dan juga senang karena Dara tiba-tiba memeluknya " Jangan menangis lagi"

__ADS_1


Rengganis langsung mengambil alih memeluk Dara, ia sangat tahu jika adiknya tidak akan bisa menahan kejolak cinta nya karena di peluk oleh sang pujaan hati.


" Pak, tolong saya mau usut sampai tuntas, saya tidak mau yang memfitnah adik saya ini lolos" Ucap Mas Birru menegaskan pada Polisi.


__ADS_2