
Dara kini di giring ke rumah sakit untuk di periksa urinnya apakah terindikasi mengkonsumsi barang terlarang tersebut atau tidak, Raka ikut mendampinginya.
Dara sangat terharu sekali melihat pengorbanan Raka yang tidak sedikit, dari awal Raka selalu menjadi perantara sebagai penolongnya.
Raka juga berniat akan menginap di kantor polisi, walaupun Dara melarangnya, namun Raka tetap akan menemani Dara sampai Dara terbukti tidak bersalah.
Jika seandainya Raka pulang pun pasti dirumah akan gelisah, tidak tenang memikirkan Dara yang tidur di sel tahanan.
Seseorang terlihat sangat bahagia berada di ujung cafe, menuangkan minuman kerasnya walaupun dirinya sedang mengandung.
Rosa tertawa terbahak-bahak, dirinya merasa menang, begitu juga Michel yang merasa apa yang Rosa lakukan telah berhasil menjebak Dara. Michel juga sangat senang dengan keberhasilan jebakan Rosa.
" Aku yakin, pasti keluarga Raka akan kecewa dan membatalkan semuanya, Hahaha" ucap Rosa sambil menyesap minuman haramnya.
" Ide kamu memang sangat cemerlang Ros, sandiwaramu di depan Dara juga sangat epik, kamu cocok jadi pemain sinetron" Michel memuji Rosa dengan senyum kemanangan.
" Sinetron indosiar kah? aku jadi pemain antagonisnya"
" Nah itu cocok sekali,Haha" Michel tergelak.
__ADS_1
" Ih tapi masa nanti aku kena azab sih" Rosa melirik ke arah Michel.
" Ah jangan percaya yang seperti itu, lebih baik kita nikmati saja kemenangan kita berdua, si sok alim itu pasti sedang mendekam di sel, Hahaha"
" Aku tidak sabar mendengar berita selanjutnya, Rasakan Dara, itulah akibatnya jika macam-macam dengan ku" Rosa tersenyum jahat.
☘️☘️☘️
Di kampus Mas Birru dan Rizki sedang menemui salah satu pimpinan kampus agar membantu memperlihatkan rekaman cctv yang ada di kampus.
Rizki menceritakan kejadian Dara yang tertangkap karena di duga karena ada fitnahan dari seseorang, Rizki juga menjelasakan agar secepatnya di usut sebelum berita tentang Dara beredar keluar dan itu akan sangat mencemari nama baik kampus.
Mereka langsung langsung meminta Rekaman tayangan di CCTV dekat fakultas menejemen jam 12 siang tadi.
Disana mulai terlihat sosok Dara yang berjalan lalu bertemu Rosa, awalnya tidak ada yang janggal, hingga akhirnya di adegan terakhir Rosa memeluk Dara, Mas Birru melihat tangan Rosa yang memasukan sesuatu di tas Dara.
" Tolong zoom bagian yang itu Pak" Mas Birru meminta izin pada petugas untuk memperbesar adegan dimana tangan Rosa menyelipkan sesuatu di tas Dara.
" Alhamdulillah terlihat jelas" Ucap Mas Birru.
__ADS_1
Rizki langsung mengepalkan tangannya lalu refleks menggebrak meja.
" Awas kamu Rosa"
"Sabar Riz, jangan gegabah, kita bisa menunjukan pada polisi barang bukti ini, mana flashdisk mu"
Rizki menuju kantor dosen, lalu mengambil flashdisk, Mas Birru meminta petugas untuk mengcopy tayangan CCTV hari ini.
Setelah mengcopy mereka segera ke kantor polisi kembali.
Dara dan Raka juga sudah kembali ke kantor polisi, Raka terduduk diam sambil memijat pelipisnya, rasanya ujian silih berganti, Raka berharap semoga nanti akan mendapatkan kebahagiaan yang sesunggunya.
Rizki dan Mas Birru datang menghampiri Raka, Mas Birru memberikan rekaman dari CCTV yang di copy juga di ponselnya pada Raka.
Raka sangat terkejut dan geram dengan Rosa, Raka langsung mengeluarkan ponselnya lalu menelfon Rosa.
Rosa yang sedang bersama michel begitu bahagia karena Raka tiba-tiba menelfonnya.
# Doain saya yah, semoga cepat sembuh 🙏🙏🙏
__ADS_1