Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 66


__ADS_3

Sesampainya di pesantren Dara di sambut oleh Aisyah, mereka saling berpelukan karena menahan rindu.


Di kantor pesantren ternyata ada tamu, yaitu keluarga Ustad Zaki. Aisyah mempersilahkan masuk kedalam agar Dara berkenalan terlebih dahulu.


Dara masuk kedalam lalu bersalaman dengan Umi dan Aby, Umi berbisik pada Aby bahwa Dara sangat cantik, pantas saja Zaki menyukainya.


Dara menyenggol lengan Aisyah " Ini sebenarnya ada apa?" Bisik Dara.


" Nanti aku ceritakan, kamu duduk saja dulu"


Dara dan Aisyah ikut duduk bersama abah dan orang tua Ustad Zaki. Ustad Zaki begitu senang melihat gelagat kedua orangtuanya yang sepertinya menyukai Dara.


Umi dan Aby mulai menanyakan tentang Dara , kuliah Dara dan kedua orang tua Dara, Dara semakin bingung kenapa di tanya begitu detail seperti itu.


Mereka terus berbincang, hingga salah satu santri datang dengan tergopoh-gopoh menemui Abah.


" Abah, di luar ada polisi"


" Polisi" Abah nampak terkejut namun kembali bersikap santai.


" Suruh saja masuk, siapa tahu ada keperluan penting" Sambungnya.


" Baik Bah"


Santri itu kembali lagi kedepan lalu mempersilahkan beberapa polisi masuk kedalam.


Pak polisi tersebut tahu dimana dirinya berada, mereka mengucapkan salam terlebih dahulu lalu meminta izin untuk menunjukan saudari Dara pada mereka.


Dara yang ada di depan Pak polisi pun begitu terkejut.


" Kenapa bapak mencari saya?" Dara memberanikan diri bertanya.

__ADS_1


" Oh jadi anda saudari Dara"


Dara mengangguk.


" Kami mendapat laporan bahwa anda mengedarkan barang terlarang di area kampus"


Semua yang ada diruangan bergitu terkejut, terlebih juga Dara yang langsung menutup mulutnya karena terkejut juga.


Zaki langsung maju menghampiri Pak polisi.


" Bapak jangan main fitnah Pak jika tidak ada bukti, Dara wanita baik-baik Pak"


" Kami datang baik-baik dan akan memeriksa secara baik-baik juga, tolong bersikap koperatif agar kami bisa menjalankan tugas kami dengan baik"


Orang tua Ustad Zaki juga merasa syok dengan kejadian ini, baru saja mereka memuji kecantikan Dara tapi Dara malah di hampiri polisi.


" Baiklah pak, silahkan periksa tas saya, kamar saya juga di pesantren, silahkan periksa rumah saya juga nanti saya akan tunjukan" Dara berusaha tenang karena ia merasa dirinya tidak bersalah.


Pak polisi dengan sigap langsung memeriksa tas Dara dan salah satu polisi lagi memeriksa mobil dan kamar pesantren yang Dara tempati.


" Ini apa saudari Dara"


Dara begitu terkejut, ia langsung menghampiri pak polisi dan melihat lebih detail lagi barang apa yang di pegang oleh pak polisi.


" Astagfirullahaladzim, itu bukan punya saya pak" Dara mengelak, matanya mulai berkaca-kaca.


" Ini ada di tas Anda, Saudari Dara"


" Demi Allah Pak, saya tidak tahu kenapa ada barang itu di Tas saya" Dara mulai terisak.


Aisyah, Abah dan keluarga Ustad Zaki begitu kaget dengan penemuan barang haram di tas Dara.

__ADS_1


Akhirnya pihak polisi langsung membawa Dara ke kantor polisi. Dara menangis sejadinya karena merasa dirinya tidak bersalah.


" Itu bukan punya saya Pak"


Dara menghampiri Aisyah dan Abah meyakinkan keduanya.


" Demi Allah itu bukan punya Ku Teh" Dara memeluk Aisyah. Aisyah mengangguk percaya pada Dara, Aisyah yakin Dara sudah hijrah dan berubah.


" Abah, doakan Dara, masalah ini pasti akan Dara selesaikan secepatnya, maafkan Dara Abah, tapi percayalah pada Dara" Dara terisak di depan Abah.


Abah memegang pundak Dara " Allah bersamamu Nak, abah percaya padamu"


Dara akhirnya di giring polisi menggunakan mobil patroli polisi untuk dimintai keterangan dan akan di lakukan tes urin juga untuk menggunakan apakah dirinya sebagai pengguna atau pengedar.


Setelah kepergian Dara, Aisyah langsung lari mengambil ponsel dan menelfon Rizki, Aisyah langsung menceritakan semua kejadiannya.


Sementara itu Orang tua Ustad Zaki sangat kecewa dengan pilihan Zaki, Zaki terus saja menunduk di depan kedua orangtuanya.


" Zaki, jadi itu wanita yang kamu suka, Zaki buka matamu" Umi mulai terbawa emosi.


"Zaki yakin Dara tidak seperti itu" Ucap Ustad Zaki yang masih saja membela Dara.


" Cukup Zaki, Umi dan Aby tidak akan setuju jika kamu dengan dia"


Umi dan Aby langsung berpamitan pulang pada Abah , Abah juga meminta maaf jika akan terjadi kejadian seperti ini.


Rizki yang masih di kampus begitu cemas, ia langsung menelfon Raka, karena Ponsel Dara juga pasti di sita. Rizki sangat gelisah saat panggilan nya tidak di angkat oleh Raka. Rizki terus berusaha menelfon Raka sampai di angkat.


" Hallo, assalamualaikum, Ada apa bang? maaf aku tadi habis rapat Bang"


" Waalaikumsallam, Raka, Dara di tangkap polisi"

__ADS_1


" Hah..." Raka begitu terkejut mendengar kabar tak menyenangkan itu.


Raka segera meminta alamat kantor polisinya lalu ia segera menuju kantor polisi, Raka menitipkan kantornya pada Doni.


__ADS_2