Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 39


__ADS_3

Sepulang kuliah Rizki benar-benar mengajak pulang Dara bersama. Rizki ingin mengajak Dara ke pesantren.


"Ra...ayo ke pesantren, ikut tidak?"


"Huh, mau ketemu Teh Ais saja modusin Dara" Ledek Dara.


"Eh kau ini" Rizki hendak menyentil kening Dara tapi Dara sudah siap siaga menyentil keningnya.


"Eits...bukan mahram" Ledek Dara lagi.


Rizki lalu menyentil keningnya sendiri "Inget Ki, itu hanya Adek jadi-jadian bukan adek kandung"


Dara tertawa melihat tingkah Rizki, " eh enak saja Adek jadi-jadian, memangnya Dara siluman"


Rizki terkekeh " Cepat mau tidak?"


"Jawab dulu pertanyaan Dara"


"Apa memangnya"


" Tadi itu bergerombol di depan ruang sidang kalian sedang pada ngapain Bang?"


"Oh itu"


Rizki lalu menceritakan perihal Rosa yang mengumumkan pada teman-temannya bahwa dirinya akan segera menikah dengan Raka tapi teman-teman yang lain tidak percaya.


Seketika wajah Dara terlihat murung, Rizki melanjutkan lagi ceritanya jika Rosa juga menghina Dara yang di gadang-gadang sedang dekat dengan Raka, Rosa menyebut Dara yang telah merayu Raka.


Wajah Dara bertambah murung, mendengarkan sambil melamu.


"Lalu bang, kenapa mereka tiba-tiba cie... cie"


"Oh itu karena Abang bilang jangan menghina calon bini Abang"


Dara masih terdiam, belum bisa mencerna sepenuhnya perkataan Rizki.


"Makanya tadi Abang memanggilmu untuk membuktikan bahwa kita dekat, agar Rosa tidak menghinamu, dan mereka semua percaya, makanya mereka bersorak cie...cie"


Dara mulai faham dengan perkataan Rizki " Jadi maksud Abang, abang mengakui bahwa Dara itu calon istri abang?"


Rizki mengangguk, Dara membelalakkan matanya lalu memukul lengan Rizki bertubi-tubi.


"Ih Abang ini, bikin gosip aja,haduh" Ucap Dara sambil terus memukuli Rizki.


"Aw...eh bukan mahram jangan sentuh-sentuh" Ledek Rizki.


"Abang ini ya benar-benar" Dara memasang wajah sebal di depan Rizki.


"Hey, seharusnya itu bangga di gosipkan dengan Abang, Abang pintar, ganteng juga, kurang apa coba"


"Abang Kepedean"


Rizki dan Dara malah tertawa bersama, di balik ruangan terlihat Raka yang sedang berapi-api menahan cemburu melihat Dara dan Pak Rizki begitu akrab dan tertawa bersama. Raka baru merasakan sakitnya cemburu, Raka baru menyadari Dara pasti merasakan hal yang lebih sakit dari ini waktu tahu tanggal lamaran Raka di tentukan.


"Maafkan aku Dara" Gumam Raka.


Dara akhirnya menyetujui pergi ke pesantren, mereka menggunakan mobil masing-masing ke pesantren.

__ADS_1


Sesampainya di pesantren seperti biasa mereka terlebih dahulu menuju kantor pesantren untuk bertemu kakek.


Ternyata di dalam juga ada Aisyah yang sedang membantu bagian administrasi.


Dara menghampiri Aisyah.


"Teteh..." Dara bersalaman lalu memeluk Aisyah.


" Eh...Neng Dara, sendirian?"


"Engga Teh, tuh sama Bang Rizki"


Aisyah tersenyum melihat ke arah Rizki yang sedang mengobrol dengan kakek.


"Teteh apakabar"


"Sae sayang, Dara bagaimana?"


"Dara galau" Dara menutup mulutnya.


" Galau kunaon geulis, geulis kok galau" Ledek Aisyah.


"Teteh ada waktu"


"Hari ini teteh free, Dara mau apa?"


"Mau cerita banyak dengan teteh sambil lihat-lihat pesantren, boleh teh?"


"Boleh atuh neng"


Aisyah mengaja Dara ke belakang gedung pesantren disana ada Balong tempat ikan lele di pelihara, mereka mengobrol sambil mendengarkan gemercik suara air dari Balong.


"Kenapa neng?"


Dara menatap Aisyah " Apa teteh pernah merasakan jatuh cinta?"


Aisyah tersenyum "Oh ternyata tentang cinta, ya manusiawi teteh pernah merasakan cinta"


"Dengan bang Rizki ya" Ledek Dara.


"Eh bukan Neng"


"Ah sudah jangan malu-malu"


Aisyah hanya tersenyum.


"Cie...cie, Apa yang di lakukan teteh saat teteh merasakan jatuh cinta"


Aisyah menatap Dara "Jatuh cinta kepada lawan jenis, dari segi jatuh cinta itu sendiri bukanlah aib dan juga bukan dosa. Jatuh cinta adalah hal yang manusiawi dan menjadi naluri yang ada secara alamiah pada setiap manusia normal. Nabi, orang suci, orang shalih, dan ulama mengalami jatuh cinta kepada lawan jenis sebagaimana manusia pada umumnya. Rasulullah cinta kepada Khadijah dan Aisyah, ibnu Umar cinta yang sangat kepada istrinya, Ibnu Hazm cinta pada wanita yang sampai membuatnya menjadi ulama besar, Sayyid Quthub mencintai wanita namun gagal menikahinya, semuanya adalah contoh bagaimana perasaan itu adalah perasaan yang normal, wajar, natural, dan biasa, Apakah Dara baru merasakannya?"


Dara mengangguk, " Apa yang harus Dara lakukan teh?"


Teteh mengelus lengan Dara "Jika seorang Muslimah  merasakan hatinya jatuh cinta kepada seorang laki-laki, maka selama ada jalan  hendaknya diusahakan untuk menikah dengannya. Jika tidak ada jalan yang memungkinkan menikahinya, maka muslimah tersebut wajib Shobr (tabah hati), sampai Allah menggantikan dengan lelaki yang lebih baik,  atau Allah “menyembuhkannya” dari “sakit” cinta tersebut, atau Allah mewafatkan rasa cintanya."


Dara menunduk, matanya berkaca-kaca, "kami saling mencintai, tapi dia.akan menikah dengan orang lain, jadi tidak mungkin Dara meminta dia untuk menikahi Dara, walaupun pastinya laki-laki itu lebih memilih Dara tapi...." Dara tidak melanjutkan perkataannya lagi.


Aisyah langsung memeluk Dara " Dara...pasti menyakitkan, keluarkan saja lewat air matamu"

__ADS_1


Dara menggeleng " Apa jalan terakhir harus menikah mbak, Dara tidak mau meminta di nikahi terlebih dahulu, nanti di kira bucin lagi"


Aisyah kembali tersenyum" seorang muslimah yang jatuh cinta kepada seorang lelaki bisa memulai mengusahakan menikah dengan lelaki tersebut dengan cara menawarkan dirinya untuk dinikahi. Cara ini lebih tegas, Syar’i, solutif, dan terhormat. Menawarkan diri kepada lelaki untuk dinikahi bukan perbuatan hina dan tercela. Justru wanita yang menawarkan dirinya kepada seorang lelaki adalah wanita yang mengerti solusi Syar’i terhadap problemnya, tegas dalam mengambil keputusan, terhormat karena tahu cara menjaga kehormatannya dengan ikatan pernikahan yang suci, dan mulia karena  mengetahui kepada siapa dia harus mempersembahkan bakti. Khadijah adalah contoh wanita mulia yang tahu persis kepada siapa beliau mempersembahkan bakti, dan siapa yang pantas jadi imamnya dalam rumah tangga. Dengan ketegasan sikap beliau, maka Khadijah mendapatkan lelaki yang terbaik di alam ini. Justru sikap yang menjauhi ketakwaan jika seorang wanita mencintai seorang lelaki, lalu perasaan tersebut dipendamnya seraya  mengotori hatinya dengan angan-angan tercela"


Dara berfikir sejenak " Tapi dia sudah mau menikah dengan yang lain teh"


"Itu artinya kamu harus sabar dan mengubur dalam-dalam cinta itu, Ra... pasti Allah akan gantikan yang terbaik untukmu, jika kalian berjodoh pun pasti Allah akan menunjukan skenario terbaiknya"


Dara menunduk lagi, Dara sedang berfikir apakah dirinya harus mengubur cintanya, tapi Dara juga harus percaya dengan Takdir baik Allah.


"Sudah- sudah jangan bersedih, kamu masih muda lhoo Ra" Aisyah mengajak Dara ke tempat yang lebih asri lagi di area pesantren, Aisyah mengajak Dara di kebun bunga milik pesantren.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Author : Yang belum menikah, boleh noh ngajak nikah duluan😁 mblo dengerin mblo😁


Jomblo : Rese lu Thor...


Author : Lagi cari tema yang adem adem, dari kemarin haredang 🤭 sudah adem belum deket-deket kolam lele😁


[Jangan lupa,like komen dan vote]


Salam sayang,

__ADS_1


Santypuji


__ADS_2