
Hari semakin siang, Ustad zaki masih betah duduk di di sofa rumah sakit. Dara juga ikut mengerjakan tugas kuliahnya, Saat mereka sedang fokus mengerjakan tugas tiba-tiba pintu di ketuk.
" Assalamualaikum"
" Waalaikumsallam" Dara segera membuka pintu. Dara terkejut ketika melihat Mbak Rengganis dan Mas Birru datang berkunjung menjenguk ibunya.
" Ya Allah, mbak" Dara langsung memeluk Mbak Rengganis. Dara lalu menangkupkan tangannya di dadanya saat menyapa Mas Birru.
Ustad Zaki ikut menghampiri Rengganis dan Albirruni, mereka saling sapa lalu berkenalan.
" Mbak, Ayyubi dan Syifa mana?"
"Syifa dengan Mama di rumah, Sedangkan Ayyubi di Surabaya karena harus sekolah"
" Owh ya sudah, Ayo mbak sini, mama sepertinya tidur karena pengaruh obat"
Dara membawa Rengganis menghampiri ibunya, Rengganis banyak bertanya perihal Bu Nadia karena sebelumnya juga Rengganis sudah tahu tentang kisah Dara dan kedua orangtuannya.
Sementara Mas Birru berbincang dengan Ustad Zaki.
" Ra .... itu siapa?" Mbak Rengganis melirik ke arah Ustad Zaki yang sedang mengobrol dengan Suaminya.
" Itu ustad Zaki, teman Dara di pesantren mbak"
" Kok sepertinya akrab sekali, apa jangan-jangan teman spesial?" Ledek Rengganis sambil tersenyum.
" Bukan, aku juga tidak tahu, tumben sekali pagi-pagi sekali sudah kemari, aku dan dia sebenernya juga tidak akur kalau di pesantren, kita berdua suka ngeyel dan meledek"
Mbak Rengganis mengangguk, Rengganis lalu menanyakan perihal hubungan Dara dengan Raka. Dara pun menceritakan bahwa dirinya dan Raka baru bertemu kembali setelah insiden pernikahan itu.
Rengganis juga mengajak Dara besok agar ikut bersamanya merayakan wisuda Raka. Dara InsyaAllah akan ikut, karena Raka sudah menyiapkan teman ibunya untuk menjaga di rumah sakit.
Rengganis menyampaikan salam budhe dan Pakde pada Dara, mereka merasa kangen dengan Dara, sejak di pesantren Dara sudah tidak pernah ke rumah budhe lagi.
__ADS_1
Dara menjelaskan Pada Rengganis bahwa dirinya tidak ke rumah budhe lagi takut mengganggu rumah tangga Raka, karena Dara tidak tahu jika Raka ternyata gagal menikah.
Di sofa tampak Mas Birru sedang asyik mengobrol dengan Ustad Zaki.
" Ustad, sepertinya dekat dengan Dara?" Mas birru tiba-tiba merasa penasaran.
" Jangan panggil ustad A, itu kan panggilan di pesantren, Zaki saja"
Albirruni mengangguk.
" Teman di pesantren A, hanya saja sepertinya saya mulai menyukai Dara" Jawab Ustad Zaki dengan lirih.
Albirruni terkejut mengetahui Ustad Zaki yang ternyata menyukai Dara. Albirruni berfikir sepertinya Raka harus bertindak lebih cepat ini, Saingannya cukup berat.
" Jadi sekarang sedang mencoba mengambil hatinya Nih?" Ledek Mas Birru.
" Iya, tapi sepertinya lumayan susah, Sepertinya Dara susah melupakan Masalalunya"
Mas birru tersenyum, " Kenapa tidak lamar saja" Pancing Mas Birru.
" Sabar yah, jodoh pasti bertemu"
Ustad Zaki mengangguk.
Ibu Terbangun, Rengganis segera bersalaman dengan Bu Nadia, begitu juga dengan Mas Birru.
Bu Nadia menanyakan Siapa Rengganis dan Mas Birru, Rengganis menjelaskan pada Ibunya. Bu Nadia semakin senang karena Putrinya memiliki teman-teman yang baik.
Sudah 30 menit Rengganis dan Mas Birru menjenguk Bu Nadia, Rengganis berpamitan pulang karena takut Asyifa menangis dan mencarinya.
Rengganis dan Albirruni berpamitan pada Dara, Bu Nadia juga Ustad Zaki, Dara mengantarkan sampai pintu.
Rengganis dan Albirruni menuju parkiran, Albirruni dan Rengganis langsung masuk ke dalam mobil dan bergegas pulang ke rumah.
__ADS_1
Di perjalanan Rengganis merasa khawatir tentang keberadaan Zaki di tengah-tengah Dara dan Raka.
" Mas, apa sebaiknya kita segera melamar Dara untuk Raka?"
" Emm Mas setuju, Ustad zaki saingan cukup berat untuk Raka"
" Aku tahu Raka sangat mencintai Dara"
" Aku juga sangat mencintaimu sayang"
Wajah Rengganis langsung bersemu merah,
" Ih serius nih Mas"
"Mas juga serius sayang"
Rengganis langsung mencium pipi Albirruni.
" Sayang, Mas sedang menyetir, nanti saja jika sudah sampai kamar" Ledek Mas Birru dengan senyum khas nya.
" Ih Kamu mas, aku hanya mau sun saja"
" Tapi itu cukup membuat si tole bangun sayang"
" Ih sudah, nyetir yang benar"
Albirruni tertawa terbahak-bahak.
" Kasihan Raka, baru selesai masalah satu, sekarang muncul lagi saingan baru" Gumam Rengganis.
"Dulu Mas juga seperti itu, tapi Mas lawan dengan Doa, terbukti kan, the power of pray" Ucap Mas Birru sambil melirik Rengganis.
" Iya iya, semoga Raka juga bernasib sama sepertimu Mas, bisa mendapatkan cinta yang terbaik"
__ADS_1
" Iya sayang, sudah jangan khawatir, nanti sore kita bicarakan ini dengan Raka yah saat Raka sudah pulang kerja" Mas Birru mengusap kepala Istrinya yang sedang Khawatir itu.
Rengganis mengangguk lalu memejamkan matanya sambil bersender, berharap Allah memberikan Takdir cinta yang baik untuk Adiknya.