Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 72


__ADS_3

Hari ini Mas Birru mengunjungi kantor polisi sendirian tanpa membawa Rengganis karena Mas Birru hanya ingin menanyakan bagaimana perkembangan kasus Dara.


Di kantor polisi langsung menanyakan apakah kasus Dara ada titik terang. Polisi memberitahu jika hari ini akan menangkap Rosa, karena Rosa juga terlibat sebagai pengedar narkoba, Polisi ingin menangkap Rosa karena Polisi yakin akan bisa menangkap menyuplai narkoba yang Rosa jual.


Mas Birru tersenyum sinis, Mas Birru ingin ikut dengan polisi untuk menangkap Rosa. Setelah polisi menyelediki keberadaan Rosa, ternyata Rsosa sedang berada disalah satu rumah seorang wanita yang merupakan sahabat Rosa.


Mas Birru dan Pak Polisi bergegas menangkap Rosa dengan menggunakan mobil polisi. Sesampainya di rumah Michel, Pak polisi menyampaikan niat baiknya pada satpam rumah Michel bahwa akan menangkap salah satu orang yang berada di dalam rumah itu.


Pak Satpam mengizinkan Polisi dan rekannya termasuk Mas Birru juga untuk masuk di dalam, baru saja sampai di ruang tamu, ternyata disana ada beberapa orang yang sedang sakau karena barang terlarang. Ada juga yang sedang minum-minuman keras, terlihat Rosa sedang tergelak sambil meracau tak jelas karena meminum minuman keras.


Mas Birru beserta polisi menangkap semua yang ada di ruang tamu itu, termasuk Michel juga, mereka semua ditangkap bersama dengan barang haram yang mereka konsumsi dan beberapa botol minuman keras.


" Dasar bocah edan,"ucap Mas Birru saat polisi berusaha menangkap Rosa, namum Rosa dalam keadaan setengah sadar.


Mas Birru merasa heran sekali dengan tingkah Rosa, Rosa sedang hamil tapi dia begitu berani sekali mengkonsumsi barang haram itu, apa dia lupa di dalam ada janin yang harus dijaga.


Terlihat perut Rosa yang mulai membesar, Mas Birru hanya geleng-geleng kepala melihat keadaan Rosa, antara prihatin juga gemas, gemas ingin sekali mengomelinya.


Mereka semua digiring ke kantor Polisi, disana mereka semua langsung dimasukan kedalam sel tahanan masih dalam keadaan setengah sadar. Pak polisi akan mengintrogasi mereka setelah mereka semua benar-benar sadarkan diri.


Mas Birru akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantor Raka. Mas Birru tidak lupa berterimakasih pada Pak polisi karena sudah menangkap Rosa yang telah memfitnah adiknya. Bagi Birru, Dara sudah dianggapnya sebagai Adik, karena Dara sudah menjadi calon istri Raka.


Mas Birru datang ke kantor Raka, namun Raka saat itu sedang meeting, Mas Birru dulu pernah mengurus kantor ini, karyawan di sana masih mengenali Mas Birru.

__ADS_1


Mas Birru menunggu Raka di ruangannya, Mas Birru juga sudah meninggalkan pekerjaannya di Surabaya selama beberapa hari demi Raka, tapi untung saja ada Dion yang selalu bisa diandalkan.


Mas Birru mengisi waktu sambil membaca koran yang ada di sofa kantor Raka.


" Mas Birru," Sapa Raka.


Mas Birru lalu melipat Korannya dan tersenyum pada Raka.


" Ka, sibuk ya"


" Sudah tidak Mas, kan sudah selesai meeting"


" Mas tadi habis ke kantor polisi, Rosa sudah ditangkap"


"Jangan beritahu Dara terlebih dahulu sebelum Rosa benar-benar di penjara"


"Kenapa memangnya Mas?"


" Ya kamu tahu sendiri, Dara itu tidak tegaan, kamu kalau sudah berhubungan dengan Dara pasti gampang luluh kan, mau apa kalau Dara memohon padamu untuk membebaskan Raka"


Raka mengangguk, " Baiklah Mas"


" Saran Mas, lebih baik kamu langsung saja lah menikahi Dara"

__ADS_1


" Tapi Dara ingin menunggu khatam dulu Mas"


" Ah, justru kalau sudah menikah kan enak Ka, bisa khatam denganmu"


Raka memasang wajah sendu, Raka bingung dan tidak mau terkesan memaksa Dara.


" Nanti Mas akan bicara dengan Dara, percayakan pada Mas"


Raka langsung tersenyum " Makasih ya Mas"


"Tapi kamu harus memantapkan hatimu Ka"


" Aku sudah mantap"


" Besok Mas akan bicarakan dengan Rengganis dan Dara perihal ini," ucap Mas Birru.


" Aku melihat kakakmu sangat menghawatirkanmu Ka, Mas sangat mencintai kakakmu, mungkin dengan kamu menikah dengan Dara, kakakmu akan lebih tenang"


" Iya Mas, aku akan ikut berusaha meyakinkan Dara juga Mas"


" Iya, Mas percaya padamu, ya sudah Mas pulang terlebih dahulu ya, sudah banyak kerjaan yang harus Mas kerjaan dari kantor di Surabaya."


Mas Birru bangkit dari tempat duduknya lalu memberi salam pada Raka dan bergegas pulang ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2