Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 83


__ADS_3

Pagi harinya saat Adzan berkumandang Dara terkejut karena ternyata sudah subuh. Ia teringat berarti semalam Ia mengabaikan Raka. Dara melihat Raka mulai menggeliat lalu membuka matanya.


" Sayang sudah bangun"


" Baru saja A, Dara mau ke kamar mandi dulu ya"


Raka mengangguk, lalu membiarkan Dara masuk ke kamar mandi. Raka merasa badannya sakit, lehernya juga begitu sakit.


Dara keluar dari kamar mandi, setelah itu Raka yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudlu.


Mereka berdua lalu sholat subuh berjamaah.


Dilanjutkan dengan berdzikir lalu berdoa.


Selesai sholat Raka membalikkan badannya berhadapan dengan Dara. Raka menatapnya dengan penuh cinta.


Raka membelai kepala lalu turun ke pipi dan dagu Dara, " Kamu sangat cantik."


Dara tersipu malu, " Aa juga tampan"


Ketika seorang suami dan istri saling berpandangan dengan penuh kasih, Allah melihat mereka dengan belas kasih.


Dara lalu bermanja dengan Raka, menyenderkan kepalanya di bahu Raka.


" Mas, Bismillah yah, semoga kita bisa menjalani pernikahan ini sebaik-baiknya" ucap Dara.


Raka mengangguk pelan, "Saat membicarakan tentang pernikahan, Allah berfirman bahwa pasangan sama seperti baju untukmu, bisa pas atau tidak. Bagaimanapun juga, baju itu tetap menutupi ketidaksempurnaanmu. Ia tetap melindungi dan membuatmu semakin cantik."


" Iya benar sekali Mas, dan orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baiknya kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya"


"Aa akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untukmu"


Dara lalu berdiri dan membuka mukenahnya, setelah itu merapikan sajadah dan sarung Raka.


" Sayang mau tidak pijat leher Aa, sakit sekali" Raka naik ke atas ranjang dan bersandar di dipan ranjang.

__ADS_1


"Ya Allah, mana yang sakit A" Dara juga ikut naik ke atas ranjang.


Raka menunjukan lehernya, Dara memijatnya pelan. Ada desiran yang menggebu saat Dara mulai memijat leher Raka.


Andai saja aku tidak sedang sakit badan, sudah aku sikat habis kamu pagi ini sayang, Batin Raka.


" Aa, lehernya Dara kerok saja yah"


" Boleh-boleh"


Dara lalu mengambil koin di dalam dompetnya sekaligus mengambil lotion juga. Dara mulai mengerik leher Raka hingga kemerah-merahan.


" Ya Allah A, sepertinya benar-benar sakit sampai seperti ini, merah sekali A"


" Iya memang sakit"


Setelah selesai Raka dan Dara bergantian mandi air hangat pagi ini, sebenarnya ingin sekali mandi berdua dengan Dara tapi melihat kondisi tububnya yang tidak fit pasti hanya akan membuat dirinya lebih tersiksa lagi.


Rengganis menelfon Raka agar segera turun kebawah ke ruangan tempat makan karena pagi ini semua keluarga akan sarapan terlebih dahulu sebelum meninggalkan hotel.


Mereka berdua segera menuju ruang makan hotel. Disana ternyata semua keluarga sudah berkumpul.


Reihan, Mas Birru dan Hafiz tercengang melihat leher Raka yang penuh dengan tato merah 😁.


" Ganas juga Dara" Bisik Reihan pada Hafiz.


Raka melirik ke arah Reihan karena sedikit mendengar percakapan mereka.


" Sepertinya berhasil semalam" Goda Mas Birru.


Semua anggota keluarga tertawa.


" Berhasil apanya?" tanya Raka dengan polosnya.


"Mencetak gol" Celetuk Mas Birru.

__ADS_1


Raka akhirnya mengerti arah pembicaraan Mas Birru.


" Boro-boro, semalam kan ada yang gangguin pengantin baru" ucap Raka.


" Siapa memangnya?" Tanya Alisha.


" Tuh, bocil" Raka menunjuk dengan wajahnya ke arah Ayyubi.


" Apa Om Raka"


" Tidak"


" Eh iya, semalam Ayyubi kan tidur dengan tante, kok tadi pagi sudah tidak ada?" tanya Dara.


Semua Anggota keluarga menertawakan kepolosan Dara.


" Jahat banget kamu Mas" Hafiz melirik ke arah Mas Birru.


" Kok aku?" Mas Birru pun pura-pura polos.


" Ada gitu pengantin baru yang di timang-timang malah keponakannya" Ledek Almira.


" Tapi sepertinya itu berhasil, lihat lehernya" Mas Birru melirik Raka.


" Ini di kerok pake koin Mas, bukan itu itu"


" Itu apa?" Ledek Reihan.


"Sensor, ada Ayyubi"


Ayyubi menggelengkan kepalanya, bingung dengan pembicaraan orang dewasa yang ada di sekelilingnya itu.


" Eh sudah, ayo makan"ucap Papah Rafi.


Wajah Dara sudah bersemu merah karena terus di ledek oleh kakak Raka. Tapi Dara sangat bahagia karena merasakan kehangatan keluarga ini.

__ADS_1


__ADS_2