Percayalah...Aku Masih Perawan

Percayalah...Aku Masih Perawan
Episode 74


__ADS_3

Setelah Rengganis dan Mas Birru pulang, Dara berinisiatif untuk menelfon ayahnya dan memberitahu ayahnya bahwa dirinya siap menikah. Dara membutuhkan bantuan ayahnya untuk menyiapkan proses lamarannya dengan Raka.


Ayahnya begitu senang karena Dara akhirnya mau menikah secepatnya. Ayah memberi saran agar Dara mengadakan lamarannya hanya untuk keluarga dekat saja. Ayahnya juga akan menyiapkan villa yang ada di ciwedai Bandung untuk dijadikan tempat lamaran nanti.


📞" Besok ayah akan menyiapkan agar lusa kita bisa kesana untuk acara lamaranmu," ucap Pak Leon.


📞" Terimakasih Pah, Nanti Dara akan memberi kabar pada keluarga Aa Raka"


Dara begitu bahagia, dia bahkan tidak menyangka akan menjadi pendamping hidup Raka, setelah sekian jalan berliku ia jalani bersama Raka.


Dara menutup telfonnya lalu menatap Ibunya dengan senyum sumringah.


" Bagaimana?" tanya Bu Nadia.


Dara lalu memeluk Ibunya dengan erat, " Ayah akan menyiapkan semuanya di Ciwidey nanti Bu"


Bu Nadia mengelus kepala Dara,"Syukurlah, cepat beritahu keluarga Raka, karena menyiapkan lamaran itu agak repot juga Ra"


Dara mengangguk " Iya Bu"


Dara lalu mengirim pesan pada Mbak Ganis jika ayahnya sudah menyetujuinya, ayahnya akan menyiapkan tempat lamaran resminya besok dan lusa Ayah ingin lamarannya segera di laksanakan.


Rengganis yang mendapat pesan dari Dara begitu senang. Ganis langsung mencari Raka dan Mas Birru yang ternyata sedang menonton bola di ruang tengah dengan Bapak juga Papah Rafi.


"Ada berita bagus nih" Rengganis melompat-lompat seperti anak kecil.


" Ada apa Mbak?" tanya Raka.


Raka, Mas Birru, Pak Harji dan Papa Rafi menatap Rengganis.


" Dara dan Ayahnya akan menyiapkan tempat lamaran resmi di Villa mereka"


Raka terkejut mendengarnya, " Dara mau secepatnya menikah denganku Mbak?"


Rengganis mengangguk," Iya"


Raka menghampiri Kakaknya lalu memeluknya.


" Alhamdulillah, aku harus bagaimana- bagaimana Kak?" Raka terlihat salah tingkah.


"Kamu siapkan mentalmu saja, masalah seserahan biar Mbak yang urus" Rengganis tersenyum.


" Ada apa ini ramai sekali" Budhe muncul dari arah dapur.

__ADS_1


Rengganis menghampiri Mamahnya lalu memberi tahukan jika Dara siap secepatnya menikah dengan Raka, keluarga Dara akan menyiapkan tempat lamarannya besok, jadi Lusa sudah bisa melamar secara resmi.


" Alhamdulillah, kita akan punya mantu lagi, tidak sia-sia kamu ke rumahnya Nis"


" Iya Mah"


"Memangnya tadi Mbak Rengganis ke rumah Dara?" Tanya Raka.


" Iya dong, nunggu kamu mah lama" ledek Rengganis.


"Sudah, lanjutkan saja menonton bolanya, mbak mau berdiskusi dengan Mamah, apa saja yang harus kita siapkan lusa," ucap Rengganis.


Rengganis dan mamahnya duduk di ruang tamu membawa selembar kertas dan alat tulis, mencatat apa saja yang harus di siapkan untuk melamar Dara nanti.


☘️☘️☘️


Pagi harinya seperti biasa Raka dan Papah Rafi sudah berangkat kerja, sedangkan Mas Birru duduk di taman bekerja lewat jarak jauh.


Rengganis sudah bersiap-siap dengan Mamahnya membeli beberapa keperluan, ada beberapa yang harus d beli langsung, sedangkan sisanya Rengganis memilih jasa COD untuk membeli keperluan lainnya agar lebih ringkas.


" Mas ayo antar Ganis dulu Mas"


Mamah, Rengganis juga Asyifa sudah bersiap-siap.


☘️☘️☘️


Dara hari ini kekampus seperti biasanya, setelah selesai kuliah, Dara berniat akan mampir ke pesantren, ingin memberitahu Aisyah juga Abah agar ikut menghadiri lamarannya nanti.


Dara mengirim pesan pada Bang Rizki, memberitahu bang Rizki jika dirinya akan ke pesantren. Bang Rizki langsung merespon cepat bahwa Bang Rizki juga ingin ikut ke pesantren.


\*\*\*


Waktu Dzuhur telah tiba, Dara terlebih dahulu melaksanakan kewajibannya, setelah itu ke kantor dosen mencari Bang Rizki.


Tapi Bang Rizki tidak terlihat di kantornya, Dara ingin menelfon tapi ternyata ada pesan masuk dari bang Rizki yang ternyata sudah menunggunya di parkiran.


Dara berjalan menuju parkiran, Dara dan Bang Rizki menggunakan mobil masing-masing ke pesantren.


Sesampainya di pesantren, Aisyah yang sudah diberi kabar, sudah menunggu Dara di depan Kantor, Aisyah sangat mengkhawatirkan Dara.


" Ya Allah, Alhamdulillah kamu selamat Neng, kamu baik-baik saja" Aisyah memeluk Dara sembari mengusap kepala dan punggung Dara.


"Alhamdulillah, ini semua berkat doa teteh dan semuanya"

__ADS_1


Aisyah mengajak Dara masuk kedalam, Aisyah lalu memanggil Abah. Dara langsung mencium tangan Abah ketika Abah datang.


Mereka duduk bersama.


" Abah, maafkan Dara yah"


Abah lalu tersenyum, " Tidak apa-apa, dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka.


Allah SWT akan  menguji hamba-Nya di berbagai belahan negeri-negeri kaum muslimin dengan berbagai musibah berupa penderitaan dan kesusahan.


Ujian yang diberikan Allah berupa perkara-perkara yang menyengsarakan, tapi jangan sampai membuat iman goyah."


" Terimakasih Abah"


Abah mengangguk.


" Abah, Dara kesini juga ingin meminta restu dari Abah dan kesediaan Abah untuk menghadiri acara lamaran Dara nanti,dalam waktu dekat ini Dara akan menikah"


Aisyah dan Rizki sedikit terkejut mendengarnya.


"Garcep juga si Raka" Gumam Rizki lirih.


" Memangnya Abang" Bisik Aisyah.


Rizki langsung melirik Aisyah.


" Sabar Neng"


" Sudah Dari dulu," ucap Aisyah.


" Wah, Alhamdulillah, insyaAllah Abah akan datang"


" Nanti Dara akan menjemput Aisyah dan Abah, karena lamarannya akan di adakan di Villa Ayah di Ciwidey"


" Abah dan Aisyah biar Abang saja yang jemput," ucap Bang Rizki.


" Oh ya sudah, terimakasih banyak Bang"


" Selamat ya" Aisyah kembali memeluk Dara.


" Semoga teteh cepat nyusul" ucap Dara sambil menatap Bang Rizki lalu menjulurkan lidahnya. Rizki tahu Dara sedang meledeknya.


Dara lalu meminta nasehat dari Abah tentang sebuah pernikahan, Rizki dan Aisyah juga ikut belajar dari ilmu yang Abah miliki tentang pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2